Bagaimana Merumuskan Sasaran
Pribadi Anda?

Apakah Anda sudah merumuskan sasaran pribadi Anda? Pertanyaan sederhana. Barangkali Anda sudah sering dengar, tapi perhatian kurang untuk memikirkannya lebih dalam. Anda dan saya sering diingatkan oleh para pembicara publik atau motivator tentang pentingnya tujuan hidup. Hati bisa berkobar. Kita terinspirasi betapa pentingnya merumuskan arah hidup. Namun, kobaran yang sama tidak bisa bertahan lama dan riak kobarannya bisa semakin kecil pada saat kita mencoba menuliskannya di atas kertas.

Menuliskan tujuan hidup pribadi memang butuh disiplin. Relatif mudah menghayal, berangan-angan atau menginginkan sesuatu, tapi bukan menuliskannya. Hari ini kita mengingat untuk melakukan sesuatu, tapi bisa lupa dalam waktu sekejap. Baru sadar ketika kita merenung kembali bahwa ada sesuatu yang harus ditulis. Tapi, lagi-lagi kita kehilangan gairah untuk menulis apa yang ingin kita kerjakan terlebih-lebih merumuskan sasaran pribadi di atas kertas.

Entah bagaimana otak bekerja. Ide sering muncul ketika kita mendengar diskusi, sedang membicarakan sesuatu atau mendengar obrolan seseorang.

Mengutip judul buku Bill Gates, @the Speed of Thought, begitu cepat ide muncul dalam benak kita. Ide-ide bisa berdatangan kepada pikiran bahkan menari-nari dalam pikiran kita.

Kita terpesona dan menikmati aliran ide yang banyak. Namun, ide-ide itu sering berlalu begitu saja dalam sekejap dan hilang lenyap dalam waktu.

Dale Carnegie pernah memberikan nasihat untuk selalu membawa buku catatan kecil seukuran saku di kantong. Dulu saya sering melakukannya dan akhir-akhir ini, kebiasaan itu saya galakkan kembali. Ini menolong saya menuliskan ide-ide yang muncul tiba-tiba. Apakah itu ketika saya sedang berjalan, membaca atau sedang mendengar presentasi seseorang. Begitu juga dengan tujuan hidup kita; perlu displin untuk menuliskan apa yang mau dilakukan dalam kurun waktu tertentu.

Merumuskan Sasaran Pribadi dengan Metode SMART

Kita patut bersyukur pada sosok-sosok yang telah membuat istilah yang mudah diingat untuk merumuskan target yang mau dicapai. Istilah SMART misalnya, sangat menolong untuk merumuskan sasaran hidup kita.

Untuk me-refresh Anda terhadap istilah ini, saya tuliskan ulang apa yang dimaksud dengan istilah yang sering digunakan para pekerja di kantor.

S adalah singkatan dari 'specific.' Artinya, sasaran pribadi Anda harus jelas. Tidak mudah mengambil langkah-langkah praktis bila tujuan tidak jelas. Membaca buku misalnya, dapat memberikan ide apa yang akan dilakukan, tapi masih memberikan banyak kemungkinan. Bila sasarannya dipersempit menjadi 'membaca buku sejarah'- ini memberikan tindakan yang lebih jelas. Ini berarti Anda tidak akan membaca buku Matematika, Fisika, Kimia, Biologi atau buku-buku lain. Membaca buku sejarah Indonesia- ini lebih jelas lagi. Ini bisa berarti Anda membaca buku Menjadi Indonesia, yang ditulis oleh Parakitri T. Simbolon, terbitan Gramedia, yang tebalnya kira-kira 800 halaman.

M adalah singkatan dari measurable. Artinya, target pribadi Anda harus terukur. Itu bisa berupa waktu, kualitas, uang, dan ukuran lainnya sesuai dengan kebutuhan. Mengambil contoh sebelumnya, Anda akan membaca buku Menjadi Indonesia sampai selesai dalam waktu satu bulan.

A adalah singkatan dari aggressive. Artinya, tujuan Anda cukup menantang dan ada perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, Anda membaca buku Menjadi Indonesia sebanyak 25 halaman setiap hari.

R adalah singkatan dari realistics. Artinya, Anda memiliki waktu untuk membaca 25 halaman setiap hari. Bila Anda mempunyai kesibukan yang sangat banyak- membaca buku sebanyak 25 halaman setiap hari mungkin tidak realistis.

T adalah singkatan dari time-bound. Artinya, tujuan Anda akan dicapai dalam kurun waktu tertentu. Misalnya, Anda selesai membaca buku Menjadi Indonesia dalam waktu satu bulan.

Metode SMART di atas bisa membantu Anda untuk merumuskan sasaran pribadi Anda.

Berikut adalah 6 sasaran paling penting dalam hidup saya di tahun 2015 ini.

  1. Membaca 60 buku yang terpenting dalam sejarah.
  2. Memelihara dan meningkatkan kasih dan menyisihkan waktu minimum satu jam secara teratur untuk keluarga (isteri dan anak).
  3. Menyisihkan satu jam setiap hari untuk membaca buku penting lainnya sekaligus membuat catatan dari yang dibaca.
  4. Menulis ulang minimum 30 tulisan di situs pribadi sebelum 31 Desember 2015.
  5. Melakukan 2 pelatihan publik setiap bulan.
  6. Konsisten memberikan donasi kepada institusi-institusi dan lembaga-lembaga yang bertujuan meningkatkan pengembangan sumber daya manusia.

Itulah contoh sasaran pribadi, yang bisa Anda kembangkan sesuai dengan kondisi Anda pribadi untuk merumuskan sasaran pribadi Anda.

Tujuan hidup Anda tentu berbeda dengan saya. Tiap orang mempunyai karunia, talenta dan pekerjaan yang berbeda.

Renungan:

  1. Sisihkanlah waktu Anda untuk merumuskan paling tidak 5 hal terpenting untuk Anda capai di tahun ini.
  2. Tulislah apa yang ingin Anda capai dalam satu buku khusus agar Anda dapat meninjaunya setiap bulan, tiga bulan, enam bulan dan tahun.
  3. Berdoalah agar Tuhan yang Maha Esa memberi kekuatan kepada Anda untuk mencapai tujuan Anda pada tahun ini.


Link Terkait

Apa Tujuan Hidup Anda dan Saya?


Mengevaluasi Sasaran Hidup Pribadi Sangat Penting

Inilah Resep Sederhana Meningkatkan Motivasi Hidup Anda

Seminar Motivasi: Bagaimana Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan?

Kritik terhadap Teori Motivasi Maslow

Isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia

Visi Indonesia Raya

Sasaran Pribadi dan Visi Indonesia Raya

Dari Merumuskan Sasaran Pribadi ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK
0813-1141-8800
021-8430-3041

SEMINAR

Habits of the Mind

Thinking with Six Hats

Career Repositioning


Bagaimana Mencegah Stress Berlebihan?

Memilih Pekerjaan Sesuai Bakat