Apakah Pelatihan Pembentukan Watak (Karakter) Unggul Masih Relevan Bagi Pekerja Di atas Umur 20 Tahun?

Satu kali saya menghadiri acara siraman rohani yang berkaitan dengan pembentukan watak (karakter). Pembicaranya adalah seorang ibu yang sudah berumur 70 tahun. Ibu tua ini mengatakan bahwa karakter unggul seorang anak sudah sulit dibentuk setelah anak berumur di atas 17 tahun. Hanya pada saat anak di bawah umur 17 tahun, karakter unggul besar kemungkinannya terbentuk. Pertama adalah ketika anak masih di bawah umur 8 tahun, dan kedua adalah pada saat anak umur 8-17 tahun.

Mengapa Karakter Sulit Dibentuk
Setelah Umur di atas 17 Tahun?

Sekalipun tidak sepenuhnya saya menerima pemikiran ibu tua tadi, penjelasan berikut dapat membantu bagaimana karakter terbentuk. Pada saat anak masih di bawah umur delapan (8) tahun, ini merupakan kesempatan-pertama paling bagus untuk membentuk karakter anak. Anak kecil pada umur ini relatif mudah menerima informasi. Belum banyak ia memiliki informasi-informasi pembanding. Apa yang dikatakan orang lain, khususnya orang tuanya, masih mudah ia terima. Pikirannya, yang sekalipun menyimpan banyak pengetahuan, masih kurang terlatih untuk membedakan informasi yang satu dari informasi yang lain.

Dengan menerima informasi-informasi baru, pola-pola baru akan terbentuk lebih mudah. Ia akan lebih mudah meniru apa yang ia lihat. Tindakan orang tuanya akan ia tiru dengan mudahnya. Pada masa-masa inilah waktu yang paling baik untuk pembentukan watak anak. 

Di atas umur delapan (8) tahun, anak mulai bergaul dengan orang lain, khususnya teman anak sekolah dan guru. Ia menerima informasi dari teman-teman sekolahnya dan gurunya. Informasi yang ia terima pada periode ini juga turut membentuk pola-pola pikir yang baru. Pola ini bisa mematangkan pola yang sudah terbentuk sebelumnya; bisa juga membentuk pola baru yang berlawanan dengan apa yang ia terima dari orang tuanya. Bisa juga informasi yang ia terima pada periode ini membentuk pola baru karena belum ada pembanding dari informasi dari orang tuanya.

"Anak dengan umur di atas 17 Tahun ibarat ember yang tertutup. Pembentukan watak semakin sulit"

'Anak di atas 17 tahun ibarat ember yang sudah tertutup', kata ibu tua tadi. Pada saat anak di atas 17 tahun, wawasannya sudah mulai terbentuk. Kerangka berpikir sudah mengambil bentuk sekalipun masih belum begitu kokoh. Ia sudah memiliki kemampuan untuk membandingkan informasi yang satu dengan yang lain karena telah mendapat informasi baik dari orang tua, guru atau teman sekolahnya. Kalau informasi yang ia terima selama ini sudah bercokol dengan begitu kuat maka akan semakin sulit ia menerima infomasi baru apalagi informasi yang berlawanan dengan pola yang sudah terbentuk.

Sulitnya membentuk karakter setelah berumur 17 tahun juga oleh karena faktor dari dalam diri seorang anak.  Secara alami, akan ada penolakan atau resistansi dari diri seorang anak terhadap informasi-informasi yang baru, khususnya terhadap informasi-informasi bagus yang merupakan benih
pembentukan karakter unggul. Bahkan dapat dikatakan, faktor resistansi alami inilah merupakan faktor yang paling banyak berperan dalam penolakan terhadap informasi-informasi yang bagus. Jadi, tidak mengherankan kalau seseorang sudah berkali-kali mendengar informasi-informasi bagus, tetapi efeknya tidak terlihat dalam bentuk tindakan atau karakter unggul.

"People Grow Businesses Grow."

Apakah dengan demikian program-program pelatihan pembentukan watak (karakter) tidak diperlukan? Tidak. Justru, bila pelatihan seperti ini dihentikan, pikiran seseorang akan semakin liar. Ibarat taman, bila tidak dirawat, tanaman liar akan tumbuh. Begitu juga dengan pikiran; bila ia tidak terus dirawat dan tidak diisi dengan informasi-informasi yang bagus, pikiran-pikiran liar akan semakin lebat. Ini akan menghasilkan pribadi-pribadi yang akan merusak; kebiasaan-kebiasaan buruk akan terbentuk dalam dirinya.

Oleh karena itu, Anda jangan menghentikan program-program pelatihan yang memberikan pencerahan kepada pekerja-pekerja Anda. Undanglah pembicara-pembicara yang bagus untuk mengisi pikiran-pikiran pekerja Anda agar usaha Anda bisa terus makin membaik. Bila tidak, Anda akan melihat usaha atau organisasi Anda akan diisi oleh orang-orang yang pikirannya semakin kusut, yang berbuntut pada kebangkrutan usaha Anda.

LINK TERKAIT

Pola Pikir (Kerangka Berpikir) Sebagai Fondasi Seluruh Tindakan Kita

Asal-Usul Kebiasaan Mengkritik

Bagaimana Pola Pikir Terbentuk?

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Faktor X dalam Proses Perubahan Pola Pikir

Tips Merubah Pola Pikir


Mata Kuliah Filsafat: 'Nutrisi' untuk Pikiran


Melatih Pikiran dengan Membaca

Kekuatan Berpikir Negatif (Kritis)

Tips Mengurangi Kebiasaan Mengkritik

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan

Dari Pelatihan Pembentukan Watak ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK

021-8430-3041

0813-1141-8800

Seminar Character Building

Transformed Mind

Jadwal Training