Etika Menonton di
Aula Simfonia Jakarta

Etika menonton di konser hall bertaraf internasional memang berbeda dengan menonton konser secara umum. Kalau pada pagelaran lagu-lagu pop, kapan saja kita bisa masuk. Tidak demikian, kalau Anda menonton di konser hall.

Anda tidak diperkenankan datang terlambat. Bila terlambat, Anda harus menunggu sampai pada waktu istirahat pertama. Pada pagelaran lagu-lagu pop, kapan saja penonton bisa tepuk-tangan. Tidak demikian kalau menonton di konser hall. Ada waktunya kapan tepuk tangan.

Sejak Oktober 2009, di Jakarta sudah hadir konser hall Aula Simfonia Jakarta yang bertaraf internasional. Lokasinya di Jl. Industri Blok B 14 Kav 1, Kemayoran, Jakarta Pusat 10720.

Berikut adalah etika menonton di Aula Simfonia Jakarta, yang bisa jadi referensi buat Anda.

Pertama, usahakanlah berpakaian serapih mungkin. Berpakaianlah seolah-olah Anda mau menghadiri resepsi atau pesta.

Pria berpakaian jas atau batik; sedangkan wanita berpakaian long dress atau batik. Berpakaian demikian akan mempopulerkan busana nasional.

Kedua, hadirlah setengah jam lebih awal dari jadwal pertunjukan. Bila terlambat, Anda tidak akan diizinkan masuk ke konser hall. Anda harus menunggu sampai ada rehat.

Ketiga, pergilah ke toilet sebelum pertunjukan dimulai.

Durasi pertunjukan musik klasik bisa memakan waktu sampai 2 1/2 jam. Paling pendek 1 1/2 jam. Sekalipun selalu ada istirahat 15 menit di tengah-tengah pertunjukan, usahakanlah ke toilet agar Anda nyaman ketika sedang menonton.

Keempat, duduklah sesuai dengan nomor tempat duduk tertera di tiket Anda.

Nomor tempat duduk sudah tertera pada tiket. Duduklah sesuai dengan nomor tempat duduk di tiket Anda. Sekain itu, tidak diizinkan berjalan-jalan di konser hall ketika pagelaran sedang berlangsung karena bisa mengganggu konsentrasi pemain maupun penonton.

Kelima, dilarang berbicara atau berbisik-bisik selama pertunjukan.

Pertunjukan musik klasik tidak seperti pertunjukan lagu pop atau dang dut yang bisa secara bebas berekspressi, menggoyang tubuh, bernyanyi atau berteriak sesukanya.

Etika menonton pagelaran musik klasik di konser hal tidak mengizinkan Anda untuk bertindak demikian agar tidak mengganggu konsentrasi orang lain.

Keenam, dilarang membawa makanan ke ruang konser hall.

Ruang konser hall terbuat dari kayu-kayu yang mahal. Usahakanlah untuk tidak membuang makanan, botol minuman atau permin karet di tempat duduk atau lantai. Jagalah agar ruang konser hall tetap bersih.

Ketujuh, sebelum pertunjukan dimulai, matikanlah blackberry, handphone, atau alat-alat elektronik Anda.

Pertunjukan musik klasik akan terganggu bila ada suara lain. Akustik di ruangan begitu bagus sehingga suara sekecil apapun bisa terdengar.

Kedelapan, jangan mengambil gambar atau merekam ketika pertunjukan sedang berlangsung.

Semua gambar dan suara selama pertunjukan adalah milik Aula Simfonia Jakarta. Copy right atas pertunjukan adalah milik Aula Simfonia Jakarta.

Selain itu, perlu juga dipelihara agar para performer kelas dunia tetap mau mengadakan pertunjukan di Aula Simfonia Jakarta karena etiket menonton di aula ini terpelihara. Bila Anda mau mengambil gambar, ambillah sebelum atau sesudah pertunjukan selesai.

Anda tidak diizinkan mengambil gambar ketika pertunjukan karena alasan copy right. Selain itu, mengambil gambar ketika pertunjukan sedang berlangsung akan mengganggu dan memecah konsentrasi pemain musik atau penyanyi.

Kesembilan, berilah appresiasi berupa tepuk tangan setelah
pertunjukan selesai.

Ini etika menonton yang kurang diperhatikan. Ada waktunya memberi tepuk tangan. Umumnya, tepuk tangan diberikan pada setiap akhir pertunjukan.

Misalnya, bila dalam buku acara ada tertulis

Symphony No. 41 in Major, K.551 "Jupiter" W. A Mozart (1756-1791)

  • Allegro vivace
  • Andante cantabile
  • Menuetto
  • Molto allegro,

maka Anda memberikan appresiasi atau tepuk tangan setelah lagu iv selesai. Bila hanya ada satu karya musik, Anda memberikan appresiasi pada akhir lagu. Hal yang sama berlaku pada setiap pertunjukan oratorio.

Kesepuluh, berilah 'standing ovation' pada akhir seluruh pertunjukan.

Dibutuhkan waktu yang lama untuk berlatih. Ada yang memerlukan waktu 6 bulan bahkan setahun untuk latihan. Ini tergantung dari kesulitan lagu. Berilah 'standing ovation' kepada seluruh pemain musik dan koor di akhir acara untuk memberi semangat agar mereka terus mempertahankan mutu pertunjukan bahkan meningkatkannya.

Itulah etika menonton pertunjukan musik klasik di konser hal bertaraf internasional. Selamat menikmati pertunjukan di Aula Simfonia Jakarta.

Link Terkait

Apa Itu Etika Pancasila?

Menghormati Orang Tua: Salah Satu Pilar-Etika Terpenting untuk Sesama

Etika Meminjam Uang kepada Orang Lain

Etika Konfusianisme: Perkenalan

Dominasi Falsafah Pragmatisme dalam Dunia Kerja

Etika Menonton di Aula Simfonia Jakarta

Pagelaran Musik Klasik di Aula Simfonia Jakarta



Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.