Bekerja Secara Rasional:
Sebuah Panggilan

Bekerja secara rasional hanya mungkin terjadi pada mahluk rasional. Siapa lagi kalau bukan manusia. Binatang tidak memiliki hal ini dan tidak akan pernah memiliki ini dengan alasan Teori Evolusi sekalipun.

Salah satu perbedaan penting antara manusia dan binatang adalah dalam hal berpikir.

Binatang mempunyai otak, tetapi binatang tidak bisa berpikir. Binatang tidak mempunyai kapasitas untuk memahami ciptaan; binatang tidak mempunyai kemampuan untuk memikirkan prinsip-prinsip yang mengatur alam, tetapi manusia mempunyai kapasitas itu. Manusia mampu memikirkan dirinya samapai pada batas tertentu; ia juga mampu mengenal alam sekitarnya bahkan mampu mengenal sang Pencipta sebatas yang diizinkan oleh sang Pencipta.

Yang mirip manusia hanya malaikat, yang mampu berpikir sekalipun tidak memiliki otak.

Kemampuan berpikir ini melekat pada diri manusia, yang memang dicipta untuk mengelola bumi dengan baik dan melestarikannya, bukan merusaknya. Seharusnya tidak ada banjir yang menghancurkan persawahan atau perumahan seperti yang sering terjadi di negeri ini. Hutan tidak dibabat habis. Alam tidak dirusak, tetapi dirawat dengan baik agar terus dalam keseimbangan.

Bukan hanya untuk mengelola dan memelihara saja, tapi juga kemampuan berpikir manusia ditujukan untuk mengembangkan bumi.

Manusia diberi mandat untuk mengusahakan tanah agar memberikan hasil yang lebih baik dari sebelumnya, mengusahakan agar ciptaan lainnya lebih baik dari sebelumnya, dan meningkatkan keindahan alam sampai mencapai keindahan terbaik.

Untuk mengelola, melestarikan dan mengembangkan bumi, manusia harus bekerja secara rasional untuk menemukan rahasia-rahasia ciptaan. Bumi maupun alam semesta memang menyimpan banyak rahasia alam; banyak prinsip-prinsip yang mengatur alam yang harus ditemukan oleh manusia. Bahwa bumi dan planet-planet berputar pada orbitnya- ada hukum yang mengaturnya. Bidang Fisika, Kimia, Biologi, Matematika dan bidang-bidang lain mempunyai prinsip-prinsipnya sendiri. Bahkan seni sekalipun mempunyai prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Namun, prinsip-prinsip ini tidak dipaparkan begitu gamblang kepada manusia. Tidak semua prinsip-prinsip itu terlihat jelas. Manusia bisa melihat matahari bergerak dari Timur ke Barat, tetapi manusia tidak bisa melihat prinsip-prinsip yang mengatur gerakan itu. Manusia bisa melihat batu jatuh dari atas ke bawah, tetapi ia tidak bisa melihat prinsip yang mengaturnya.

Manusia harus mencari prinsip-prinsip itu dan menemukan hukum-hukum yang mengatur alam semesta.

Kehadiran sosok seperti Isaac Newton, Michael Faraday, Georg Ohm, Thomas Alva Edison, Albert Einstein, dan Gregor Mendel dan sosok-sosok lain telah memecahkan teka-teki alam. Mereka menemukan rahasia-rahasia alam. Mereka bekerja dengan akal; mereka bekerja secara rasional. Mereka mencari, menggali dan menemukan prinsip-prinsip ini bukan dengan perasaan atau jampi-jampi atau bertanya kepada dukun, tetapi mereka menemukannya dengan rasionya.


Manusia memang dituntut untuk menggunakan akal sebaik mungkin untuk menemukan prinsip-prinsip yang mengatur alam semesta. Bukan hanya itu saja, manusia dituntut untuk mencari relasi antara prinsip yang satu dan yang lainnya dan prinsip-prinsip yang mengikat bidang yang satu dengan bidang yang lain. Bahkan pada tahapan yang tertinggi, manusia dituntut untuk mencari prinsip yang menopang seluruh alam semesta.

Manusia memang harus bekerja sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Tuhan. Seluruh prinsip ataupun hukum yang ditetapkan oleh Tuhan harus ditaati; baik itu hukum yang terkandung dalam alam maupun yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa kepada manusia.

Bekerja dengan mentaati hukum-hukum yang telah ditetapkan- inilah salah satu makna dari bekerja secara rasional. Hukum-hukum alam dihormati dan diikuti; prinsip-prinsip tidak diabaikan. Apakah itu di bidang Fisika, Kimia, Biologi, Matematika, Kedokteran, Pendidikan, Hukum, Ekonomi, Politik, dan bidang-bidang lainnya- prinsip-prinsipnya dihargai dan dipatuhi terlebih-lebih hukum yang mengatur relasi antara manusia dengan Tuhan yang Maha Esa. Hanya dengan demikian, manusia mengusir malapetaka dari dirinya, orang lain dan umat manusia.

Renungan:

  • Menurut Anda, bagaimana bekerja secara rasional?
  • Hukum-hukum alam mana saja yang terkait dengan pekerjaan Anda?
  • Sejauh mana Anda menghormati hukum-hukum itu dalam pekerjaan Anda?


Link Terkait

Pengertian Etos Kerja

Etos Kerja Dipengaruhi oleh Keyakinan

Etos Kerja Pancasila

Tips Menanam Benih Etos Kerja Unggul dalam Hidup Pribadi

Rasa Tanggung Jawab yang Semakin Langka

Bekerja Secara Sistematis Merupakan Tuntutan dalam Etos Kerja Unggul

Bekerja Secara Rasional: Sebuah Panggilan

Kontemplasi Aktif

Makan Enak atau Tidur Nyenyak: Pilih Mana?


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.