Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Dominasi Pragmatisme
dalam Dunia Kerja

Potret Dunia Kerja: Pragmatisme

Bila diperhatikan, sebagian nilai dan praksis agama masih ditemukan dalam dunia kerja. Di perusahaan-perusahaan yang relatif besar, masih ada ruangan untuk sembahyang; masih ada mushola. Menejemen perusahaan masih mengijinkan ruangan dipakai untuk acara kebaktian. Ada anggaran untuk membiayai kegiatan agama. Masih ada tunjangan Hari Raya Keagamaan. Namun, fakta-fakta ini bukanlah menunjukkan bahwa nilai-nilai agama dominan dalam dunia kerja. Sikap ini hanya merupakan bentuk kompromi dan toleransi terhadap agama. Yang dominan adalah falsafah pragmatis.

Pragmatisme adalah satu pikiran yang menghubungkan teori dan praktek; falsafah yang menekankan makna tindakan manusia dalam dunia pengetahuan dan pengalaman hidup sehari-hari. Dalam perkembangannya, kebenaran akan disebut kebenaran bila itu dapat dibuktikan. Kebenaran bukan lagi sesuatu yang mutlak, tetapi yang relatif. Kebenaran bergantung pada ruang dan waktu. Berbeda dengan pengikut agama yang menganggap bahwa kebenaran adalah mutlak, kaum pragmatis tidak melihatnya demikian. Kalaupun ada yang disebut kebenaran, yang menjadi ukuran adalah keuntungan. Bila keyakinan memberikan faedah kepada pengikutnya, keyakinan itu akan disebut kebenaran. Bila tidak, keyakinan itu bukanlah kebenaran.

Menyedihkan, tapi itulah realita dunia kerja di republik ini, yang hampir semua penduduknya percaya kepada Tuhan yang Maha Esa. Rajin sembahyang, membaca Kitab Suci, berdoa, berpuasa, dan melakukan berbagai ritual agama lainnya hanya tindakan figuran untuk memuaskan tuntutan sosial sebagai orang yang beragama. Etika-etika universal tergusur. Apa yang disebut kejujuran, menghargai milik orang lain, dan mengatakan yang benar semakin tersisih. Etika-etika tidak perlu sepanjang keuntungan didapat.

Dunia kerja seperti ini membuat manusia bekerja hanya untuk mengejar keuntungan. Menipu, mengambil milik orang lain, berbohong atau 'memberikan' wanita bukan lagi tindakan yang salah. Yang paling penting adalah bagaimana mendapat keuntungan. Hasil diutamakan, bukan proses. Demikianlah anjuran falsafah pragmatis ini.

Ini tidak lepas dari pengaruh tokoh-tokoh Pragmatisme seperti Peirce, William James dan Dewey. Mereka berusaha memisahkan manusia dari Tuhan yang Maha Esa. Mereka menggusur nilai-nilai agama dan berusaha agar relasi manusia dan Tuhan terputus dalam dunia kerja. Akibatnya, muncul konflik; yang pro dan kontra nilai-nilai agama saling 'menyikut' dan yang menyedihkan, pengikut falsafah Peirce, James dan Dewey ini sering berhasil dan menduduki jabatan-jabatan strategis di kantor. Yang memegang nilai-nilai agama pun semakin tersudut. Dengan membludaknya pendukung falsafah 'yang-penting-untung' di lingkaran pemegang saham- ini membuat Pragmatisme semakin merajalela dalam dunia kerja.

Bagaimana nasib dunia kerja di masa-masa mendatang bila falsafah yang menekankan keuntungan ini terus bercokol? Mungkinkah dunia kerja akan lebih baik? Mungkinkah Indonesia Raya tercapai? Yang jelas Pragmatisme berbenturan dengan sila pertama. Falsafah ini menolak eksistensi Tuhan. Para pendiri republik ini membentengi negeri ini dengan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Mereka yakin bahwa hanya dengan menjunjung dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, visi Indonesia Raya- negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur- bisa terwujud.

Renungan:

  1. Dalam hal apa saja falsafah pragmatis dapat Anda temukan dalam dunia kerja?
  2. Setelah membaca tulisan di atas, bagaimana sikap Anda terhadap falsafah ini?
  3. Bagaimana Anda mengambil hal yang positif dari falsafah ini tanpa menggusur nilai-nilai keyakinan agama Anda?

Artikel Terkait:

Etika Pancasila untuk Putra-Putri Indonesia
Etika merupakan satu kesatuan. Bila satu prinsip tidak dilakukan dan prinsip lain diabaikan- itu berarti mengabaikan keseluruhan.

Etika Konfusianisme: Perkenalan
Etika Konfusianisme menekankan pentingnya individu; pengembangan individu merupakan fondasi dari pembangunan keluarga, masyarakat dan negara.

Etika Menonton di Aula Simfonia Jakarta
Berikut adalah etika menonton di Aula Simfonia Jakarta. Pertama, usahakanlah berpakaian serapih mungkin.

Pagelaran Musik Klasik di Aula Simfonia Jakarta
Di sini disajikan jadwal pertunjukan musik klasik di Aula Simfonia Jakarta.

Etika Meminjam Uang kepada Orang Lain
Tips agar integritas dan reputasi Anda tidak rusak hanya karena melupakan prinsip-prinsip penting dalam hal meminjam uang.

Dari Dominasi Pragmatisme ke Halaman Depan

Berlangganan Putra-Putri-Indonesia.com

Sebelum Anda meninggalkan Putra-Putri-Indonesia.com, silahkan meninggalkan alamat e-mail dan nama Anda. Ini hanya digunakan untuk mengirimkan e-magazine secara berkala kepada Anda.


Enter your E-mail Address
Enter your First Name (optional)
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.




Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit