Etika Pancasila untuk Putra-Putri Indonesia

Apa itu etika Pancasila? Saya sulit memilih istilah etika yang berlaku bagi seluruh putra-putri Indonesia. Cakupan etika begitu luas. Etika tidak didisain hanya untuk daerah atau tempat tertentu. Etika berlaku umum dan sifatnya universal. Bila itu berlaku dalam keluarga, itu berlaku juga dalam masyarakat. Bila litu berlaku dalam keluarga, itu berlaku di dunia kerja. Prinsip-prinsip etika dasar berlaku di semua tempat tanpa kecuali. Berbohong misalnya, tidak hanya berlaku di tengah-tengah keluarga, tetapi berlaku juga di dunia kerja.

Namun, etika sering direduksi dan dipersempit. Etika keluarga hanya dibuat berlaku di lingkungan keluarga; etika bisnis hanya berlaku di lingkaran bisnis. Seolah-olah ada segmentasi untuk kode etik.

Etika adalah prinsip-prinsip universal. Apakah di rumah atau dunia kerja, prinsip-prinsip yang universal tetap berlaku. Oleh sebab itu, tidak tepat memberlakukan etika-etika tertentu hanya pada lingkungan tertentu. Etika merupakan sistem nilai. Bila satu prinsip tidak dilakukan- itu berarti mengabaikan keseluruhan sistem nilai tersebut.

Apakah kode etik untuk putra-putri Indonesia? Dari mana sumber kode etik ditarik? Ini tidak mudah. Anda dan saya hidup sebagai anggota masyarakat. Selain itu, kita masing-masing adalah warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh sebab itu, dasar etika yang paling mendasar bisa ditarik dari UUD 1945, khususnya secara eksplisit tertera pada Pembukaan UUD 1945, sila pertama, ke-dua dan ke-lima.

Di situs ini, prinsip-prinsip yang sangat mendasar ini dikembangkan dalam bentuk sepuluh prinsip utama. Saya menamakan kode etik ini sebagai Etika Pancasila, yaitu:

  1. Tidak percaya kepada dukun, 'orang pintar' atau siapa saja selain Tuhan Yang Maha Esa
  2. Tidak menyembah apapun sebagai pengganti Tuhan Yang Maha Esa
  3. Tidak menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa dengan sembarangan
  4. Menghormati waktu ibadah dan hari-hari raya besar dan melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya
  5. Menghormati orang tua
  6. Tidak membunuh saudara setanah air
  7. Tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan
  8. Tidak mengambil milik orang lain
  9. Tidak mengatakan yang salah kepada siapapun
  10. Tidak menginginkan milik orang lain: rumahnya, isterinya, suaminya, pembantunya, atau apapun yang dimiliki orang lain

Renungan:

  1. Ambillah langkah-langkah untuk mewujudkan etika yang belum terlatih dalam hidup Anda. Ini tidak akan terjadi dalam sekejap dan kemungkinan Anda akan jatuh bangun. Oleh sebab itu, Anda perlu bersabar.

Link Terkait

Apa Itu Etika Pancasila?

Menghormati Orang Tua: Salah Satu Pilar-Etika Terpenting untuk Sesama

Etika Meminjam Uang kepada Orang Lain

Etika Konfusianisme: Perkenalan

Dominasi Falsafah Pragmatisme dalam Dunia Kerja

Etika Menonton di Aula Simfonia Jakarta

Pagelaran Musik Klasik di Aula Simfonia Jakarta


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.