Merubah Karir Ketika Umur 40



Merubah karir pada saat posisi relatif bagus dan gaji relatif menarik bukanlah keputusan mudah. Kalaupun ada pemikiran ini terlintas- sulit menyikapinya dengan serius.

Bahkan sekalipun jabatan tidak lagi menantang, mengganti karir bukanlah opsi yang menarik juga. Banyak tantangan yang harus dihadapi, khususnya dari diri sendiri, isteri atau keluarga.

Ia harus banyak mengambil energi untuk mencari alasan yang kuat dengan perspektif yang benar.

Umumnya, orang mengganti karir kedua ketika umur 40-an. Ini saat krusial di mana seseorang sudah cukup matang dalam pekerjaan. Secara mental, pada umur 40-an bisa muncul panggilan dari dalam diri untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari yang biasanya dikerjakan. 

Mungkin pepatah 'Life starts at 40,' ada kaitannya dengan ini sekalipun ini tidak dapat dibuat sebagai rumus umum.

Faktor-Faktor Pemicu Mengganti Karir

Ada beberapa faktor yang memicu orang mengganti karir dengan karir yang berbeda. Pertama, pekerjaan yang sedang dikerjakan tidak lagi menantang.

Gairah kerja menurun seiring dengan berkurangnya tantangan dalam pekerjaan. Dan bila ruang untuk mendapatkan posisi dan tanggung jawab yang lebih besar sangat kecil, opsi merubah karir bisa menjadi salah satu jalan keluar.

Kedua, tidak ada perusahaan yang mau menerima seseorang dengan kompetensi dan pengalaman yang dimiliki. Beragam alasan untuk ini. Bisa saja memang kompetensi yang dimiliki tidak cukup untuk mengisi posisi yang lowong. Kedua, tidak ada posisi yang lowong untuk kompetensi yang relevan.

Ketiga, ada peluang bisnis dan ini kelihatannya lebih menantang dari pada pekerjaan yang dikerjakan sekarang.

Keempat, situasi terdesak. Ini biasanya berkaitan dengan alasan kedua di atas.

Motif untuk mengganti karir, kalau harus dilakukan, perlu dipertimbangkan masak-masak. Kalau hanya sekedar menyambung hidup- ini bukanlah pilihan yang paling utama.

Motif yang lebih mulia perlu mendapat penekanan seperti ada desakan dari dalam hati untuk mengerjakan sesuatu untuk disumbangkan ke masyarakat. Motif dengan alasan untuk memiliki jaminan kerja atau memnuhi kebutuhan keuangan sebaiknya dibuat sebagi opsi terakhir.

Pengalaman Pribadi Berganti Karir

Ketika saya memutuskan untuk menekuni karir baru, saya tidak berkonsultasi dengan isteri saya. Saya ambil keputusan sendiri. Kadang tidak semua keputusan harus ditanya sama isteri, apalagi kalau menyangkut hal-hal yang sangat penting.

Ini mungkin bisa dianggap sebagai kesalahan saya pribadi, tetapi saya punya alasan tersendiri untuk itu. Waktu itu, bagi saya sangat mendesak untuk melakukan sesuatu yang berbeda dengan apa yang biasanya saya kerjakan setiap hari.

Sebelum saya putuskan berhenti dari pekerjaan saya, saya sudah tidak berminat lagi untuk bekerja.

Gairah hilang untuk datang ke kantor karena yang dikerjakan di kantor sudah rutinitas seperti memimpin rapat untuk para eksektif dan membuat notulen rapat untuk ditindak lanjuti.

Setiap minggu pekerjaan hanya itu saja sambil memonitor apa yang telah dirapatkan. Ketika saya monitor, hasil rapat pun tidak ditindaklanjuti oleh para peserta rapat.

Dari sisi waktu, mungkin saya terlambat membuat keputusan berganti karir. Namun, saya pikir itu lebih baik daripada bertahan pada pekerjaan yang tidak lagi menarik hati.

"Lebih baik terlambat dari pada tidak pernah memulai." Itu nasihat yang pernah saya dengar dari 'guru spritual' saya.

Namun demikian, pengalaman saya tidak selalu dapat diterapkan bagi Anda. Anda tetap sebaiknya bertanya kepada isteri Anda bahwa Anda ingin melakukan sesuatu yang baru.

Ini perlu Anda bicarakan baik-baik sebab siapa tahu secara keuangan keluarga Anda belum siap. (Penulis: Judika Malau)


Dari Merubah Karir ke Halaman Depan


Copyright 2009-2023 putra-putri-indonesia.com






































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Apa Dampak UU Cipta Kerja terhadap UU Ketenagakerjaan? Minimal Ada 10 Poin

Falsafah tentang Waktu Mempengaruhi Tindakan Kita

Apa yang Anda lakukan bila hari adalah hari terakhir Anda?