Etika Menonton di Aula Simfonia Jakarta
Etika MenontonSalah satu indikator bahwa satu negara mempunyai peradaban maju adalah melihat appresiasinya terhadap seni. Negara-negara Barat, Jepang termasuk Australia, Singapore, Taiwan, Cina, Malaysia telah menunjukkan apresiasi yang cukup besar terhadap seni. Hadirnya konser hall bertaraf internasional merupakan bukti dari appresiasi itu. Sejak Oktober 2009, di Jakarta sudah hadir konser hall bertaraf internasional, yang berlokasi di Jl. Industri, Kemayoran. Anda yang tinggal di Jakarta atau kota-kota lain tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk menonton pagelaran musik klasik. Anda bisa menontonnya di Aula Simfonia Jakarta.
Karena pagelaran musik klasik di konser hall bertaraf internasional masih baru di republik ini, berikut adalah etika menonton di Aula Simfonia Jakarta, yang bisa jadi referensi buat Anda.Pertama, usahakanlah berpakaian serapih mungkin. Berpakaianlah seolah-olah Anda mau menghadiri resepsi atau pesta. Pria berpakaian jas atau batik; sedangkan wanita berpakaian long dress atau batik. Berpakaian demikian akan mempopulerkan busana nasional. Kedua, hadirlah setengah jam lebih awal dari jadwal pertunjukan. Bila terlambat, Anda tidak akan diizinkan masuk ke konser hall. Anda harus menunggu sampai ada rehat. Tidak diizinkan berjalan-jalan di konser hall ketika pagelaran sedang berlangsung karena bisa mengganggu konsentrasi pemain maupun penonton. Ketiga, pergilah ke toilet sebelum pertunjukan dimulai. Durasi pertunjukan musik klasik bisa memakan waktu sampai 2 1/2 jam. Paling pendek 1 1/2 jam. Sekalipun selalu ada istirahat 15 menit di tengah-tengah pertunjukan, usahakanlah ke toilet agar Anda nyaman ketika sedang menonton. Keempat, duduklah sesuai dengan nomor tempat duduk tertera di tiket Anda. Nomor tempat duduk sudah tertera pada tiket. Duduklah sesuai dengan nomor tempat duduk di tiket Anda. Kelima, dilarang berbicara atau berbisik-bisik selama pertunjukan. Pertunjukan musik klasik tidak seperti pertunjukan lagu pop atau dang dut yang bisa secara bebas berekspressi, menggoyang tubuh, bernyanyi atau berteriak sesukanya. Etika menonton pagelaran musik klasik di konser hal tidak mengizinkan Anda untuk bertindak demikian agar tidak mengganggu konsentrasi orang lain. Keenam, dilarang membawa makanan ke ruang konser hall. Ruang konser hall terbuat dari kayu-kayu yang mahal. Usahakanlah untuk tidak membuang makanan, botol minuman atau permin karet di tempat duduk atau lantai. Jagalah agar ruang konser hall tetap bersih. Ketujuh, sebelum pertunjukan dimulai, matikanlah handphone, pager atau alat-alat elektronik Anda. Pertunjukan musik klasik akan terganggu bila ada suara lain. Akustik di ruangan begitu bagus sehingga suara sekecil apapun bisa terdengar. Kedelapan, jangan mengambil gambar atau merekam ketika pertunjukan sedang berlangsung. Semua gambar dan suara selama pertunjukan adalah milik Aula Simfonia Jakarta. Copy right atas pertunjukan adalah milik Aula Simfonia Jakarta. Selain itu, perlu juga dipelihara agar para performer kelas dunia tetap mau mengadakan pertunjukan di Aula Simfonia Jakarta karena etika menonton di aula ini terpelihara. Bilka Anda mau mengambil gambar, ambillah sebelum atau sesudah pertunjukan selesai. Anda tidak diizinkan mengambil gambar ketika pertunjukan karena alasan copy right dan tidak mengganggu dan memecah konsentrasi pemain musik atau penyanyi. Kesembilan, berilah appresiasi berupa tepuk tangan setelah pertunjukan selesai. Ini etika menonton yang kurang diperhatikan. Ada waktunya memberi tepuk tangan. Umumnya, tepuk tangan diberikan pada setiap akhir pertunjukan. Misalnya, bila dalam buku acara ada tertulis
Symphony No. 41 in Major, K.551 "Jupiter" W. A Mozart (1756-1791)
- Allegro vivace
- Andante cantabile
- Menuetto
- Molto allegro,
maka Anda memberikan appresiasi atau tepuk tangan setelah lagu iv selesai. Bila hanya ada satu karya musik, Anda memberikan appresiasi pada akhir lagu. Hal yang sama berlaku pada setiap pertunjukan oratorio. Kesepuluh, berilah 'standing ovation' pada akhir seluruh pertunjukan. Dibutuhkan waktu yang lama untuk berlatih. Ada yang memerlukan waktu 6 bulan bahkan setahun untuk latihan. Ini tergantung dari kesulitan lagu. Berilah 'standing ovation' kepada seluruh pemain musik dan koor di akhir acara untuk memberi semangat agar mereka terus mempertahankan mutu pertunjukan bahkan meningkatkannya. Itulah etika menonton pertunjukan musik klasik di konser hal bertaraf internasional. Selamat menikmati pertunjukan di Aula Simfonia Jakarta.
Artikel Terkait:
Pagelaran Musik Klasik di Aula Simfonia Jakarta Di sini disajikan jadwal pertunjukan musik klasik di Aula Simfonia Jakarta. Etika Pancasila untuk Putra-Putri Indonesia Etika merupakan satu kesatuan. Bila satu prinsip tidak dilakukan dan prinsip lain diabaikan, itu berarti mengabaikan keseluruhan. Etika Konfusianisme: Perkenalan Etika Konfusianisme menekankan pentingnya individu; pengembangan individu merupakan fondasi dari pembangunan keluarga, masyarakat dan negara. Dominasi Pragmatisme dalam Dunia Kerja Pragmatisme adalah falsafah yang dominan dalam dunia kerja. Falsafah ini tidak melihat kebenaran sebagai yang mutlak. Kalaupun ada kebenaran, yang menjadi ukuran adalah keuntungan. Dari Etika Menonton ke Halaman Depan (Home)
Berlangganan Putra-Putri-Indonesia.com
Sebelum Anda meninggalkan Putra-Putri-Indonesia.com, silahkan meninggalkan alamat e-mail dan nama Anda. Ini hanya digunakan untuk mengirimkan e-magazine secara berkala kepada Anda.
|