Bagaimana Membangun Etika Bisnis
di Organisasi?

Oleh: Judika Malau - Trainer, Motivator & Konsultan Bisnis

Membangun etika bisnis di organisasi merupakan tugas yang penting dan menarik. Tanpa etika  yang kuat sulitlah sebuah organisasi untuk bertahan. Sudah pasti organisasi itu akan bangkrut kalau etika yang lemah dibiarkan terlebih-lebih dibudayakan. Bukan hanya itu saja, orang-orang yang bekerja di organisasi itu sebenarnya menyia-nyiakan hidupnya; ia membuang waktunya yang paling berharga yang seharusnya dapat ia gunakan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat bagi orang lain termasuk dirinya.

Anda dan saya sudah sama-sama tahu bagaimana situasi di negeri ini. Anda barangkali bisa melihatnya sendiri di perusahaan Anda. Sudah tidak mengherankan lagi kalau KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) merajalela di republik ini. Kita sendiri pun sering sulit menolak godaan untuk bermain karena kesempatan yang lewat. Karena etika di negeri ini begitu lemah, khususnya karena 'penyakit KKN' sudah berurat berakar, penegakan etika sangat penting. 

Untuk memberikan gambaran makro kepada Anda, baiklah saya kutip defenisi etika.

Etika menurut Webster's Dictionary, adalah "the study of standards of conduct and moral
judgement; moral philosophy; the system or code of moral of a particular
person, religion or groups, etc."

Pada prinsipnya, etika termasuk etika bisnis adalah tentang nilai-nilai moral. Kalau sudah tentang nilai- ini berarti sudah menyangkut banyak hal. Bukan lagi sekedar korupsi, kolusi dan nepotisme, tetapi sudah menyangkut sikap kepada sesama, sikap terhadap alam, bahkan sikap terhadap Pencipta.

Saya pikir kita perlu melihat semua cakupan etika ini; bukah hanya sisi dari KKN-nya saja sebab bagaimanapun nilai itu saling terkait. Kalau sebuah nilai sudah berkembang dalam sebuah organisasi- ini akan memberikan pengaruh kepada nilai yang lain. Sulit sebuah nilai tertentu bertumbuh tanpa mempengaruhi nilai yang lain. Ibarat tubuh, kalau satu bagian tubuh sakit- itu berpengaruh kepada tubuh yang lain bahkan mempengaruhi seluruh tubuh bahkan bisa menyentuh sampai jiwa.

Etika itu sendiri sudah ada tertanam dalam hati kita masing-masing. Secara alami, nilai-nilai  itu hidup dalam diri kita.

Perasan malu misalnya, merupakan salah satu yang umum dalam seluruh umat manusia. Kalau Anda membuat kesalahan, Anda akan sadar dan merasa malu kalau Anda melakukan kesalahan itu untuk pertama kalinya. Kalau perasaan ini terus dipelihara, perasaan malu itu akan terus muncul setiap Anda melakukan kesalahan. Jadi, tidak perlu sebenarnya kita jauh-jauh mencari di mana sumber etika.

Karena pikiran sudah terkolusi dari zaman ke zaman, maka nilai-nilai itu tertekan. Ada yang menghalanginya sehingga nilai-nilai etika terhimpit. Misalnya, ketika perasaan bersalah atau perasaan malu tidak lagi dihiraukan atau peringatan hati nurani tidak lagi dihiraukan, maka  hati dan pikiran mulai tersisih. Diri kita sendiri yang menyisihkannya. Dan bila terus menerus ini dipojokkan, hati nurani bisa seperti penonton setiap kita berbuat kesalahan. Makin lama suara hati nurani makin redup. Bukan ia tidak bersuara, tetapi telinga kita mulai tidak mampu mendengar peringatannya. Bila terus menerus ia diabaikan, hati nurani kita pun mungkin akan bosan memberi peringatan. Makin lama hati nurani makin 'malas' bersuara. Ia mungkin sekali-sekali akan bersuara, tetapi karena ia ditekan terus, suaranya makin lama makin tak terdengar.

Bagaimana Membangun Etika Bisnis?

Terus terang begitu banyak yang dipikirkan dan dikerjakan untuk membangun etika di organisasi? Di halaman ini, saya hanya menuliskan beberapa saja. Pertama, mulailah dari diri Anda sendiri. Mulailah mengenal diri Anda dan sangat baik kalau sampai bisa Anda menanyakan untuk apa Anda hidup dan merumuskan apa tujuan hidup Anda. Kalau Anda jawab ini dengan serius, Anda paling tidak bisa menemukan jalan yang akan Anda tempuh. Pikiran dan hati nurani Anda juga akan memberikan signal-signal kepada Anda. Ibarat, lampu lalu lintas di persimpangan jalan, ada lampu merah, lampu hijau dan lampu kuning. Hati nurani akan menuntun Anda untuk memberikan mana jalan yang berbahaya, mana jalan yang harus Anda tempuh dan jalan mana yang Anda perlu  bersikap hati-hati.

Kedua, mulailah mendeteksi etika apa yang paling sering Anda abaikan. Kalau Anda misalnya, tidak tahan akan godaan uang 'siluman', ada baiknya Anda membuat studi tentang uang sebab uang merupakan topik yang begitu mempengaruhi siapapun di dunia ini. Begitu kuatnya pengaruh uang dalam hidup seseorang, para nabi menyandingkannya dengan Tuhan. Bagi manusia, hanya ada dua pilihan- uang atau Tuhan.
 
Seperti yang sudah saya katakan di atas, banyak topik yang harus dibahas kalau kita mau membangun etika di organisasi. Organisasi juga harus mengerjakan sesuatu. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan etika bisnis kepada pekerja sementara organisasi sendiri tidak memberikan  wadah bagaimana 'menumbuhkan'  etika yang baik di perusahaan. (JM)


SEMINAR: BUSINESS ETHICS & DECISION MAKING
 08.00 - 17.00, Jadwal Jakarta, Jadwal Bekasi - Cikarang
  Dreamtel Hotel Menteng-Jakarta; Zuri Express Hotel Lippo Cikarang
   0813-1141-8800; 0813-1122-1148
       info@business-excellence-luminance.co.id

Training Information Form

Please note that all fields followed by an asterisk must be filled in.

Please enter the word that you see below.

  



Dari Etika Bisnis ke Halaman Depan

Dari Etika Bisnis ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

JADWAL TRAINING

Business Ethics & Decision Making

Thinking with Six Hats

Lateral Thinking

Luminance of the Mind

Habits of the Mind