Melatih Pikiran dengan Membaca

Melatih pikiran dengan membaca merupakan tantangan yang sangat sulit di saat ini. Di tengah-tengah maraknya teknologi komunikasi yang sering hanya membutuhkan kalimat-kalimat singkat, dunia membaca, terutama membaca buku, merupakan kebiasaan yang sangat langka. Ujilah apa Anda sendiri memiliki kebiasaan ini?

Tidak usah bicara tentang kebiasaan, mengambil waktu untuk membaca buku saja mungkin merupakan tindakan yang jarang. Mungkin kita membaca koran atau membaca koran atau membaca pesan-pesan singkat di BB atau HP, tetapi membaca buku- ini merupakan gaya hidup yang langka.

Membaca buku bukanlah aktifitas yang mudah.

Menurut para ahli, membaca lebih sulit
dari mendengar. Pikiran memerlukan energi lebih banyak untuk merubah huruf-huruf ke dalam bahasa yang dimengerti oleh pikiran.

Tidak heran kalau mata mudah mengantuk setelah membaca belasan menit. Badan mau istirahat dan tidak betah melihat huruf-huruf yang dirangkai jadi kata dan kalimat.

Memilih tidur merupakan pilihan yang lebih mudah dari pada membaca; lebih mudah tergoda menonton tv ataupun bermalas-malasan di rumah dari pada bersahabat dengan buku. Bacaan-bacaan berbobot tidak menjadi konsumsi. Akhirnya, pikiran berkembang tanpa 'nutrisi dan gizi' dari buku-buku bermutu.

Tidak heran pikiran menjadi kurus kering. Ibarat tubuh yang kekurangan makanan, pikiran menonjolkan 'tulang-tulang' yang tidak sedap dipandang mata. Pikiran jadi tumpul. Kata-kata yang diucapkan banyak tak bernilai. Humor berisi hal-hal yang jorok dan merendahkan orang.

Ide-ide yang disodorkan sering mentah; muncul seketika tanpa dukungan informasi yang akurat. Minim konsep yang sistemik. Komentar yang diberikan pun tak berbobot; kadang bahkan sering sekedar memuaskan nafsu bicara yang tak terbendung. Gampang emosi dan mudah takluk pada situasi.

Bagaimana melatih pikiran? Salah satu cara adalah membaca buku. Dengan membaca buku, pikiran-pikiran kering, kalut dan kusam akan tersingkir.
Pikiran berangsur-angsur pulih; muncul gairah baru.

Muncul pengharapan. Kata-kata yang diucapkan jadi bernada positif tanpa mengeliminir pikiran kritis. Benar kata ungkapan, 'apa yang diucapkan berasal dari hati dan pikiran;' kata-kata yang diucapkan menunjukkan 'warna' kepribadian.

Selain itu, dengan membaca, ide-ide yang mentah bisa dikembangkan. Muncul solusi-solusi kreatif karena pikiran terus bereksplorasi. Ada gairah dalam pekerjaan. Pekerjaan jadi bermakna. Uang bukan lagi sasaran utama, tapi menjadi budak untuk memperbaiki segala hal. Waktu pun menjadi harta yang paling berharga.

Pikiran harus terus-menerus dilatih. Dalam berbagai bidang, hukumnya sama; hanya melalui pemahaman prinsip-prinsip dalam bidang tersebut dan berlatih secara rutin, konsisten dan terus-menerus, pikiran jadi terlatih. Ibarat kera yang liar, pikiran butuh edukasi dan latihan yang terus menerus. Dengan memiliki kebiasaan membaca buku, pikiran jadi terdidik.

Renungan:

  • Sisihkanlah 30 menit hari ini untuk membaca satu buku yang menarik buat Anda untuk melatih pikiran Anda. Lawanlah rasa ngantuk Anda sampai Anda selesai membaca 30 menit.
  • Buatlah rencana Anda untuk membaca buku setiap hari. Lakukanlah dan monitorlah secara rutin bagaimana progres kebiasan membaca Anda.

Link Terkait

Pola Pikir (Kerangka Berpikir) Sebagai Fondasi Seluruh Tindakan Kita


Asal-Usul Kebiasaan Mengkritik

Bagaimana Pola Pikir Terbentuk?

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Faktor X dalam Proses Perubahan Pola Pikir

Tips Merubah Pola Pikir


Mata Kuliah Filsafat: 'Nutrisi' untuk Pikiran


Melatih Pikiran dengan Membaca

Kekuatan Berpikir Negatif (Kritis)

Tips Mengurangi Kebiasaan Mengkritik

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan



Copyright 2009-2014 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.