Askese Aktif
Askese AktifHarus diakui kehidupan rohani dan janji-janji tentang surga menarik bagi orang yang percaya kepada Tuhan. Orang-orang percaya bisa larut dalam harapan-harapan akan masa depan. Hati, pikiran dan jiwa bisa tenggelam akan indahnya di surga sebab di sana tidak akan ada kesulitan, tangisan, kesulitan atau hal-hal yang membuat stress karena permasalahan sehari-hari. Tidak ada lagi penyakit, tidak perlu lagi pendidikan, dan uang tidak diperlukan sebab itu hanya berlaku di dunia sini. Namun, harapan-harapan akan kehidupan mendatang bisa membuat orang percaya larut dalam dunia sana dan melupakan dunia sini. Itulah gambaran yang dapat ditangkap dari sebagian orang yang percaya kepada Tuhan sebelum Reformasi, abad ke-16. Sebelum era Reformasi sebagian orang-orang percaya memilih tinggal di biara. Mereka melakukan askese. Mereka menahan diri. Mereka menahan nafsu-nafsu badani secara sistematis. Mereka mendisplinkan diri baik dari makanan, tidur, dan istirahat dan aktifitas-aktifitas yang dapat membuat mereka berdosa. Mereka mengasingkan diri. Mereka cenderung memilih berdoa, memuji Tuhan, dan merenungkan arti hidup sepanjang hari. Mereka melakukan askese, tetapi melarikan diri dari tanggung-jawab dunia. Orang percaya sebelum era Reformasi bersikap demikian karena melihat bahwa di dunia ini terlalu banyak yang tidak benar; banyak hal-hal yang tidak becus sehingga mereka menutup diri. Mereka tidak mau terlibat dengan aktifitas dunia sebab bila mereka terlibat, aktifitas itu akan menambah dosa dan membuat mereka semakin jauh dari tujuan perjalanan rohani mereka. Kaum Puritan mengoreksi sikap ini. Bila para biarawan dan biarawati tinggal di biara dan tidak terlibat dengan kehidupan duniawi, kaum Puritan tetap melakukan askese. Kaum Puritan menahan diri dari nafsu-nafsu badani. Mereka mendisplinkan diri baik dari makanan, tidur, dan istirahat dan aktifitas-aktifitas yang membuat mereka berdosa. Yang membedakan adalah orang-orang Puritan aktif di dunia. Orang-orang Puritan tetap punya displin yang tinggi. Mereka menahan dan mengontol diri. Perilaku-perilaku mereka rasional dan sistematis. Mereka aktif berkarya di dunia. Mereka menolak aksese dunia sana. Mereka tidak berhenti hanya memikirkan surga. Mereka tetap melakukan aktifitas-aktifitas rohani seperti berdoa, membaca Firman secara teratur, memuji Tuhan, mengikuti ibadah minggu, bersaat teduh, tetapi mereka tidak berhenti pada aktifitas-aktifitas itu saja. Mereka ikut terlibat aktif membenahi dan memperbaiki keadaan sehari-hari melalui karya-karya mereka. Mereka eksis untuk memperbaiki dunia ini sebab kepada merekalah tugas itu diberikan. Jadi, selain memikirkan hal-hal surgawi, kaum Puritan memikirkan dunia ini. Mereka membuat keseimbangan antara iman dan perbuatan. Konsep perbuatan mereka kembangkan sampai ke semua bidang pekerjaann (professi). Aktifitas mereka di dunia menjadi panggilan yang unik; pekerjaan mengambil tempat yang sangat penting dalam kehidupan orang-orang Puritan. Renungan: - Perhatikanlah pola makan, pola tidur, pola konsumsi Anda? Bila berlebihan, kurangilah pola makan, pola tidur, dan pola konsumsi Anda tanpa mengurangi aktiftas Anda?
- Belanjakanlah uang Anda seperlunya dan menabunglah lebih banyak. Ini bisa menjadi salah satu bentuk askese yang baik.
Artikel Terkait:
Pekerjaan, Dunia Kerja & Visi Indonesia Raya Hampir 70% waktu tersita untuk beraktifitas, dan yang paling banyak menyita waktu adalah pekerjaan. Oleh karena itu, pekerjaan merupakan topik yang sangat penting dalam hidup. Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Ketika Memilih Pekerjaan Sekalipun sulit memilih pekerjaan sesuai bakat, saran berikut dapat Anda pertimbangkan. Pertama, kenalilah diri Anda terutama potensi, bakat dan talenta Anda. Tips Wawancara: Perhatikanlah Kelima Hal Ini Sebelum Mengangkat Seseorang Menjadi Pekerja di Perusahaan Anda Ada lima tips wawancara yang patut diperhatikan agar perusahaan Anda maju. Contoh Uraian Jabatan Reservoir Engineer di Perusahaan Minyak Berikut adalah contoh uraian jabatan (job description) yang bisa Anda modifikasi untuk kebutuhan perusahaan Anda. Melakukan Evaluasi Jabatan di Perusahaan Dengan melakukan evaluasi jabatan, estimasi nilai/bobot dari sebuah pekerjaan dapat diketahui, yang selanjutnya dapat digunakan untuk menentukan golongan jabatan dan gaji pokok seorang pekerja. Metode Evaluasi Jabatan: Sepuluh (10) Faktor yang Dipehitungkan Ada 4 faktor besar untuk mengevaluasi jabatan: pengetahuan, usaha, kondisi kerja, dan tanggung-jawab. Bagaimana Gaji Pokok Anda Ditentukan Gaji pokok biasanya ditentukan berdasarkan uraian tugas dan skala gaji yang berlaku di perusahaaan. Delapan Saran untuk Pemegang SahamSebagai Pemegang Saham, posisi Anda sangat vital dalam menentukan masa depan dunia kerja dan bisnis di republik ini. Inilah beberapa langkah yang dapat Anda pertimbangkan untuk memperbaikinya. Doktrin Pembuktian Mensinkronkan keyakinan dengan perbuatan bukanlah perkara mudah, tapi Kaum Puritan mampu melakukannya. Mereka membuktikan diri sebagai orang yang percaya kepada Tuhan lewat pekerjaannya. Pekerjaan Sebagai Panggilan Panggilan harus diraih dan dilakukan dengan usaha-usaha yang serius dan keras. Pekerjaan Apa yang Menarik bagi yang Telah Mencapai Usia Pensiun? Apa yang Anda kerjakan pada usia pensiun? Mungkin Anda masih akan terus mengerjakan pekerjaan yang sama. Bagaimana kalau Anda melakukan sesuatu yang berbeda? Dari Askese Aktif ke Halaman Depan Situs Putra-Putri Indonesia memfasilitasi terbentuknya manusia Indonesia yang seutuhnya.
Berlangganan Putra-Putri-Indonesia.com
Sebelum Anda meninggalkan Putra-Putri-Indonesia.com, silahkan meninggalkan alamat e-mail dan nama Anda. Ini hanya digunakan untuk mengirimkan e-magazine secara berkala kepada Anda.
|