Mau Berbisnis, dari Mana Memulainya?

"Bila mau berbisnis, dari mana memulainya?" Itu pertanyaan suami kakak istri saya semalam ketika ia dan keluarganya berkunjung ke rumah. Pertanyaan itu muncul ketika kami sedang membahas topik mengenai bisnis.

Ada beberapa jawaban terhadap pertanyaan di atas. Salah satu adalah menentukan "domain" bisnis yang akan digarap; maksud saya, bidang bisnis yang akan ditekuni.

Kelihatannya sederhana, tapi faktanya tidak mudah menentukannya. Ada yang mengambil jalan pragmatis; langsung bertindak, berpikir kemudian. Ada yang mengambil waktu yang lama untuk berpikir, tetapi tidak berani memulai. Namun, ada juga yang berani memulai setelah membuat pertimbangan yang matang. Metode mana pun yang dipilih, menentukan bisnis yang mau ditekuni patut mendapat perhatian besar.        

Namun, sering kali  pilihan bisnis terjebak dalam pikiran-pikiran pragmatis. Kita mudah tergoda untuk memilih opsi yang memberikan hasil dengan cepat seperti mie instan; dua menit sudah bisa dinikmati. Akibatnya, hanya pilihan-pilihan yang relatif cepat memberikan hasil yang paling sering melintas di pikiran. Pilihan-pilihan yang tidak populer atau "yang terkesan melawan arus" sulit diterima. 

Kalaupun ada pilihan yang menyita pertimbangan matang, falsafah pragmatisme tetap lebih dominan mewarnai proses pemilihan akhir. Uang, keuntungan secepat mungkin, sukses, mudah dikerjakan, yang menyenangkan dan slogan-slogan lain dari pragmatisme seperti net present value (NPV) lebih banyak mewarnai prosesnya.

Mau Berbisnis, Pilih "Domain"
Bisnis Anda.

Begitu banyak pilihan bisnis untuk digeluti dan setiap pilihan bisa memberikan peluang sukses. Logikanya sederhana. Setiap bidang bisnis saling berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Bila ada bidang yang gagal, bidang lain juga kena imbasnya. Bila bidang tertentu 'sukses', bidang lain juga ikut mencicipi dampaknya.  

Misalkan Anda mau memilih bisnis makanan atau warung nasi. Rantai bisnisnya lumayan panjang. Untuk memasak nasi misalnya, kita membutuhkan beras dan "rice cooker". Kalau kita memasak dengan cara lain, kita membutuhkan kompor gas atau kayu bakar. Beras dibeli di supermarket atau pasar.

Agar beras sampai di super market atau pasar, dibutuhkan logistik. Dibutuhkan truk untuk mengangkut beras dari desa ke kota kecil, kemudian ke kota besar.

Mau Berbisnis

Sebelum padi jadi beras, petani harus menunggu beberapa bulan sebelum memanen. Petani butuh air, pupuk, matahari dan pekerja lain agar padi yang ditanam bertumbuh  dengan baik sampai padi bisa dipanen. Setelah dipanen, padi dijual ke toko padi. Padi dijemur kemudian digiling menjadi beras. Beras kemudian dibawa ke kota dan didistribusikan ke pasar atau super market.

Kita lihat rantai bisnis "rice cooker". "Rice cooker" tidak bisa berfungsi kalau tidak ada listrik. Listrik dibutuhkan. Siapa yang mengalirkan listrik untuk mengaktifkan "rice cooker?." PLN. Tapi, PLN pun masih membutuhkan pihak-pihak lain agar PLN bisa mengalirkan listrik. PLN membutuhkan tiang atau kabel listrik untuk bisa mengalirkan listrik sampai ke konsumen. 

Kalau memasak nasi pakai gas, lain lagi kisahnya. Kompor gas harus dibeli. Yang membuat kompor gas adalah orang-orang yang bekerja di pabrik. Komponen-komponennya masih diproduksi oleh beragam pabrik lain. Pabrik-pabrik ini juga membutuhkan bahan baku untuk membuat komponen-komponen kompor gas. Bila ditelusuri, rantainya sangat panjang.

Ini baru hanya membahas rantai bisnis makanan atau warung nasi. Di warung nasi, selain menjual nasi, pemilik warung menjual daging, ikan, telor, sayuran, sambal, kecap, teh manis, kopi, kerupuk, buah pisang dan yang lain. Untuk membuat sambal, pemilik warung butuh cabe, tomat, bawang merah, bawang putih, garam, dan bumbu lain. Daging yang dijual mungkin didsatangkan dari Australia atau New Zealand. Jadi, di rantai bisnis makanan atau warung makan saja, ada puluhan opsi bisnis bila mau berbisnis.

Tidak ada bidang bisnis yang tidak dibutuhkan. Alam semesta dicipta untuk saling berhubungan. Bila ada satu rantai yang terganggu, maka rantai lain akan mengalami gangguan juga.

Tidak ada bidang bisnis yang tidak dibutuhkan. Alam semesta dicipta untuk saling berhubungan. Bila ada satu rantai yang terganggu, maka rantai lain akan mengalami gangguan juga. Jadi, Anda yang mau memulai bisnis hanya perlu mengambil waktu untuk memikirkan dan memilih satu atau dua dari ribuan opsi bisnis untuk Anda geluti.

Gonta ganti bisnis sebaiknya dihindari. Ketika bisnis dimulai, kemudian berhenti di tengah jalan, proses pemilihan bisnis diulang lagi. Dipikirkan lagi apa yang harus digeluti; pikiran pragmatis datang lagi. Ide muncul, kemudian dilaksanakan. Di tengah jalan, bisnis mati lagi. Prosesnya diulang lagi dan ini bisa terjadi berulang-ulang.

Waktu bertahun-tahun lewat, tapi tidak ada bisnis yang sungguh-sungguh ditekuni. Tahun pertama misalnya, bisnis makanan; tahun kedua, bisnis pakaian; tahun ketiga, bisnis lele jumbo; tahun kempat, bisnis produk kesehatan. Ganti tahun ganti bisnis.

Untuk memenuhi kebutuhan biologis, opsi gonta-ganti bisnis sah-sah sajah. Namun, bila dilihat dari sudut pandang Sang Ilahi, ini bukan opsi yang terbaik. Setiap orang perlu menekuni bisnis tertentu. Bisnis  ini harus dicari, dan ketika dalam proses mencari, dibutuhkan pengetahuan dan hikmat. Bila bidang bisnis telah ditemukan, ada peluang untuk 'sukses' dan menikmati hasilnya. Bila tidak bisnis ditemukan, waktu terbuang dan talenta terpendam begitu saja tanpa ada artinya sampai liang kubur menjemput.

Oh ya. Itu baru satu dari beberapa pertanyaan mendasar untuk memulai bisnis. Masih ada beberapa pertanyaan-penting lain. Silahkan menghadiri seminar berikut untuk mendapatkannya.


   SEMINAR: START YOUR OWN BUSINESS
                08.00 - 17.00; Jadwal Training
                Kontak: 0813-1141-8800
            E-Mail: info@business-excellence-luminance.co.id
 


Dari Mau Berbisnis ke Halaman Jadwal Training


Copyright 2009-2017 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK

0813-1141-8800

SEMINAR

Start Your Own Business

Effective Leadership

Paradigm