Rahasia Menjadi Kaya: Berinvestasi!

Rahasi Menjadi Kaya Oleh: Judika Malau - Trainer & Motivator


SEMINAR INVESTASI: GROW RICH
       08.30 - 16.00; Jadwal Jakarta; Jadwal Lippo Cikarang
       Dreamtel Hotel, Menteng, Jakarta 
       Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
       E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
       info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)



Apa sich rahasia menjadi kaya? Ada beberapa cara dan sudah saya tulis dalam tulisan lain dengan judul "Menjadi Orang Kaya dengan Berinvestasi di Usaha yang Riil." Di halaman ini saya mau menekankan kembali dan mengajak Anda mau berinvestasi di usaha-usaha yang riil- apakah itu di usaha Anda sendiri atau di usaha-usaha orang lain yang sudah berjalan atau yang mau dijalankan.

Sudah jelas bahwa menjadi orang kaya, salah satu opsi adalah berinvestasi. Prinsip ini sudah ada ribuan tahun dan masih tetap berlaku sampai sekarang. Siapapun yang ingin kaya, berinvestasi adalah salah satu pilihan. Tidak mungkin orang menjadi kaya kalau ia tidak berinvestasi. Tidak mungkin Anda menjadi kaya bila Anda hanya berharap dari  penghasilan bulanan dan Anda belanjakan sampai habis. Metode ini tidak akan pernah membuat Anda menjadi orang kaya. Satu-satunya cara yang telah diakreditasi oleh hukum alam untuk menjadi kaya adalah berinvestasi.

Mempunyai tujuan hidup menjadi kaya tentu bukanlah tujuan yang paling utama di dunia ini. Penulis juga tidak menyarankan Anda untuk mengejar tujuan seperti ini. Namun, perlu dipahami bahwa bila Anda mau memiliki kekayaan- berinvestasi adalah cara yang paling mulia dan terhormat. Cara-cara lain seperti berjudi, lotere, atau undian yang memberikan hadiah ratusan juta atau miliaran rupiah bukanlah cara yang penulis rekomendasikan. Bukan ini cara yang terbaik. Cara yang terbaik adalah menanamkan uang Anda di usaha-usaha yang riil.

Bagaimana Caranya?
Pertama, Memulai Usaha Sendiri

Metode pertama adalah Anda berusaha sendiri. Tentu, Anda perlu membuat pilihan dan kalkulasi-kalkulasi rasional terhadap usaha yang akan Anda rintis. Paling tidak, usaha itu dapat menampung bakat dan talenta Anda. Bukan hanya dapat menampung minat, bakat dan talenta Anda, tetapi juga dapat menampung pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan Anda. Ada dan banyak yang mau terjun ke dunia usaha yang bukan  "domain" mereka hanya karena melihat keuntungan sesaat. Dan setelah beberapa waktu, usaha itu tutup dan uang yang sudah dinvestasikan tidak kembali. Hindarilah berusaha sendiri di usaha-usaha di mana Anda tidak menyukainya dan tidak memiliki bekal untuk menjalankannya. Sudah ada hukum alam bahwa setiap orang punya DNA yang unik termasuk usaha-usaha yang sepatutnya Anda kerjakan dalam hidup Anda.

Pernah isteri saya mengatakan kepada saya agar kami berinvestasi di bisnis ayam. Ide ini ia dapat dari temannya satu kuliah. Teman isteri saya menceritakan bahwa mereka mendapat keuntungan hampir Rp25.000.000 setiap bulan dari bisnis ayam yang mereka rintis dengan modal yang tidak sampai ratusan juta rupiah. Selama beberapa bulan, teman isteri saya memang mendapat untung. Namun, setelah lebih 8 bulan, isteri saya kemudian mengatakan kepada saya bahwa bisnis temannya tutup karena semua ayam yang ia pelihara mati; tidak ada yang merawat ayam karena pekerja yang merawat ayam itu memilih pekerjaan lain.

Itu hanya salah satu contoh bagaimana orang memilih investasi dan kemudian gagal dalam waktu yang singkat. Yang dilihat hanyalah keuntungan sesaat tanpa mempertimbangkan hal-hal yang harus dipersiapkan untuk menjalankan dan mempertahankan usaha tersebut. Kurang perencanaan; tindakan diambil hanya untuk mencapai keuntungan sesaat merupakan cara yang banyak ditembuh banyak orang; mau menjadi pengusaha dengan motto 'yang-penting-untung.'

Banyak orang gagal berusaha dengan memilih cara berusaha seperti ini. Penulis pun sering bertemu dengan pengusaha-pengusaha amatiran seperti ini. Ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana berusaha. Anda sulit maju berusaha kalau Anda tidak memahami prinsip-prinsip berusaha dan tidak mengikuti hukum-hukum yang berlaku dalam dunia usaha. Dalam segala bidang kehidupan ada hukumnya dan siapapun yang melawan hukum itu akan gagal atau usaha bisa tetap bertahan tanpa ada kemajuan usaha yang berarti.

Jadi, bila Anda mau beinvestasi di usaha sendiri, dapatkan informasi sebanyak mungkin bagaimana berusaha dan menjalankannya- bagaimana prosesnya, berapa orang yang dibutuhkan untuk melakukannya, termasuk mencatat pemasukan dan pengeluaran dalam usaha. Anda juga harus melatih orang-orang Anda, tindakan yang sering diabaikan pengusaha. Hindari sikap tak mau belajar. Bila Anda mengabaikan prinsip-prinsip berusaha, Anda pasti gagal. Yang mengikuti prinsip itu saja tidak selalu berhasil, apalagi kalau tidak mengikutinya. Banyak hal yang harus dipelajari dan dikuasai kalau Anda mau sukses berusaha dan mau menjadi orang kaya.

Kedua, Menjadi Investor di Usaha Orang lain

Kedua adalah berinvestasi di usaha yang sudah berjalan atau mau dijalankan orang lain. Kadang Anda tidak selalu punya ide untuk berusaha. Kalaupun ada ide, Anda tidak berani menjalankan. Anda mungkin hanya asyik membahasnya tanpa ada eksekusi di lapangan. Atau Anda sendiri sudah memilih untuk tidak menjadi pengusaha (business owner).

Tidak semua orang memang harus berusaha sendiri. Ada orang yang memilih menjadi pekerja di perusahaan. Namun demikian, Anda bisa menjadi pemegang saham (investor) di usaha-usaha yang telah dirintis orang lain. Dengan kata lain, Anda menjadi investor, mendanai usaha yang butuh modal dan tetap mejalankan pekerjaan Anda di perusahaan orang lain; karyawan, tetapi punya mental 'investor'. 

"Ketika Anda menanamkan uang Anda di usaha yang riil, bukan hanya uang Anda berlipat ganda, tetapi Anda memberi peluang bagi orang lain untuk bekerja dan mereka dapat menikmati hasil jerih payah dari pekerjaannya. Inilah kekayaan lain yang Anda peroleh, yang saya sebut sebagai kekayaan yang tidak akan hilang, yang tidak bisa dicuri orang lain karena ini merupakan kekayaan yang benar-benar Anda warisi setelah Anda meninggalkan dunia ini."

Banyak orang yang mendapatkan proyek, tetapi mereka tidak punya dana. Di sinilah peran Anda dibutuhkan. Anda menjadi investor di usaha orang lain. Anda mempelajari konsep bisnis yang ditawarkan dan melihat semua hal-hal penting mengenai bisnis itu- apa bisnisnya, bagaimana bisnis itu dijalankan, berapa dana yang dibutuhkan, berapa keuntungan yang akan diperoleh dan bagaimana pembagian hasilnya. Bila Anda tidak memiliki pengetahuan tentang usaha itu, Anda dapat meminta konsultan untuk mengerjakan itu untuk Anda.

Selain itu, sebagai pemilik saham, Anda bisa meminta para pengurus atau direksi perusahaan untuk menjalankan prinsip-prinsip bisnis dengan professional. Anda meminta laporan secara berkala untuk melihat bagaimana status usaha yang Anda danai.  Sambil Anda bekerja di perusahaan lain, Anda tetap dapat memonitor investasi Anda di usaha orang lain. Anda memberikan keleluasaan kepada direksi perusahaan bagaimana usaha dijalankan dan dibuat berkembang; Anda hanya fokus melihat hasilnya secara berkala dan memberikan nasihat seperlunya agar usaha berjalan dengan prinsip-prinsip dan aturan yang sudah ditetapkan.

Memang tidak semua usaha selalu berhasil. Satu prinsip agar usaha berhasil adalah memiliki kalkulasi-kalkulasi rasional. Sudah saya paparkan di atas bahwa untuk berhasil hukum-hukum yang berlaku di dunia usaha dipatuhi. Tidak ada cara lain. Sukses dengan melawan hukum-hukum yang berlaku di bisnis sudah pasti merugikan Anda.  Berbisnis dengan mengabaikan prinsip-prinsip universal akan membawa usaha berujung di pintu kegagalan. Atau usaha mungkin tetap eksis, tetapi setiap orang atau mayoritas pekerja yang bekerja di perusahaan itu menderita atau stres berlebihan karena usaha tidak dikelola dengan prinsip-prinsip yang berlaku di dunia usaha.

Jadi, bila Anda mau menjadi kaya, berinvestasilah. Menyimpan uang di bank dengan hasil yang kecil memang tidak salah, tetapi kalau Anda berinvestasi di usaha-usaha yang riil- terbuka peluang uang Anda bisa bertumbuh dengan berlipat ganda dan orang lain mendapat manfaat atas keputusan Anda berinvestasi. Ketika Anda menanamkan uang Anda di usaha yang riil, bukan hanya uang Anda berlipat ganda, tetapi Anda memberi peluang bagi orang lain untuk bekerja dan mereka dapat menikmati hasil jerih payah dari pekerjaannya. Inilah kekayaan lain yang Anda peroleh, yang saya sebut sebagai kekayaan yang tidak akan hilang, yang tidak bisa dicuri orang lain karena ini merupakan kekayaan yang benar-benar Anda warisi setelah Anda meninggalkan dunia ini.

Salah satu sosok yang benar-benar kaya adalah Bill Gates. Ia berinvestasi. Dan lewat investasinya, puluhan ribu bahkan mungkin ratusan orang mendapatkan manfaat dari hasil usahanya. Ini membuat dia menjadi sangat kaya, bukan hanya dalam kaya materi, tetapi kaya dalam perbuatan baik. Anda berani? Atau Anda masih butuh pencerahan bagaimana  mengusir rasa takut untuk berinvestasi? 


START YOUR OWN BUSINESS
Jadwal Jakarta; Jadwal Lippo Cikarang  
   Kontak: 0813-1141-8800; 0813-1122-1148;
E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id atau
info@putra-putri-indonesia.com (bagi pelanggan situs ini)


Dari Rahasia Menjadi Kaya ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kontak Seminar
0813-1141-8800
0813-1122-1148

Start Your Own Business

Financing Your Business (Project)

Seminar Investasi: Grow Rich

Menjadi Orang Kaya dengan Berinvestasi


Apa Itu Financial Freedom?

Bagaimana Mencegah Stress?