Rekam Jejak Prabowo dan Orisinalitas: Dua Alasan Lain untuk Tidak Memilih Prabowo

Alasan ketiga untuk tidak memilih Prabowo adalah rekam jejak Prabowo. Sudah jelas Prabowo memiliki prestasi di TNI Angkatan Darat. Tidak mungkin sosok seperti Prabowo yang berpangkat Letnan Jenderal tidak punya prestasi yang bagus. Untuk naik jadi Kapten aja harus melewati kriteria-kriteria tertentu. Belum lagi ke pangkat Mayor, Letnan Kolonel, Kolonel, Brigadir Jenderal, Mayor Jenderal sampai Letnan Jenderal. Banyak persyaratan, pendidikan dan latihan agar bisa maraih pangkat yang lebih tinggi. Orang-orang yang ada dalam lingkaran militer atau  personel yang pernah jadi atasan Prabowo, jauh lebih tahu soal kemampuan Prabowo dalam bidang militer.

Prestasi Prabowo sekilas saya tahu dari sepupu saya, Mayor Jenderal Mahidin Simbolon, yang pernah bertugas dalam dinas militer. Sepupu saya hampir menghabiskan dua pertiga dinas militernya di Kopassus. Di Kopassuslah Prabowo menjadi atasan MayJend Mahidin Simbolon setelah Prabowo mendapat kenaikan pangkat beberapa kali dalam waktu yang relatif singkat. Putri sepupu saya pernah juga berceritera bahwa Prabowo hebat di dalam manajemen operasi militer.

Sayang prestasi atau rekam jejak Prabowo tidak terekspos ke publik. Harus dimaklumi bahwa prestasi-prestasi militer apalagi dalam unit Kopassus jarang terekspos ke publik. Banyak operasi militer bersifat rahasia dan hanya segelintir orang yang tahu. Tidak seperti kinerja Gubernur Jokowi Widodo yang setiap hari dibuntuti oleh puluhan wartawan, Prabowo jauh dari jangkauan para wartawan. Berita tentang Jokowi selalu diinformasikan ke publik lewat media elektronik maupun media cetak sedangkan Prabowo tidak. Prestasi-prestasi Jokowi seperti kasus Waduk Pluit, Tanah Abang, dan banyak masalah-masalah di  ibu kota sudah dipecahkan dan sebagian sudah dicarikan solusinya dalam waktu yang relatif singkat. Ini semua terekpos ke publik; hampir setiap orang bisa membaca beritanya. Masih ada program-program seperti Jakarta Pintar, Jakarta Sehat dan banyak berita-berita yang membuat penduduk di Ibukota tahu tentang kinerjanya. Prabowo tidak memiliki keuntungan ini. Prestasinya dalam bidang militer hampir dapat dikatakan tertutup dari publik. Jadi, masyarakat tidak mempunyai data yang relatif banyak mengenai kinerjanya.

Rekam Jejak Prabowo Kurang Terekpos

Dalam hal menentukan pilihan, cenderung lebih mudah membuat pilihan kepada sosok yang kinerja atau informasi tentang kinerjanya mudah diketahui dan dikonfirmasi. Sukar membuat pilihan kepada sosok yang kinerjanya tersembunyi sekalipun itu mungkin hebat. Justru, peristiwa yang bisa mencoreng Prabowo adalah Perisitiwa Mei 1998. Apakah Prabowo bersalah atau tidak dalam peristiwa ini atau apakah ia telibat dalam peristiwa ini-  masih mengundang polemik. Publik hanya mengetahui berita-berita dari sumber kedua atau ketiga bahkan mungkin  dari sumber keempat. Jadi, kinerja Prabowo kurang terekpos ke publik karena tugasnya di militer.

Alasan keempat, tidak ‘genuine.’ Itulah kesan yang bisa ditangkap ketika ia melihat baju yang ia pakai. Saya tidak tahu apa motif Prabowo meniru baju dan topi yang dipakai Soekarno. Langkah dan cara ia melihat masih mirip Soekarno juga. Karena Prabowo punya pengalaman di militer, langkahnya masih bisa diterima. Tetapi, baju, topi,  dan cara ia melihat- ini mirip Soekarno.  

Saya sendiri tidak paham mengapa Soekarno memakai  baju yang bernuansa militer. Apakah  baju demikian sangat bagus dan berkualitas pada zaman itu- saya tidak tahu. Yang jelas, Prabowo dalam beberapa hal yang bersifat lahiriah seperti pakaian, topi, dan cara melihat meniru gaya Soekarno.

Tidak salah meniru hal-hal yang baik dari para pendahulu, apalagi kalau yang ditiru adalah pemikiran dan semangatnya. Sering, orang orang yang berpengaruh pada zaman tertentu dipengaruhi oelh pemikiran sosok pada zaman sebelumnya. Ada yang meneruskan seperti yang dilakukan oleh Confucius; ada yang meneruskan dan mengembangkan seperti yang dilakukan oleh Mencius dan John Calvin. Ada juga yang membuat pemikiran baru seperti Martin Luther dan Immanuel Kant. Tapi ada juga yang menjadi anti tesis dari pemikiran sebelumnya.

Bila, yang ditiru Prabowo adalah pemikiran Soekarno dalam hal memperjuangkan cita-cita NKRI seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945- ini sangat baik, tapi sampai meniru bagaimana ia berpakaian dan melihat- ini sudah tidak ‘genuine.’

Meniru cara berpakaian bukanlah hal yang penting. Jadi, orisinalitas Prabowo dalam hal ini diragukan. Bahkan Prabowo tadinya mau mengadopsi istilah Pergerakan Indonesia Raya milik Soekarno, tetapi karena ini milik Soekarno, Prabowo akhirnya memakai istilah Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Saya dengan sengaja tidak memasukan isu HAM sebagai alasan untuk tidak memilih Prabowo. Pelanggaran-pelanggaran HAM yang ditujukan kepada Prabowo selama ia bertugas di dinas kemiliteran bisa saja masuk rahasia negara. Tidak semua motif atau alasan dibalik peristiwa Mei 1988 dapat disebarkan ke publik. Publik tidak harus mengetahui semua informasi yang bersifat rahasia. Ada ruang di mana hanya segelintir orang yang perlu tahu tentang peristiwa-peristiwa penting di dalam negara.

Anda bisa berpandangan berbeda dengan saya. Saya sudah coba menyajikan alasan-alasan yang mendasar untuk tidak memilih Prabowo jadi Presiden. Yang jelas, Prabowo bukanlah yang lebih baik kalau ditinjau dari alasan-alasan yang telah saya kemukakan: kudanya, keluarganya, rekam jejak Prabowo dan orisinalitasnya. Sudah saatnya kita memberikan kesempatan kepada Jokowi, yang benar-benar masih ‘fresh’ dalam karir politik nasional. Semoga ia bisa menunaikan harapan ratusan juta penduduk republik ini untuk kemajuan bangsa dan negara kita.

Analisa Debat Calon Presiden Pertama

Alasan Pertama untuk Tidak Memilih Prabowo

Alasan Kedua untuk Tidak Memilih Prabowo

Dari Rekam Jejak Prabowo ke Halamn Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.