Seminar Pengambilan Keputusan: 'Business Ethics and Decision Making'

Seminar Pengambilan Keputusan

Kematangan seseorang dapat diukur dari kualitas dan kepatutan keputusan yang ia buat. Apakah itu untuk keperluan pribadi, perusahaan, masyarakat bahkan negara, kualitas dan kepatutan keputusan yang ia buat menunjukkan kematangan dirinya. Dalam keputusan yang diambillah tergambar sejauh mana seseorang memahami hukum-hukum yang berlaku terhadap objek keputusan yang ia buat. Apakah keputusan itu diterima publik atau tidak, populer atau tidak- bukan itu yang menjadi persoalan, tetapi apakah ia mengambil keputusan yang baik dan benar, tentu dengan mengacu kepada hukum-hukum alami dan hukum lain yang berlaku secara universal.

"Kualitas keputusan menunjukkan kematangan seseorang dalam hidup."

Hampir setiap hari kita membuat keputusan; setiap hari juga kita bergumul untuk membuat keputusan yang lebih baik. Keputusan itu bisa dicitrakan dalam bentuk tindakan, ucapan, pemikiran, emosi termasuk kemauan.

Tentu membuat keputusan yang berkualitas dan yang patut tidaklah mudah. Beragam faktor terlibat di sana termasuk pemahaman di area di mana keputusan akan diambil, pengalaman, hukum-hukum alami yang berlaku. Tidak heran kalau keputusan seseorang sering menuai kritik ketika keputusan yang diambil berbeda dengan pandangan umum.

Namun, adanya kritik bukan selalu pertanda bahwa keputusan yang dibuat salah. Banyak keputusan yang menuai kritik hari ini, tetapi baru disadari kebenarannya di kemudian hari. Sebaliknya, tidak adanya kritik bukan berarti keputusan yang diambil selalu baik. Misalnya, seseorang yang sering mendapat kebaikan dari atasan akan sulit memberi kritik ketika atasannya membuat keputusan salah. Kita semua pernah mengalaminya. Sering sulit mengkritik keputusan yang salah dari orang tua kita; kita bisa semuanya diam dan membiarkan keputusan itu diambil tanpa ada yang berani mengkritik atau mengingatkannya.  

Baik yang membuat keputusan maupun yang mengkritik keputusan membuat sikap sesuai dengan pemahaman yang ia miliki. Keputusan yang kita buat dilatarbelakangi oleh pandangan atau falsafah atau sering disebut 'worldview', yang tertanam dalam lubuk hati dan pikiran kita. 

"Keputusan mengambil bentuk dalam tindakan, ucapan, pemikiran, emosi, dan kemauan. Ini semua ditentukan oleh 'worldview' yang dimiliki.

Namun, apapun keputusan yang diambil seseorang- ini tentu telah melewati pergumulan terlepas dari apa 'worldview-nya. Ia tentu berpikir dan sebelum ia mengambil keputusan, paling tidak ia 'berdiskusi' dengan dirinya sendiri tentang sikap dan keputusan yang mau diambil. Apakah dalam kondisi terdesak atau tidak, keputusan yang diambil telah melewati proses berpikir.

Tidak mudah membuat keputusan yang baik dan benar, terutama kalau keputusan itu menyangkut diri; ego, nama baik atau harta milik mungkin menjadi taruhan. Selalu ada penghalang dalam proses pengambilan keputusan yang baik dan benar. Penghalang-penghalang itu bisa beragam.

Tentu, ada kriteria dalam pengambilan keputusan. Selalu ada yang menjadi patokan umum yang berlaku untuk semua situasi, yaitu bahwa keputusan yang baik diusahakan sebaik mungkin sinkron dengan hukum-hukum yang berkaitan dengan objek pengambilan keputusan.  Misalnya, bila seorang mau mengambil keputusan dalam bisnis, hukum-hukum yang berkaitan dengan bisnis tersebut harus dihormati; apakah orang mau menikah, ia mengindahkan hukum-hukum yang berlaku dalam perkawinan.

"Dalam setiap area kehidupan, ada hukum alami; masih ada juga hukum yang lebih superior. Setiap keputusan yang baik sinkron dengn hukum-hukum ini."

Misalnya, seorang calon suami harus mengambil perempuan untuk menjadi calon isterinya; jenis kelamin berbeda. Apakah orang mau memutuskan kebijakan pendidikan, ia harus mengindahkan hukum-hukum yang berlaku dalam pendidikan. Meminjam pemikiran Abraham Kuyper, dalam setiap aspek kehidupan ada hukumnya; ada 'sphere of sovereignty.' Ada hukum yang berlaku dalam setiap area kehidupan dan hukum ini harus dihormati. Tidak salah, bila setiap keputusan akhirnya merupakan keputusan yang bersifat etis, dalam arti bahwa keputusan yang diambil sinkron dengan etika-etika yang berlaku dalam area yang menjadi  objek dari keputusan.

"Manfaat Seminar Pengambilan Keputusan: Membuat keputusan etis dengan lebih sistematis dan efektif."

Dalam Seminar Pengambilan Keputusan, etika bisnis merupakan salah satu topik yang akan dibahas dan bagaimana membuat keputusan dengan mempertimbangkan etika ini. Selain itu, akan digunakan Six Hats untuk memperlengkapi seseorang dalam metode pengambilan keputusan.

Salah satu manfaat dari seminar ini adalah bahwa peserta akan belajar bagaimana membuat keputusan secara sistematis dan efektif. Selain itu, energi tidak akan terkuras dan waktu yang digunakan lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan metode lain.

Bila Anda membutuhkan Seminar 'Business Ethics and Decision Making,' silahkan menghubungi kami.

Kontak
0813-1141-8800; 0813-1122-1148

E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id

atau tinggalkan pesan dengan mengisi form di bawah ini.

Training Information Form

Please note that all fields followed by an asterisk must be filled in.

Please enter the word that you see below.

  

Dari Seminar Pengambilan Keputusan ke Jadwal Training


Copyright 2009-2015 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Kontak   0813-1141-8800
0813-1122-1148


JADWAL SEMINAR

Thinking with Six Hats

Luminance of the Mind

Effective Leadership and Corporate Culture