Seminar Membangun Mentalitas Pengusaha (Entrepreneur)   


Seminar: Building Entrepreneur Mentality
       Jadwal Seminar, 08.00 - 17.00
          Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
       E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
       info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)


Sebelum Anda mengambil keputusan untuk menjadi pengusaha (business owner), ada baiknya Anda bertanya, 'Apakah Anda memiliki mentalitas pengusaha?'  Secara alami, Anda memiliki mentalitas ini. Anda hanya berbeda dalam intensitas dengan orang lain. Ada orang yang memiliki naluri pengusaha yang sangat kuat; sedangkan yang lain memiliki naluri yang biasa-biasa.

Selain itu, tidak semua dilahirkan untuk menjadi pengusaha dengan arti sebagai pemilik bisnis (business owner). Ada yang menjadi pengusaha; ada yang menjadi pekerja. Kedua-duanya saling melengkapi. Apapun pilihan yang Anda buat- Anda  memahami makna arti kata "pengusaha" dalam arti yang utuh.

Istilah kata "pengusaha" sering dikaitkan dengan status kepemilikan bisnis atau pemegang saham. Misalnya, Anda pemegang saham dan sekaligus jadi direktur atau CEO dari perusahaan tersebut. Bila Anda memulai usaha dengan membentuk perusahaan berupa perseroan terbatas, Anda sebagai pemilik saham mayoritas umumnya menjadi Direktur atau CEO- tergantung komposisi dari pemilik saham dan jabatan direktur yang tertera dalam akte pendirian perusahaan. Bila pemegang saham misalnya tiga orang dan dua orang pemilik saham adalah direktur, pemegang saham satu lagi bisa jadi CEO (Chief Executive Officer).

Namun demikian, Anda bisa menjadi direktur tanpa memiliki saham satu lembar pun. Dengan kata lain, para pemilik saham mengangkat Anda sebagai direktur atau CEO karena para pemegang saham menganggap Anda memiliki kemampuan untuk menjalankan usaha para pemilik saham tersebut. Jadi, ada kemungkinan Anda tidak harus pemilik saham, tetapi Anda bisa bertindak sebagai direktur atau pimpinan tertinggi dalam organisasi perusahaan tersebut. Satu-satunya atasan  kepada siapa Anda harus memberi  pertanggungjawaban adalah pemegang saham. Bila Anda meyakini nilai-nilai religiusitas, Anda masih harus memberi pertanggung-jawaban kepada Tuhan sebagai pemegang saham yang sesungguhnya. Para elit agama umumnya mempunyai anggapan demikian.

Pertanggungjawaban terakhir inilah sebenarnya yang menjadi kunci untuk memahami usaha dalam arti yang seutuhnya. Anda harus mengusahakan apa yang ada di tangan Anda dengan baik. Anda mengelola usaha dan sedapat mungkin memberikan hasil yang sangat baik, yang bermanfaat besar kepada masyarakat. Anda hanyalah pengusaha, bukan pemilik usaha yang sesungguhnya. Bila Anda sebagai pemilik  saham- ini hanyalah dalam konteks hukum yang berlaku dalam negara.

Dalam konteks inilah mentalitas pengusaha perlu dibangun. Jadi, bukan semata-mata karena Anda sebagai pemilik bisnis atau pemilik saham dan sekaligus menjadi direktur atau CEO, tetapi karena Anda memahami bahwa bisnis yang ada di tangan Anda harus dijalankan dengan baik sesuai dengan kaidah-kaidah 'Langit.' Apakah Anda sebagai pemegang saham sekaligus jadi CEO atau menjadi CEO tanpa memiliki saham- ini hanyalah pilihan-pilihan. 

Tentu, pilihan menjadi pengusaha atau pemilik saham atau berani membuat keputusan untuk menjalankan bisnis dengan modal yang Anda miliki merupakan keputusan yang sangat baik. Anda harus membuat investasi terus menerus bukan untuk menumpuk harta untuk diri sendiri, tetapi untuk
mengelola bisnis yang ada di tangan Anda untuk kebaikan masyarakat secara umumnya.

Entrepreneur Mentality

Ada beberapa karakter penting yang dibutuhkan untuk menjadi pengusaha. Pertama, memiliki keberanian untuk memulai bisnis ini termasuk keberanian menanggung resiko bila bisnis tidak berhasil. Ini salah satu karakter yang sangat penting. Keinginan untuk memiliki usaha mungkin besar, tetapi bila tidak ada keberanian untuk memulai, keinginan tersebut hanya sebatas keinginan atau impian. Inilah karakter yang sering sulit dimiliki oleh orang yang sudah mencapai "zona nyaman."

Kedua, memiliki ketekunan untuk menjalankan usaha yang sudah dipilih. Seringkali semangat hanya eksis ketika memulai bisnis. Dengan berjalannya waktu dan menipisnya keuangan atau keberhasilan tak kunjung datang, ketekunan pelan-pelan mengendor. Semangat pun hilang dan bisa berbuntut
frustasi dan aklhirnya memilih kembali untuk jadi pekerja. Tidak heran, banyak orang yang memilih untuk berbisnis berhenti di tengah jalan karena tidak memiliki mental untuk terus berjuang.

Masih ada beberapa mental yang harus dimiliki pengusaha pemula. Anda dapat mengetahui mental-mental lain dan hal-hal lain untuk memulai usaha di Seminar Building Entrepreneur Mentality.


Seminar: Building Entrepreneur Mentality
    Jadwal Seminar, 08.00 - 17.00
          Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
       E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
       info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)



Kontak:

      0813 1141 8800 (WA): 0813-1122-1148

Training Information Form

Please note that all fields followed by an asterisk must be filled in.

Please enter the word that you see below.

  

Dari Seminar Mentalitas Pengusaha ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


KONTAK:
0813 1141 8800 (WA)
0813-1122-1148

JADWAL TRAINING

Tips Memulai Usaha

The Second Curve

Business Ethics and Decision Making

Thinking with Six Hats