Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Menyingkap Tabir Roh (Jiwa) dan Tubuh

Roh dan Jiwa

Sampai saat ini masih ada perdebatan tentang unsur-unsur yang membentuk manusia. Pengikut paham Trikotomi menganggap bahwa manusia itu terdiri dari tiga unsur: tubuh, ruh, dan jiwa. Masing-masing unsur berbeda dari yang lainnya. Berbeda dengan pengikut paham Trikotomi, pengikut aliran Dikotomi mengatakan bahwa manusia terdiri dari dua unsur saja: tubuh dan jiwa; tubuh berbeda dengan jiwa, tapi jiwa dan rooh adalah hal yang sama; hanya penyebutannya saja yang beda.

Paham dikotomi bisa jadi dipicu oleh Kisah Penciptaan atau yang sering disebut 'Creation Theory.' Dalam kisah itu, Allah mencipta manusia dari debu tanah dan menghebuskan nafas hidup ke dalam hidungnya dan oleh karena nafas kehidupan ini, manusia itu menjadi mahluk yang hidup. Jiwa dan tubuh menyatu. Tidak ada pemisahan antara keduanya.

Memang ada teks kuno yang menunjukkan seolah-olah paham Trikotomi valid. Penulis hebat pada abad pertama seperti Paulus misalnya pernah menulis, "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus." Ia seolah-olah membedakan unsur rohani dan materi (tubuh). Penulis kuno yang tidak jelas indentitasnya pun pernah menulis ke kalangan Ibrani demikian, "Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang berrmata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." Sepertinya kedua unsur non-materi itu berbeda satu sama lain. Yesus sendiri pernah mengatakan, "Kasihilah Tuhanmu, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." Muncul kesan bahwa hati, jiwa dan akal budi adalah elemen yang berbeda.

Bila ditelusuri, pandangan Trikotomi merupakan warisan dari pemikiran Yunani. Orang Yunani beranggapan bahwa manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Tubuh dianggap materi dan diidentikkan dengan hal yang jahat; sedangkan jiwa dan ruh dianggap suci dan diidentikkan dengan hal yang baik. Mengapa ada kejahatan, menurut orang Yunani, adalah karena kejahatan dan kebaikan bersatu dalam diri manusia. Tidak mungkin harmonisasi muncul bila antara yang baik dan jahat itu menyatu. Begitulah pandangan orang Yunani Kuno.

Namun, paham Trikotomi menuai kesulitan. Paham ini sulit menjelaskan pertanyaan seperti 'di mana kemampuan mengingat, proses berpikir, emosi, kemauan, dan pengambilan keputusan terjadi?' Bagaimana relasi antara keduanya terhadap tubuh? Bagaimanakah tubuh menjalankan fungsinya? Ketika ada rangsangan yang diterima oleh panca indera, apa yang mengontrol tubuh? Bila seseorang mendengar inspirasi, di mana kemauan untuk berubah terjadi? Di mana spritualitas beroperasi? Ketika seseorang berdoa, apa yang berelasi dengan Tuhan? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak mudah dijawab pengikut paham Trikotomi.

Namun, dalam paham Dikotomi, proses berpikir, emosi, kemauan, membuat keputusan, mengingat dan spritualitas terjadi dalam roh atau jiwa. Ada relasi yang sangat dekat antara jiwa dan tubuh. Rohlah yang memimpin tubuh; bukan sebaliknya. Tubuh hanya berfungsi bila jiwa eksis. Otak, telinga, mulut, tangan, kaki, dan semua anggota tubuh hanya berfungsi bila jiwa ada. Manusia tidak bisa berpikir kalau tidak ada jiwa. Mulut tidak bisa mengucapkan kalimat kalau jiwa tidak ada. Manusia tidak bisa bergerak atau melakukan apapun kalau jiwa tidak ada. Tanpa jiwa, tubuh itu mati adanya.

Roh atau jiwa bisa eksis sekalipun terpisah dari tubuh. Jiwa bisa berbicara, mengeluh, mengerang, bersukacita tanpa bersatu dengan tubuh. Jiwa-jiwa orang yang telah mati tetap eksis sekalipun berada di surga atau di neraka. Walaupun jiwa bisa eksis tanpa tubuh, jiwa tidaklah lengkap kalau tidak bersama-sama dengan tubuh. Itulah sebabnya jiwa tidak bisa dipisahkan selamanya dengan tubuh. Bagi kalangan yang menerima kebangkitan pada akhir zaman, jiwa akan kembali disatukan dengan tubuh. Manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali. Ini sebuah misteri.

Renungan:

  1. Bagaimana Anda memelihara tubuh Anda?
  2. Menurut Anda, apakah baik membuat tatto pada tubuh?>/li>

  3. Bagaimana Anda membersihkan jiwa Anda dari "kotoran-kotoran" pikiran (luluran pikiran)?

Artikel Terkait:

Urgensi Mengenal Diri dan Potensinya
Mengapa hal ini penting? Apa bahayanya bila pengenalan diri di luar jalur?

Berapa Besar Nilai Diri Anda
Bagaimana menilai diri yang sesungguhnya?

Permohonan dari Liang Kubur
Apakah jiwa orang mati dari 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di surga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya?

Asal Usul Orang Indonesia
Asal Usul orang Indonesia bukan dari negeri ini, tetapi dari lokasi tertentu di luar Nusantara.

Akhir Tahun 2009 Ditutup dengan 'Kepergian' Gus Dur
Mengapa Tuhan memanggil Gud Dur di akhir tahun?

Sinkronisasi Being, Knowing dan Doing
Apa rahasia agar relasi antara being, knowing dan doing-nya sinkron?

Daftar Artikel di Putra-Putri-Indonesia.com

Dari Menyingkap Tabir Roh ke Halaman Depan



Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit