Etika Pancasila untuk Putra-Putri Indonesia
Berbagai variasi istilah disodorkan untuk etika (aturan main). Ada aturan main untuk keluarga, bisnis, politik, komunikasi, bergaul, makan, dan aturan main lainnya. Di keluarga, suami mengasihi isteri dan memelihara keluarga, isteri menghormati suami, dan anak menghormati orang tua. Di kantor, bawahan menghormati atasan dan atasan mengayomi bawahan.
Namun demikian, aturan main sering direduksi dan dipersempit. Aturan main untuk keluarga hanya dibuat berlaku di lingkungan keluarga saja; aturan main untuk bisnis hanya di lingkaran bisnis. Seolah-olah ada segmentasi untuk aturan main ini. Prinsip-prinsip universal berlaku untuk semua tempat dan waktu. Apakah itu di rumah dan di kantor, prinsip-prinsip yang sama tetap berlaku. Oleh sebab itu, tidak tepat memberlakukan prinsip-prinsip tertentu hanya pada lingkungan tertentu. Aturan main ini merupakan satu kesatuan atau sistem. Bila satu prinsip tidak dilakukan dan prinsip lain diabaikan- itu berarti mengabaikan keseluruhan. Apakah aturan main untuk putra-putri Indonesia? Aturan main yang paling mendasar telah dipaparkan pada Pembukaan UUD 1945, khususnya secara eksplisit tertera pada sila pertama, ke-dua dan ke-lima. Di situs ini, aturan main (prinsip-prinsip) yang sangat mendasar ini dikembangkan dalam bentuk sepuluh prinsip utama. Kami menamakan aturan main ini sebagai Etika Pancasila, yaitu: - Tidak percaya kepada dukun, 'orang pintar' atau siapa saja selain Tuhan Yang Maha Esa
- Tidak menyembah apapun sebagai pengganti Tuhan Yang Maha Esa
- Tidak menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa dengan sembarangan
- Menghormati waktu ibadah dan hari-hari raya besar dan melakukan ibadah sesuai dengan keyakinannya
- Menghormati orang tua
- Tidak membunuh saudara setanah air
- Tidak melakukan hubungan seks di luar pernikahan
- Tidak mengambil milik orang lain
- Tidak mengatakan yang salah kepada siapapun
- Tidak menginginkan milik orang lain: rumahnya, isterinya, suaminya, pembantunya, atau apapun yang dimiliki orang lain
Renungan: - Ambillah langkah-langkah untuk mewujudkan etika yang belum terlatih dalam hidup Anda. Ini tidak akan terjadi dalam sekejap dan kemungkinan Anda akan jatuh bangun. Oleh sebab itu, Anda perlu bersabar.
Artikel Terkait:
Menghormati Orang Tua: Salah Satu Pilar-Etis Terpenting untuk Sesama Kurang lebih 1000 tahun sebelum Confusius, menghormati orang tua merupakan salah satu pilar sikap yang terpenting dalam hubungan sesama manusia.Konfusianisme: Perkenalan Konfusianisme menekankan pentingnya individu; pengembangan individu merupakan fondasi dari pembangunan keluarga, masyarakat dan negara. Dominasi Pragmatisme dalam Dunia Kerja Pragmatisme adalah falsafah yang dominan dalam dunia kerja. Falsafah ini tidak melihat kebenaran sebagai yang mutlak. Kalaupun ada kebenaran, yang menjadi ukuran adalah keuntungan. Aturan Menonton di Aula Simfonia Jakarta Berikut adalah aturan menonton di Aula Simfonia Jakarta. Pertama, usahakanlah berpakaian serapih dan seanggun mungkin. Etika Meminjam Uang kepada Orang Lain Tips agar integritas dan reputasi Anda tidak rusak hanya karena melupakan prinsip-prinsip penting dalam hal meminjam uang. Dari Etika Pancasila ke Halaman Depan Situs Putra-Putri Indonesia memfasilitasi terbentuknya manusia Indonesia yang seutuhnya.
|