Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

'Melemahkan' Kebiasaan Mengkritik

Kebiasaan mengkritik tidak dapat disingkirkan dengan mudah dari pikiran. Tidak perduli apakah ia pemimpin agama, politisi, pejabat tinggi, filosof, dosen, bergelar tinggi, berstatus sosial tinggi di masyarakat, citra buruk ini tidak mudah digusur. Bahkan dalam pengalaman hidup orang yang paling rohani sekalipun hal ini masih muncul. Ibarat luka yang membekas, citra negatif ini tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. Ini tidak juga dapat diobati dengan mengoleskan kata-kata mutiara semata atau dengan metode pengosongan diri. Tidak ada kiat cepat untuk menyisihkannya. Yang bisa dilakukan adalah melemahkannya.

Ada beberapa langkah untuk melemahkan atau mengurangi kebiasaan mengkritik Pertama, usahakanlah untuk diam sejenak bila Anda menerima informasi lisan atau tulisan. Dengarkanlah baik-baik apa yang diucapkan orang. Biarkan informasi mengalir dan tahan diri Anda untuk tidak cepat-cepat memberikan reaksi.

Kedua, bila ada hal yang baru, dapatkan infomasi dan pengertian tentang hal itu. Kadang yang dimaksud orang lain untuk istilah tertentu tidak sama dengan yang kita maksud. Mungkin saja ia benar; mungkin juga tidak. Jadi, berhati-hatilah untuk tidak cepat-cepat memberikan reaksi terhadap hal-hal yang baru.

Ketiga, pikirkan dan kembangkanlah ide dari informasi yang Anda terima. . Kadang orang lain sering menyodorkan ide yang mentah; tidak ada data pendukung. Ide hanya terlintas dalam pikiran atau terbaca dari koran, kemudian diteruskan kepada orang lain. Dengan menerima ide yang mentah, Anda dapat memikirkan ide yang lebih matang dan lebih baik dari ide sebelumnya. Dengan demikian, kebiasaan mengkritik dapat dikurangi.

Ke-empat, lihatlah hal yang positif dari informasi yang diterima. Selalu ada hal-hal yang berguna dari informasi yang disodorkan. Ucapan yang jelek sekalipun bisa menjadi contoh yang baik untuk tidak dilakukan; apalagi ucapan atau tulisan yang berbobot. Oleh karena itu, pikirkanlah paling tidak satu hal positif dari informasi yang diterima. Bila perlu, catatlah hal itu dalam buku catatan Anda bila sewaktu-waktu diperlukan.

Kelima, bersikap kritislah terhadap informasi yang diterima setelah melakukan langkah 1, 2, 3 dan 4. Informasi yang diberikan orang lain bisa saja tidak benar, meragukan, atau spekulatif. Bila Anda menerima informasi yang demikian, sodorkan informasi penyeimbang. Dengan demikian, Anda mendiskreditkan informasi yang tidak akurat.

Ke-enam, jagalah emosi Anda agar tetap tenang. Kadang orang menyodorkan informasi tanpa emosi; tidak ada maksud apa-apa selain untuk diketahui orang. Namun, ada juga memberikan informasi atau pendapat dengan emosi yang biasa; ada juga yang memberikan informasi dengan emosi yang sedang sampai meluap-luap. Masih ada juga yang senang memberikan informasi untuk membangkitkan emosi orang lain. Oleh karena itu, bersikaplah tenang dan berusahalah untuk menahan emosi Anda serendah mungkin. Bila perlu, jangan memberi reaksi apapun. Dengan diam, energi Anda tidak terbuang.

Semoga hal-hal praktis ini bermanfaat buat Anda untuk melemahkan kebiasaan mengkritik.

Selamat mencoba.

Renungan:

  1. Bila Anda terlibat dalam pembicaraan dengan orang lain hari ini, usahakanlah untuk diam dan mendengar apa yang diucapkan orang lain.



Artikel Terkait:

Asal Usul Kebiasaan Mengkritik
Kebiasaan mengkritik bersumber dari mana? Mengapa kebiasaan ini melekat pada setiap orang?

Kekuatan Berpikir Negatif
Berpikir negatif (kritis) sangat diperlukan di tengah-tengah gempuran ide yang bagus dan cemerlang untuk memperbaiki sesuatu.

Melatih Pikiran dengan Membaca
Dengan membaca, pikiran-pikiran kering, kalut dan kusam akan tersingkir. Pikiran berangsur-angsur pulih; muncul gairah baru.

Mata Kuliah Filsafat: 'Nutrisi' untuk Pikiran

Mata kuliah Filsafat pantas dimasukkan dalam daftar mata kuliah-dasar pada kurikulum mahasiswa.

Kecakapan Dasar untuk Putra-Putri Indonesia
Sepuluh Kecakapan dasar yang Anda perlukan untuk mencapai sasaran hidup pribadi Anda.

Dominasi Pragmatisme dalam Dunia Kerja
Pragmatisme tidak melihat kebenaran sebagai yang mutlak. Kalaupun ada kebenaran, yang menjadi ukuran adalah keuntungan.

Daftar Artikel di Putra-Putri-Indonesia.com

Dari Melemahkan Kebiasaaan Mengkritik ke Halaman Depan



Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit