'Poda ni Si Raja Batak' yang Dilupakan Keturunannya    

Nasihat Si Raja Batak

Setelah ratusan tahun orang Batak mengecap pendidikan dan mendapat pengaruh dari Barat, dapat dikatakan orang Batak sekarang sudah jauh berubah. Salah satu perubahan yang nyata dari orang Batak adalah bahwa orang Batak kini sudah menjelajahi hampir seluruh dunia. Ia tidak hanya keluar dari Pusuk Bukit Tanah Batak dan marantau ke seluruh penjuru tanah air, tetapi sudah menjelajahi pelosok dunia: Australia, Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Namun demikian, Si Raja Batak tidak puas melihat keadaan orang Batak masa kini sebab keturunannya hanya merantau secara phisik dari tanah Batak dan mencapai berbagai keberhasilan. Orang Batak sudah bergelar doktor dalam beragam ilmu pengetahuan, meraih pangkat jenderal, dan menduduki posisi penting di pusat pemerintahan.

Namun, dari segi pemikiran, Si Raja Batak berpikir bahwa keturunannya belum keluar terlalu jauh dari Pusuk Buhit. Keturunannya masih bercokol di sekitar Pusuk Buhit dan paling jauh baru merantau sampai ke Pematang Siantar dalam dunia pemikiran, yang hanya satu jam perjalanan dari Parapat. Oleh sebab itu, Si Raja Batak mengingatkan keturunannya tentang nasihat yang pernah ia berikan untuk jadi bekal pemikiran bagi seluruh orang Batak di perantauan dan yang ada di bawah kolong langit ini.

Empat Nasihat Penting Si Raja Batak

Berikut adalah nasihat-nasihat si Raja Batak kepada keturunannya.

"Kepada kamu semua keturunanku, saya, Si Raja Batak, sebagai leluhurmu sudah mengkaji perkembangan para keturunanku selama seratus lima puluh tahun terakhir ini. Saya menulis ulang nasihat yang pernah saya berikan kepada anak saya untuk diteruskan kepada cucu-cucuku dan keturunanku di kemudian hari. Agar nasihat ini tidak kalian lupakan, inilah 4 nasihat penting saya.

Pertama, jangan terlalu bangga dengan statusmu sebagai orang Batak. Secara natural, tidak ada perbedaan antara orang Batak dengan orang Jawa, orang Cina atau suku lain. Semuanya sama secara natur. Setiap orang sama-sama punya jiwa dan tubuh. Hanya dalam hal keunikan orang Batak mungkin berbeda dengan orang lain dan itu pun tidak dapat dikatakan sebagai keunikan khusus. Setiap orang punya keunikan tersendiri- apakah ia sebagai orang Batak atau orang Jawa, orang Padang atau orang lain. Kalau orang Batak sebagai sosok pemberani atau perantau, sifat ini hampir ada di semua orang. Hanya karena faktor-faktor pola pikir, sifat ini seperti terbenam dalam diri mereka. Leluhur kita memberi petuah kepada keturunannya termasuk kepada saya untuk pergi ke seluruh pelosok bumi untuk menguasai dunia. 

Dari segi pencapaian phisik dan pemikiran, orang Batak ielum semaju  saudara kita bangsa Cina. Cina telah ribuan tahun eksis dan menghasilkan banyak karya-karya yang kini dicontoh bangsa Barat seperti meriam, kain sutra, dan porselin. Pencapaian orang Batak belum sejauh itu. Saudara kita bangsa Cina telah membuat Tembok Raksasa; kita belum membuat satu karya apapun yang dapat disamakan dengan itu, atau yang mendapat pangakuan dari bangsa-bangsa lain. Jadi, buanglah sikap merasa lebih unggul dari suku atau bangsa lain dari dalam dirimu.

"Jelajahi dunia pemikiran sejauh mungkin."

Kedua, jelajahilah dunia pemikiran sejauh mungkin. Kalian harus menjelajahi pemikiran sejauh mungkin. Jangan berhenti sampai pada pemikiran-pemikiran saya. Waktu itu, pemikiran saya belum berkembang. Maklumlah bahwa arus informasi tidak sebagus seperti yang kalian alami sekarang. Buku yang saya baca hanya segelintir. Jadi, lebih banyak saya menemukan lewat meditasi dan merenuang, kemudian saya coba pikirkan  kembali, dan kemudian saya lakukan.

"Kalian harus memperbaiki pepatah "Raja I di jolo martungkothon si ala gundi, na pinungka ni parjolo siihutonon ni na parpudi." (Apa yang dirintis para pendadulu diikuti oleh yang kemudian) Ada kesalahan dalam nasihat itu. Saya harus minta maaf. Yang benar adalah bahwa hanya pemikiran-pemikiran yang baik yang harus kamu teruskan sedangkan yang tidak baik, kamu harus hentikan dan terus mencari pemikiran-pemikiran baru dan benar.Tradisi-tradisi yang saya bidani juga dapat kamu modifikasi atau rubah sesuai dengan konteks sejarah kehiduapan kalian karena tradisi merupakan hasil sebuah pemikiran dan bisa saja pemikiran saya salah."

Belajarlah ke Cina atau ke Yunani karena para leluhur kita punya saudara di sana seperti Confucius, Mencius, Socrates, Plato, dan Aristoteles. Begitu banyak pemikiran-pemikiran yang hebat dalam sejarah. Namun, saya sangat menganjurkan kalian untuk mempelajari pemikiran-pemikiran saudara leluhur kita John Calvin dari Swiss itu. Saya meminta dengan sangat agar kalian mempelajari buku-bukunya sebab ia dan penerus pemikirannya telah merubah dunia ini.

Masuknya Dr. Ompui Nomensen pun merupakan buah dari pemikiran Reformasi yang dibidani Marthin Luther dan kemudian ditegakkan oleh John Calvin. Saya harus berterima kasih atas jasa-jasa Nomensen, tetapi ia barangkali belum mempelajari pemikiran John Calvin sepenuhnya. Kalaupun ia pernah mengecapnya, mungkin ia lebih terbeban agar keturunanku tidak mengikuti ritual sihapelebeguon.

Apa Nasihat Ketiga dan Kempat Si Raja Batak?



Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Petuah Raja Batak No 3 dan 4

Unsur-Unsur Budaya

Pentingnya Mengevaluasi Nilai Budaya Batak Toba