Apa Sich Prasyarat untuk
Perubahan yang Positif?

Apakah Anda berubah? Apakah Anda mengalamai perubahan yang positif? Pertanyaan ini bisa membuat Anda dan saya sejenak tertegun. Tentu kita semua berubah.

Yang jelas, kita masing-masing memiliki perubahan yang sama, yaitu perubahan phisik. Makin lama kita makin tua. Makin lama kulit kita makin berkeriput. Kekuatan kita pun akan berkurang dengan semakin
banyak waktu kita lalui.

Bagaimana dengan perubahan jiwa kita? Bagaimana perubahan ini terjadi dalam diri kita? Apakah itu terjadi secara alami? Apakah itu bisa dikontrol? Apakah itu bisa dipaksakan?

Anda dan saya tentu punya pengalaman tersendiri; bagaimana kita berubah menjadi sosok pribadi yang sekarang. Entah kita semakin matang, semakin lihai berpikir, semakin mahir membuat keputusan, semakin efektif berbicara, semakin lancar menulis, semakin baik berelasi dengan orang lain, semakin berani mengatakan yang benar- kondisi ini kadang bisa ditelusuri sampai kepada awal peristiwanya. Kita bisa mengingat saat-saat yang memicu perubahan itu.

Kapan Perubahan yang Positif Berawal Kadang Tidak Diketahui

Kita memang tidak selalu menyadari perubahan itu. Ada yang sadar setelah sekian lama mengalaminya. Ada yang merasakannya secara mendadak. Tiap orang mungkin bisa mendeteksi saat-saat kapan perubahan itu mulai terjadi dalam hidupnya.

Tentu, perubahan tidak selalu ke arah positif. Bisa juga perubahan ke arah yang negatif. Ada orang yang makin lama makin ‘aneh’. Ada orang semakin menyebalkan.

Ada orang yang tidak lagi berminat terhadap pekerjaannya. Perubahan negatif bisa sampai menyentuh keluarga di mana relasi antara suami dan isteri tidak lagi sehangat seperti pada awal pernikahan. Perubahan yang negatif bisa terjadi pada siapapun.

Bukan Hanya Perubahan yang Positif, tapi juga Perubahan yang Negatif

Di kantor bisa juga terjadi perubahan yang negatif. Setelah Anda lulus kuliah dan diterima bekerja di salah satu perusahaan, Anda menyenangi pekerjaan Anda. Ada pengalaman dan suasana baru. Dari tadinya Anda berkutat dengan segudang pekerjaan rumah (PR) dari dosen, Anda tidak lagi mengerjakan tugas serupa. PR Anda sekarang barangkali tidak lagi sesulit PR di kampus.

Namun, dengan berjalannya waktu, Anda bisa berubah. Anda bisa tidak lagi menyenangi pekerjaan Anda. Kolega Anda di kantor pun ikut-ikutan berpersepsi negatif terhadap Anda. Atasan Anda juga mungkin memberikan penilaian kurang memuaskan terhadap hasil pekerjaan Anda. Anda akhirnya ingin keluar atau pindah perusahaan. Sambil menunggu kesempatan yang lebih baik, Anda bertahan dengan sikap yang berubah dibandingkan dengan saat Anda mulai bekerja.

Tentu banyak faktor-faktor yang membuat seseorang berubah, khususnya perubahan yang positif. Kita tidak akan membahas semua faktor dalam artikel ini. Namun, ada satu prasyarat agar perubahan itu terjadi. Apa Anda bisa menebaknya?

Salah satu prasyarat adalah ‘bertemu’ dengan kalimat-kalimat yang agung, kata-kata bijak yang berisi kebenaran.

Entah itu dibaca dari koran atau buku, didengar dari siaran radio atau televisi, didengar dari dosen atau sahabat- itu menjadi salah satu prasyarat munculnya perubahan dalam diri Anda dan saya.

Tidak mungkin ada perubahan tanpa ‘berjumpa’ dengan kata-kata bijak.

Bisa itu berasal dari percakapan yang berdurasi dua menit dengan orang tua atau orang yang tidak dikenal di jalan. Itu bisa dari ceritera seseorang ketika kita sedang naik angkot, bus, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang. Bisa juga itu dari percakapan dengan teman di satu restoran.

Perubahan yang Positif Tidak Selalu Dialami Setiap Orang

Namun, ada pertanyaan. Bagaimana proses perubahan itu terjadi di dalam diri seseorang? Mengapa orang yang mendengar kata-kata bijak yang sama tidak menghasilkan perubahan yang sama dalam diri yang mendengar.

Mengapa orang yang membaca karya-karya bermutu atau buku-buku berbobot tidak memberikan dampak positif yang sama bagi pembacanya? Mahasiswa yang mendengar kuliah dari dosen atau pemirsa televisi yang mendengar siaran yang bermutu, atau anak-anak yang mendengar nasihat orang tua atau jemaah yang mendengar khotbah ustad, pastor atau pendeta- tidak selalu atau tidak mengalami dampak yang sama.

Perubahan memang menyimpan sesuatu yang misteri. Ada kesan bahwa perubahan itu tidak dapat dikontrol oleh diri kita sendiri bahkan tidak dapat dipaksakan atau dikontrol oleh orang lain. Namun, kondisi-kondisi agar perubahan yang positif muncul dalam diri Anda dan saya bisa dihadirkan.

Memang tidak ada garansi bahwa dengan dihadirkannya kondisi-kondisi tertentu- itu akan selalu menghasilkan perubahan yang baik. Namun, kondisi-kondisi itu mutlak perlu ada.

Bila Anda punya tanggung jawab untuk melakukan perubahan dalam organisasi Anda atau bila Anda pemilik usaha dengan puluhan atau ratusan bahkan ribuan orang, saya menyarankan agar Anda memikirkan lebih banyak bagaimana menciptakan kondisi-kondisi itu. Apakah itu? Anda tentu bisa menebaknya.

Bila tidak, silahkan menghadiri pelatihan kami berjudul How People Change.’ Anda akan mendapatkan manfaat yang besar baik buat Anda maupun organisasi Anda.

Link Terkait

Pola Pikir (Kerangka Berpikir) Sebagai Fondasi Seluruh Tindakan Kita


Asal-Usul Kebiasaan Mengkritik

Bagaimana Pola Pikir Terbentuk?

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Faktor X dalam Proses Perubahan Pola Pikir

Tips Merubah Pola Pikir


Mata Kuliah Filsafat: 'Nutrisi' untuk Pikiran


Melatih Pikiran dengan Membaca

Kekuatan Berpikir Negatif (Kritis)

Tips Mengurangi Kebiasaan Mengkritik

Delapan (8) Tips Mencegah Stress BerlebihanApa Sich Prasyarat untuk Perubahan yang Positif?


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.