Tips Mengangkat Harga Diri
Mengangkat Harga Diri Sebagai TuntutanPada artikel berjudul Harga Diri dan Pidato Ir. Soekarno 'Ganyang Malaysia, saya menuliskan bahwa dalam diri kita ada sifat kekekalan; nilainya tidak berubah. Sifat kekekalan ini tidak bisa digusur oleh sesuatu yang bersifat materi, status sosial, maupun penampilan: uang, harta, jabatan, popularitas, kesuksesan dan perawakan. Seburuk apapun status sosial seseorang, sifat kekekalan ini tetap melekat pada dirinya.
Namun, disengaja atau tidak, sifat kekekalan sering diabaikan. Bahwa diri begitu berharga sering dilupakan. Akibatnya, kita malu, kita tidak punya rasa percaya diri, kita tidak punya keberanian, kita sungkan bicara di hadapan orang karena kondisi ekonomi yang sulit, tidak sukses, tidak punya pekerjaan yang baik, atau tidak punya status sosial yang baik. Etika kita didikte oleh keadaan ekonomi atau status sosial atau kegagalan kita. Tunggu dulu. Itu adalah konsep-konsep yang salah tentang penilaian diri. Namun, Anda dan saya harus berusaha mengangkat martabat kita masing-masing. Berikut ada lima (5) langkah untuk mengangkat harga diri; tips yang membuat Anda harus putar otak. Pertama, pahamilah bahwa Anda adalah ciptaan Tuhan. Anda sangat berharga. Sekalipun tubuh kita terbuat dari debuh tanah, tetapi kita adalah ciptaan paling berharga. Tuhan Yang Maha Esa memberikan hidup dan menanamkan kekekalan dalam diri kita. Harga diri Anda tak ternilai dan ini tidak dapat digusur oleh uang, kekayaan, harta, jabatan, keberhasilan, kesuksesan, atau ketenaran. Kedua, Anda harus berjuang untuk mengangkat harga diri Anda. Sekalipun secara natur sifat kekekalan melekat pada diri kita, itu tidak berarti Anda dan saya tidak berusaha mengangkat martabat. Anda dan saya belum mencapai manusia seperti yang dikehendaki Tuhan Yang Maha Esa. Potensi yang tersimpan dalam diri kita belum tergali seluruhnya. Anda dan saya harus mengeksplorasi nilai-nilai yang berharga dalam diri kita masing-masing dan hidup sesuai dengan etika-etika yang luhur dan hukum alam. Ketiga, singkirkan atau bendunglah segala tindakan yang mengandung atau yang bisa menyulut pelecehan harga diri. Tindakan kita atau tindakan orang lain bisa mengandung benih pelecehan harga diri. Apakah itu di rumah, kantor, pertemuan-pertemuan sosial, bahkan pertemuan yang spontan di jalan, tindakan yang merendahkan harga diri bisa terjadi. Kata-kata dan tindakan, disadari atau tanpa disadari, bisa meremehkan martabat orang. Berusahalah agar martabat orang lain dan martabat Anda sendiri tidak direndahkan. Bila ada yang melakukannya, berusahalah untuk mencegahnya.
Keempat, mulailah mengangkat harga diri Anda dan harga diri orang lain. Bila Anda sebagai pimpinan atau atasan, terapkanlah itu di kantor Anda. Tidak mudah meminta orang lain menghormati harga diri orang lain kecuali Anda sendiri juga menghargai harga diri orang lain. Berusahalah untuk terus menjaga harga diri. Semangat Anda jangan luntur hanya karena orang lain tidak mau menghormati harga diri. Mencius berkata, "Tinggal di rumah yang penuh kebajikan, berdiri di tempat yang layak dan berjalan di jalan kebenaran adalah jalan orang benar. Jika ambisinya terpenuhi, ia akan memimpin orang lain mengikuti Jalannya. Jika ambisinya tidak terpenuhi, ia akan melaksakan Jalannya sendirian."Kelima, carilah pengertian tentang harga diri. Anda bisa membaca buku-buku tentang harga diri. Bila Anda sebagai atasan atau pimpinan di kantor, Anda bisa meminta agar pelatihan tentang harga diri diberikan kepada pekerja. Wawasan bisa terbuka kalau ada pencerahan. Bisa juga Anda mendiskusikan topik harga diri dengan keluarga atau teman-teman Anda. Melalui diskusi, benih bisa tertabur. Bila Tuhan menghendaki, benih yang Anda tabur bisa merubah hidup orang lain. Kapan benih itu tumbuh- serahkanlah itu kepada Tuhan. Semoga tips ini bisa membantu untuk mengangkat harga diri Anda.
Artikel Terkait:
Seberapa Pentingkah Mengenal Diri Sepenting apakah mengenal diri? Siapa diri kita? Untuk apa kita eksis? Untuk apa kita hidup? Dan apa tujuan dari keberadaan kita? Berapa Besar Nilai Diri Anda Bagaimana menilai diri yang sesungguhnya? Menyingkap Tabir Roh (Jiwa) dan Tubuh Apakah jiwa dan roh adalah sesuatu yang berbeda? Harga Diri dan Pidato Ir. Soekarno 'Ganyang Malaysia' Tidak ada cara lain menegakkan harga diri kecuali melalui perang. Apakah itu dalam bentuk phisik maupun dalam non-phisik, martabat harus direbut melalui peperangan. Devisa dari Teaga kerja Indonesia dan Harga Diri Bangsa Apakah devisa yang dihasilkan oleh tenaga kerja Indonesia di luar negeri lebih penting dari pada harga diri bangsa? Mengenal Pola Pikir Diri Sendiri Sejak dalam kandungan, proses pembentukan pola pikir telah dimulai. Tips Merubah Pola Pikir Anda mungkin masih mencari bentuk pola pikir yang Anda inginkan. Berikut adalah tips untuk merubah pola pikir. Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan Apakah Anda sedang mengalami stress yang tidak normal? Berikut adalah tips mencegah stress berlebihan. Permohonan dari Liang Kubur Apakah jiwa orang mati dari 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di surga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya? Asal Usul Orang Indonesia Asal Usul orang Indonesia bukan dari negeri ini, tetapi dari lokasi tertentu di luar Nusantara. Akhir Tahun 2009 Ditutup dengan 'Kepergian' Gus Dur Mengapa Tuhan memanggil Gus Dur di akhir tahun? Sinkronisasi Being, Knowing dan Doing Apa rahasia agar relasi antara being, knowing dan doing-nya sinkron? Dari Langkah Mengangkat Harga Diri ke Halaman Depan
|