Apa Itu Pekerjaan?

Apa itu pekerjaan? Pernahkan Anda merenungkan pertanyaan ini? Dunia kerja kita sekarang sudah terkontaminasi dengan falsafah pragmatisme. Apa yang disebut dengan bekerja- ini sering bahkan mungkin hanya dikaitkan dengan jenis pekerjaan yang punya kompensasi dalam bentuk uang.

Uang sering menjadi satu-satunya kriteria untuk mengatakan bahwa seseorang memiliki pekerjaan. Pekerjaan atau aktifitas lain yang tidak menghasilkan uang dianggap bukan pekerjaan.

Pandangan ini tentu keliru. Sekalipun untuk melakukan segala sesuatu memerlukan uang- ini tidak berarti pekerjaan harus didikte oleh uang.

Uang sering merupakan kompensasi dari pekerjaan yang dilakukan. Pembantu rumah tangga yang melakukan tugas-tugas di rumah mendapat gaji atas pekerjaannya di akhir bulan. Para guru yang mendidik murid-murid di sekolah mendapat kompensasi atas tugas-tugas mereka di dunia pendidikan.

Apa saja yang dikerjakan oleh seseorang, biasanya, mendapat kompensasi. Bahkan meminta orang lain mendorong mobil Anda yang mogok di jalan pun, butuh tips.

Kalau begitu, apa itu pekerjaan? Tidak semua pekerjaan selalu mendapat kompensasi dalam bentuk uang. Ketika Anda mengunjungi seseorang yang sakit atau Anda mengunjungi keluarga yang jauh, Anda tidak selalu mendapat kompensasi.

Anda bahkan sering memberikan uang. Ketika Anda mencuci piring di rumah orang lain atau Anda mau rela menjaga anak tetangga Anda, Anda tidak selalu mendapat kompensasi bahkan Anda mungkin tidak
mau diberi kompensasi.

Jadi, pekerjaan tidak selalu mendapat kompensasi dalam bentuk uang.

Namun, tugas-tugas yang dikerjakan adalah bagaian dari pekerjaan; Anda bekerja. Dengan kata lain, bila Anda beraktifitas- apapun akatifitas itu- apakah Anda hanya duduk menunggu pelanggan atau hanya mengangkat telepon, atau Anda hanya melihat pekerjaan atau memeriksa pekejaan, atau hanya menyampaikan beria, atau hanya duduk di belakang komputer- itu adalah pekerjaan.

Bahkan mencuci piring atau menyapu atau mengepel lantai sekalipun- itu juga pekerjaan. Dan semua pekerjaan itu adalah sama-sama bernilai. Tidak ada kasta dalam pekerjaan; semua jenis pekerjaan memiliki nilai sosial.

Namun, ada satu 'concern.' Bila pekerjaan menyita paling tidak 8 jam setiap hari atau 1/3 dari hidup kita, pantaslah pekerjaan perlu mendapat perhatian kita. Cobalah perhatikan
waktu kita beraktifitas. Hampir
70 % waktu kita tersita
untuk hal ini. Seandainya kita
hidup selama 70 tahun, 49 tahun
waktu tersita untuk berbagai aktifitas.
Pekerjaan mengambil porsi yang paling banyak atau kira-kira 47%.

Oleh karena begitu besarnya waktu yang tersita untuk aktifitas sehari-hari, pantaslah dipikirkan apa yang harus dikerjakan oleh setiap putra-putri Indonesia; aktifitas apa yang harus dilakukan sehingga seluruh potensi dan bakat dapat digali dan dikembangkan untuk memenuhi 'rencana langit'.

Dengan demikian, akan terbuka ruang yang lebar untuk meraih cita-cita pendiri republik ini- visi Indonesia Raya. Anda dan saya bisa berkarya lebih efektif dan efisien bagi bangsa dan negara.

Artikel-artikel berikut merupakan bekal untuk Anda memahami apa itu pekerjaan dan bagaimana menyikapi dunia kerja dan topik-topik lain yang berkaitan.


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK
0813-1141-8800 (WA)

SEMINAR

Repositioning

Start your Own Business

Six Habits of the Mind

Woman on Leadership Position

Professional Mediator