Bagaimana Masa Depan Budaya Lokal dalam Dinamika Perubahan Zaman
Ancaman terhadap Budaya LokalSejarah telah memberikan pelajaran bahwa budaya berubah. Beberapa budaya besar seperti budaya Sumerian, budaya Mesopotamia, budaya Mesir Kuno, budaya Babilonia, dan budaya Romawi telah tergusur. Dulu eksis, tapi sekarang kita hanya bisa melihat peninggalannya di museum. Piramid-piramid dari budaya Mesir Kuno masih eksis, namun apakah piramid yang sama dapat dibuat oleh umat manusia? Hanya budaya Yunani, budaya Cina, budaya Hindu, budaya Buddha, budaya Islam, dan budaya Barat yang masih eksis. Budaya ini pun masih akan diuji oleh waktu; sejauh mana budaya-budaya ini akan terus bertahan. Maju mundurnya atau timbul tenggelamnya satu budaya termasuk budaya lokal tergantung pada perubahan yang terjadi dalam masyarakatnya. Ini dipengaruhi oleh nilai-nilai dan pandangan hidup atau sistem kehidupan yang tumbuh subur dalam masyarakatnya. Perubahan dalam masyarakat merupakan hasil dari 'pertemuan' nilai-nilai. Ada 'interaksi' antara nilai yang satu dan nilai yang lain'; ada 'dialog' antara pandangan hidup yang satu dan pandangan hidup yang lain. Ada ujian terhadap masing-masing sistem kehidupan. Masyarakat akan berpikir dan bertindak sesuai dengan nilai, pandangan hidup atau sistem kehidupan yang diterima. Tindakannya merupakan pancaran dari nilai, pandangan hidup dan sistem kehidupan yang diterima. Bagaimana masyarakat berpikir, bertindak, bekerja, menggunakan waktu, berkeluarga, berkehidupan sosial, bertetangga, dan melakukan aktifitas lainnya- ini semua merupakan gambaran dari nilai-nilai yang diterima masyarakat. Namun, perubahan dalam masyarakat tidak dapat lepas dari perubahan yang terjadi dalam unit masyarakat yang terkecil, yaitu keluarga. Bila dirinci, ini tidak lepas dari perubahan dalam tiap individu. Perubahan dalam individu merupakan induk dari perubahan masyarakat. Bila individu berubah- ini bisa memicu perubahan dalam masyarakat dan perubahan budaya termasuk budaya lokal. Individu yang terus berubah ke arah yang lebih baik akan menjadi manusia yang utuh. Ia menjadi sosok manusia yang bekerja dengan rasa tanggungjawab, mengerjakan pekerjaan sesuai bakat, bekerja secara rasional, bekerja secara sistematis, bekerja efisien, bekerja keras, bekerja dengan rajin, bekerja dengan tekun, bekerja dengan pengharapan, dan bekerja dengan rasa cinta kepada Tuhan dan sesama. Lambat laun ia mempengaruhi orang-orang di sekelilingnya bahkan berpotensi untuk mempengaruhi masyarakat. Jadi, perubahan individulah sebagai dasar perubahan masyarakat. Perubahan yang terjadi pada masyarakat akan mempengaruhi budaya. Ini akan mempengaruhi aspek-aspek kehidupan yang lain. Tidak mengherankan bila budaya-budaya lokal mengalami perubahan. Ini saya lihat sendiri dalam masyarakat Batak. Ada banyak perubahan terjadi dalam masyarakat dan budayanya. Salah satu contoh yang terjadi di kota adalah bahwa mayoritas putra-putri Batak yang lahir dan besar di kota tidak bisa berbahasa daerah. Tulisan-tulisan dalam bahasa Batak minim dan kalah bersaing dengan tulisan-tulisan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Itu fakta. Apakah budaya lokal akan bertahan di masa-masa mendatang? Apakah budaya Jawa, budaya Batak, budaya Sunda, dan budaya lainnya akan bertahan? Putra-putri Indonesia tidak perlu kuatir kalau terjadi perubahan dalam budaya nasional. Bahkan kalaupun budaya daerah tergusur, kita tidak perlu kuatir selama nilai-nilai yang unggul diterima dan berkembang dalam masyarakat lokal. Tidak ada hukum bahwa budaya 'kecil'l harus terus bertahan atau dipelihara. Masyarakat yang menerima nilai-nilai yang lebih tinggi akan menghadirkan budaya-budaya yang sesuai dengan nilai-nilai yang diterima. Ini prinsip yang tidak dapat dibantah. Masyarakat yang mau maju akan semakin terbuka terhadap nilai-nilai yang tinggi. Masyarakat yang demikian lambat laun akan meninggalkan nilai-nilai yang 'kurang bermutu'. Dengan kata lain, budaya yang berdasarkan pada nilai-nilai 'kebenaran yang parsial' tidak dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Perubahan budaya - apakah itu budaya besar ataupun budaya lokal- merupakan konsekuensi dari benturan nilai-nilai antara budaya yang 'lebih tinggi' dengan 'budaya yang lebih rendah.' Hal yang perlu direnungkan adalah sejauh mana kita mau menerima nilai-nilai dari budaya yang lebih tinggi dan memprakttekannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini merupakan sebuah 'petualangan.'
Artikel Terkait:
Mengenal Defenisi Budaya Ada tiga unsur budaya yang penting: ide atau gagasan, tindakan, dan produk. Benturan Budaya Nasional dengan Budaya Luar Benturan budaya tak terelakkan. Diperlukan jiwa yang besar bila suatu saat nilai-nilai budaya kecil akan tersisih oleh karena hadirnya nilai-nilai dari budaya luar. Bagaimana Menilai Budaya Ada tiga opsi untuk menilai budaya. Pertama adalah dengan menggunakan dasar negara kita, yaitu Pancasila. Memutus Tradisi Berumur-800-Tahun Memutus tradisi berumur-800-tahun bisa mengundang tanda tanya. Ada apa dibalik pemutusan tradisi itu? Ini bisa terjadi pada budaya lokal. Berakhirnya Tradisi-Ribuan-Tahun Berakhirnya tradisi ribuan tahun bisa mengundang tanda tanya. Pertama, apa yang membuat tradisi bertahan begitu lama? Kedua, apa yang membuat tradisi itu berakhir? Dari Budaya Lokal ke Halaman Depan (Home)
|