Bagaimana Membangun Pikiran Jernih?

Ditulis oleh: Judika Malau - Trainer, Motivator & Konsultan

Membangun Pikiran Jernih

Topik mengenai pikiran menyita banyak waktu saya beberapa bulan terakhir ini. Saya sudah membaca beberapa buku yang membahas pikiran: Habits of the Mind karya Archibal D. Hart, Think Big Act Small karya Jason Jennings, The Power of Habits karya Charles Duhig, Thinking in the future Tense karya Jennifer James, The Magic of Thinking Big karya David J. Schwartz, Apakah Otak yang Dipersalahkan karya Edward T. Welch, The Power of Thought karya Gleen Bland, Paragidma karya Joel Arthur Baker, Habits of the Mind karya James W. Sire, Six Thinking Hats karya Edward de Bono, dan masih banyak buku lain. Namun demikian, sampai hari ini sulit memahami bagaimana pikiran bekerja.

Pikiran menyimpan banyak misteri dan tidak bakal terkuak sampai akhir zaman. Blaise Pascal pernah mengatakan,


"Manusia yang bisa memikirkan tentang dirinya sendiri pastilah mahluk yang luar biasa. Sebab ia tidak dapat membayangkan seperti apa tubuhnya, apalagi rohnya, dan terlebih lagi bagaimana tubuh dapat  menyatu dengan roh. Itulah puncak dari kesulitannya dan justru itulah keberadaannya."
Blaise Pascal

Pertanyaan yang saya renungkan adalah, "Apakah kita dapat membangun pikiran jernih?" Dengan kata lain, apakah kita selalu bisa menguasai pikiran kita sehingga pikiran memiliki kesalahan yang sangat minim?

Kita tentu pernah bahkan mungkin sering membuat kesalahan. Kita mengkritik hal-hal yang sepele. Kita mudah emosi hanya karena kesalahan kecil yang dilakukan orang lain. Kita pernah mengucapkan kata-kata yang beraroma emosi yang melukai hati orang lain dan mematahkan semangatnya dan melakukan tindakan yang memberi efek negatif yang besar. Kata-kata yang pedas keluar dari mulut, yang bisa memberi dampak merusak. "Lidah bisa seperti pisau yang sangat tajam,' begitu tertulis di buku klasik.

Natur pikiran memang sudah mengalami deformasi. Secara alami, pikiran cenderung berpikir negatif; potensi untuk memikirkan yang jahat terbuka sangat lebar. Pikiran cenderung menghasilkan pemikiran buruk. Bila sejenak pikiran memikirkan hal-hal yang baik, dalam hitungan menit, pikiran bisa memikirkan hal-hal yang buruk. Pikiran begitu lincah dan dinamis untuk berpikir. Ia bisa begitu cepat mengganti topik yang satu dengan lain. Jadi, bukan perkara mudah untuk membangun pikiran jernih, bahkan saya pikir mustahil menjaga pikiran jernih untuk setiap saat. Pikiran sudah terkontaminasi dan tidak dapat direhabilitasi dengan kekuatan kita sendiri.

Apakah Pikiran Jernih Bisa Diraih?

Bila kita melihat sejarah manusia, masih ada cara yang bisa dilakukan untuk membangun pikiran jernih sekalipun tidak bisa seratus persen. Karya-karya kuno yang telah mengilhami manusia di sepanjang abad seperti karya yang ditulis oleh Confucius, Mencius, Lao Tse, Plato, Aristoteles, dan penulis klasik
lainnya merupakan beberapa bukti bahwa pikiran manusia masih bisa berubah ke arah yang lebih baik. Mereka ini, sama dengan kita, memiliki pikiran yang terpolusi, tetapi mereka masih bisa menuliskan karya-karya agung yang sampai kini masih dibaca oleh puluhan bahkan ratusan juta manusia. Bahkan saya menduga bahwa mereka pun mampu melakukan sebagian besar apa yang mereka tuliskan.

  Menjaga Pikiran Jernih, Pertama,  Mengarahkan Pikiran kepada hal-Hal yang Baik

Pada tulisan ini, saya mau menyajikan dua cara untuk membangun pikiran jernih. Pertama, mengarahkan pikiran kepada hal-hal yang baik. Anda dapat mengambil waktu sejenak untuk mengingat hal-hal yang baik yang  pernah Anda alami. Itu bisa perbuatan baik yang dilakukan orang lain terhadap diri Anda. Itu bisa dari orang tua, kakak, adik atau teman-teman Anda. Bisa juga Anda mengingat perbuatan baik para guru ketika Anda masih sekolah atau dari dosen ketika Anda masih kuliah atau siapa saja yang telah memberikan pertolongan di saat-saat Anda butuhkan. Pertolongan tidak selalu dalam bentuk bantuan phisik seperti uang, tetapi bisa juga dalam bentuk pemikiran. Buku-buku klasik sudah menggaris-bawahi bahwa pemikiran baik jauh lebih penting dari pada bantuan yang berbentuk phisik. Pemikiran yang baik melebihi emas ataupun perak.

Pemikiran begitu kuat. Pengaruhnya luar biasa bahkan bisa mempengaruhi ratusan juta manusia. Bukan hanya itu saja, pengaruhnya bisa sampai ribuan tahun. Karya-karya klasik yang ditulis oleh Confucius, Mencius, Lao Tse, Plato, Aristoteles dan penulis klasik hebat lainnya sampai hari ini masih dicetak dan dibaca orang dan yang menarik. Kutipan-kutipan yang keluar dari mulut kita pun sering dikutip dari karya-karya klasik ini. Misalnya, ucapan terkenal dari Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy, "Jangan tanya apa yang bisa dilakukan negara ini kepada Anda, tetapi tanyalah apa yang dapat Anda lakukan kepada negara ini," merupakan modifikasi dari karya klasik kuno. Kutipan aslinya adalah, "Apa yang ingin dilakukan orang kepadamu, lakukanlah itu dahulu kepada orang lain." Bila dijabarakan, bila kita ingin orang lain menghormati kita, kita lebih dulu menghormati orang lain; kalau kita ingin mendapat kebaikan dari orang lain, kita lebih dulu melakukan kebaikan kepada orang lain.

Anda bisa juga mengingat pemikiran-pemikiran yang diberikan orang lain yang telah menolong pemikiran Anda sehingga Anda menjadi sosok seperti sekarang ini. Kita adalah produk dari pemikiran yang kita terima. Bisa saja pemikiran, tindakan atau kebiasaan baik Anda saat ini merupakan pengaruh dari pikiran yang pernah Anda terima di masa lalu.

Membangun Pikiran Jernih dengan Meditasi.

Cara kedua adalah dengan meditasi. Meditasi yang saya maksud bukan dengan mengosongkan pikiran seperti yang sering dilakukan oleh banyak orang. Saya tidak setuju dengan meditasi demikian. Bila Anda mengosongkan pikiran Anda, ini membuka peluang bagi roh-roh lain untuk memasuki pikiran Anda. Pikiran-pikiran buruk bahkan yang jahat sekalipun, yang bersembunyi dalam pikiran Anda, bisa nongol tiba-tiba pada saat meditasi dengan pikiran kosong. Saya tidak menyarankan meditasi seperti ini, tetapi meditasi di mana pikiran Anda tetap sadar dan dalam kondisi relaks. Akal sehat Anda tetap beroperasi secara normal. Dalam bahasa teknisnya, Anda berpikir di mana otak Anda dalam kondisi gelombang Beta.

Renungkanlah satu atau beberapa pemikiran mulia dan pikirkanlah makna pemikiran tersebut. Anda dapat memeriksa apakah pemikiran itu merupakan hal yang baru bagi Anda atau tidak. Kalau itu merupakan pemikiran baru, cobalah melakukan sebuah penggalian terhadap pemikiran tersebut- apa konteks dan maknanya dan bagaimana pemikiran tersebut diterapkan dalam kehidupan masa kini. Anda dapat mengaplikasikan makna pemikiran tersebut bagi hidup Anda pribadi. Ambillah keputusan untuk menerapkan pemikiran tersebut dalam kehidupan Anda. Anda bisa memulai dengan pemikiran baik seperti berbicara dengan lebih hati-hati, memulai kebiasaan membaca atau memilih pemikiran baik yang lain. (JM)


TRAINING: LUMINANCE OF THE MIND
Jadwal & Tempat
Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)

TRAINING: HABITS OF THE MIND
Jadwal & Tempat

Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)

Kontak
0813-1141-8800 (WA); 0813-1122-1148



Bagaimana Mewujudkan Program Revolusi Mental Presiden Jokowi?

Bagaimana Mencegah Stress Berlebihan?

Kapan Sebaiknya Mengganti Karir?



Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


KONTAK
0813-1141-8800
0813-1122-1148

SEMINAR

Habits of the Mind

Thinking with Six Hats

Career Repositioning

Business Ethics & Decision Making

 Apa Itu Wawasan Dunia (Worldview)?

Bagaimana Mewujudkan Program 'Revolusi Mental'