Memilih Calon Suami atau Isteri: Tips Bagi yang Mau Menikah

Artikel Memilih Calon Suami atau Isteri ini adalah lanjutan dari artikel Memilih Calon Pasangan Hidup: Tips bagi yang Mau Menikah (Tips No. 1 s/d No. 4). Berikut adalah tips selanjutnya. 

"Isteri Taat Suami; Suami Sayang Isteri."

Kelima, bila Anda berkeluarga kelak, taatlah pada suami Anda atau sayangilah isteri Anda. Ini mutlak. Suami Anda adalah imam di keluarga Anda bahkan merupakan representasi Allah dalam keluarga Anda. Isteri yang tidak taat pada suaminya akan menuai kehancuran keluarga. Banyak keluarga retak dan tidak harmonis dan akhirnya tidak mendapatkan kebahagian karena masalah yang satu ini. Ini prinsip dari 'Langit' dan Anda tidak dapat mengabaikannya bila Anda mau mendapatkan kebahagiaan.

Sekalipun sikap suami Anda nantinya tidak baik, tetaplah menunjukkan sikap hormat terhadap kepada suami Anda. Jangan sekali-sekali melawannya atau membantahnya. Anda sebagai isteri harus tetap taat pada suami Anda apalagi kalau suami Anda bukan orang jahat. Itu sebabnya, saya sarankan Anda untuk mengambil kursus berbicara sebelum Anda menikah sehingga Anda memahami prinsip-prinsip berkomunikasi dalam keluarga, khususnya terhadap calon suami/isteri Anda.

Ada kemungkinan Anda sebagai isteri punya penghasilan lebih besar. Bisa saja oleh karena inteligensi atau karena rezeki, Anda mungkin mempunyai penghasilan yang lebih besar dari calon suami Anda. Tetaplah Anda taat pada suami Anda sekalipun Anda mempunyai penghasilan lebih besar. Jangan sekali-sekali Anda merendahkan suami Anda hanya karena suami Anda mempunyai penghasilan yang lebih kecil. Bahkan pada saat suami Anda pun kehilangan pekerjaan atau PHK, tetaplah tunjukkan sikap hormat pada suami Anda. Ingatlah bahwa suami Anda selama ini menanggung kebutuhan keluarga Anda. Tidak ada alasan untuk tidak respek kepada suami Anda pada saat suami Anda tidak punya penghasilan. Bantulah suami Anda agar ia dapat bekerja kembali.

Ke-enam, belanjakanlah uang seperlunya. Apakah Anda punya penghasilan relatif sedikit atau relatif banyak, tetaplah mempunyai konsep yang moderat terhadap uang. Uang sering menjadi pemicu permasalahan dalam keluarga. Bila suami sudah bekerja keras dan isteri menghabiskannya dalam waktu yang singkat, ini akan membuat masalah dalam keluarga Anda. Belanjakanlah uang untuk yang perlu saja. Hindarilah membeli barang-barang yang sifatnya luxury. Banyak rumah diisi dengan barang-barang yang tidak dipakai. Mulai dari piring, gelas, sendok makan, sendok garpu sampai lusinan pada hal yang dibutuhhan mungkin hanya satu atau dua lusin saja. Begitu juag dengan pakaian dan beragam barang yang tidak begitu perlu. Bila Anda membelanjakan uang terhadap barang-barang yang tidak dipakai, rumah Anda akan menjadi gudang; membuat suasana rumah Anda menjadi tidak nyaman.

Ketujuh, seringlah mengambil waktu untuk membicarakan hal-hal serius, khususnya bagaimana membangun relasi yang lebih intim dengan pasangan hidup Anda (calon suami/isteri Anda). Sering suami isteri  membicarakan hal yang serius ketika masalah besar sudah terjadi. Diskusikanlah hal-hal yang mungkin terjadi termasuk hal-hal yang buruk sekalipun. Bila secepat mungkin ini dapat Anda lakukan, Anda akan menyelamatkan keluarga Anda dari masalah-masalah relasi anatar suami dan isteri di masa-masa mendatang. Apakah itu masalah seksual affair, pendidikan anak atau keuangan ini perlu Anda bahas dengan calon pasangan hidup Anda nantinya.

Kedelapan, kembangkanlah kebiasaan membaca dalam keluarga. Kehidupan keluarga sebenarnya sederhana. Tidak banyak aktiftas yang menyita pikiran dalam keluarga. Bangun pagi, membersihkan rumah, mandi, sarapan pagi, pergi ke kantor, makan malam, tidur dan aktifitas lainnya. Tidak banyak yang mungkin dibicarakan dari aktifitas-aktitas ini kecuali bagaimana Anda 'tidur' dengan pasangan hidup Anda. Jadi, kebiasaan membaca akan membantu Anda untuk menciptakan topik-topik yang akan mengisi percakapan Anda dengan pasangan hidup Anda. Anda bisa memulainya dengan topik Filsafat yang ringan. Karya Jostein Gaarder, Sohie's World misalnya, dapat Anda baca untuk membantu Anda mengenal sejarah pemikiran selama 2500 tahun dan Filsafat adalah salah satu topik yang sangat menarik di mana Anda dan pasangan hidup Anda dapat berdiskusi dengan begitu menarik dan dalam.

Kesembilan, Anda hanya sementara tinggal di dunia ini. Suatu saat Anda turun ke liang kubur. Apakah itu karena usia tua, kecelakaan tiba-tiba atau  sakit, suatu saat Anda akan meninggalkan dunia ini. Semua yang Anda capai termasuk harta, ketenaran atau publisitas- ini akan Anda tinggalkan dan tidak akan Anda bawa apa-apa ke liang kubur. Oleh sebab itu, persiapkanlah keluarga Anda menyongsong masa-masa kematian. Hal-hal yang bersifat materi seperti uang harta Anda tempatkan pada proporsinya; Utamakanlah relasi Anda dengan calon suami/isteri Anda dan juga dengan orang lain, khususnya relasi Anda dengan pencipta Anda, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Cepat atau lambat, Anda akan  memberikan pertanggungjawaban atas tindakan yang Anda perbuat selama hidup Anda di dunia ini.

Kami harap tips ini dapat mempersiapkan Anda untuk memasuki keluarga baru Anda.  

Bagaimana Memilih Calon Pasangan Hidup (Tips No. 1 s/d 4)


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Memilih Calon Pasangan Hidup  (Tips No. 1 s/d 4)

Konsep Poligami

Bagaimana Menyikapi Suami Poligami?