Mengenal Diri: Langkah Awal Pengembangan Diri

Ditulis oleh: Judika Malau - Trainer, Motivator & Konsultan Bisnis

Mengenal diri? Pertanyaan ini jarang terlintas dalam benak kita. Pertanyaan ini juga jarang mengusik kita di waktu-waktu senjang. Rutinitas pekerjaan, beragam tanggungjawab dari keluarga, hubungan sosial dengan famili dan tetangga telah menyita banyak waktu sehingga kita tidak punya waktu untuk bertanya tentang siapa diri kita. Cobalah kita renungkan pertanyaan tersebut. Siapa diri kita yang sesungguhnya?

Saya mengajk Anda untuk menjawab pertanyaan ini. Kita dapat memulainya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan sederhana. Siapa ayah dan ibu kandung kita? Tahun berapa kita lahir? Di mana kita lahir? Apa minat kita? Kita bisa menambah pertanyaan tentang ciri-ciri diri kita secara lahiriah- mulai dari tinggi badan, warna kulit, raut muka, dan beragam ciri lainnya.

Bagaimana kalau pertanyaannya dipoles? Misalnya, siapa yang paling banyak mempengaruhi kita? Siapa sosok yang paling banyak berperan membentuk kita seperti sekarang ini? Buku-buku apa yang telah merubah hidup kita? Apa keyakinan-keyakinan yang  kita hidupi? Kita dapat menambahkan daftar pertanyaan yang lebih sulit. Apakah ada pertanyaan yang paling penting? Tidak mudah menjawabnya.  

Namun demikian, kita tidak perlu kuatir akan pertanyaan-pertanyaan penting  untuk mengenal diri kita. Kita tidak harus menjadi penanya pertama. Tidak setiap orang dirancang untuk jadi penemu. Immanuel Kant sudah memikirkan dan merumuskan pertanyan-pertanyaan yang sangat penting bagi Anda dan saya. Saya akan menuliskannya di halaman ini.

Immanuel Kant mengajukan empat pertanyaan sangat penting, yaitu "Siapakah saya? Apa yang seharusnya saya tahu? Apa yang seharusnya saya kerjakan? Apa pengharapanku?'

Keempat pertanyaan itu kelihatan sederhana. Namun, ada kemungkinan Anda dan saya tidak akan pernah selesai menjawabnya sampai ajal menjemput. Bahkan tidak mungkin, pertanyaan-pertanyaan itu hanya melintas dalam pikiran kita tanpa pernah menanggapinya. Anda mungkin baru kali ini mengetahuinya. Bila betul, Anda termasuk orang yang patut bersyukur. Anda sudah mengetahuinya, dan mulai sekarang Anda dapat mencari jawaban-jawaban terhadap keempat pertanyaan Kant.

Mengenal Diri

Sesulit apa sich pertanyaan- siapakah saya? Kita tahu bahwa dalam diri kita ada roh, jiwa, hati, hati nurani, pikiran, akal, emosi, intuisi, kemauan, otak dan tubuh. Apakah kita mampu membedakan istilah ini dan apa hubungan antara yang satu dan yang lain?  Apakah roh dan jiwa berbeda? Apakah pikiran dan hati berbeda? Di mana letak roh, pikiran dan hati dalam diri kita?  Apakah tubuh dan jiwa bersatu? Apakah jiwa bisa eksis tanpa tubuh? Kalau jiwa terpisah dari tubuh seperti orang meninggal, apakah tubuh akan berpisah dari jiwa selamanya atau apakah keduanya akan bersatu kembali? Apakah reinkarnasi atau kebangkitan tubuh ada? Kalau ya, bagaimana sosok eksistensi diri di kehidupan berikutnya? Seperti apakah kehidupan dunia setelah kematian?

Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini valid, tetapi apakah kita akan tertarik menjawabnya? Atau kalaupun kita tertarik, apakah kita akan punya minat besar dan energi untuk menemukan jawabannya? Banyak yang tidak kita ketahui tentang diri kita;  masih ada teka-teki kenapa makin panjang umur makin lemah phisik kita dan akhirnya mati.

Agustinus mengatakan, "Hanya dua hal yang saya ingin tahu: Tuhan dan jiwa saya."

Apakah kita akan mengenal diri kita sampai tuntas? Ada yang mengatakan bahwa itu tidak mungkin.  Banyak hal yang tidak kita tahu tentang eksistensi diri kita, termasuk jalan hidup kita. Siapa yang bisa jamin bahwa kita akan berhasil? Siapa yang jamin bahwa Anda akan gagal terus?

Pengenalan diri merupakan topik yang sangat penting. Mari kita renungkan pertanyaan ini sampai ajal menjemput. Semakin banyak kita bertanya tentang diri kita akan terbuka peluang untuk menemukan jawaban-jawaban pertanyaan seputar diri kita. Agustinus, yang hidup di abad ke-4 dan ke-5 telah menemukan rahasianya. Ia membuat kesimpulan menarik tentang apa yang seharusnya kita perlu tahu. Ia mengatakan, "Saya hanya ingin mengetahui Tuhanku dan jiwaku." 

Saya menerima pandangan Agustinus. Yang paling penting adalah mengenal Tuhan dan diri kita. Bila pengenalan terhadap kedua ini ada dan dalam, pemahaman akan alam menjadi lebih mudah; akan lebih mudah memahami relasi antara diri kita dengan alam, diri kita dengan orang lain, dan diri kita dengan Tuhan. Banyak masalah dan kesulitan-kesulitan dapat diselesaikan dengan pemahaman mendasar ini.          

Ini tugas Anda dan saya. Selamat menemukan siapa diri Anda.        


SEMINAR: LUMINANCE OF THE MIND
       KONTAK: 0813-1141-8800 (WA); 0813-1122-1148
PT. BUSINESS EXCELLENCE LUMINANCE
Ruko Gate Walk Blok UR/33 Citra Gran
Cibubur Jakarta



Link Terkait´╗┐´╗┐

Mengenal Diri: Langkah Awal Pengembangan Diri

Manusia Terdiri dari Tubuh dan Jiwa

Nilai Diri Anda Kekal

Harga Diri Harus Diperjuangkan

Tips Mengangkat Harga Diri


Memperbaiki Citra Diri: Langkah-Langkah Praktis

Asal-Usul Orang Indonesia

Dicari Pribadi yang Berintegritas di Republik Ini

Liang Kubur: Tempat Terakhir Perjalanan Sejarah Hidup Kita


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK SEMINAR
0813 1141 8800
0813-1122-1148

SEMINAR

Habits of the Mind

Thinking with Six Hats