Suami Poligami: Bagaimana Menyikapinya?

Diskusi di WA Group

Dalam diskusi di satu WA goup, ada topik tentang suami poligami. Seorang peserta dikusi menulis bahwa teman-teman di group mampu melakukan poligami (dari sisi ekonomi). Topik itu pun berlanjut dalam diskusi. Poin yang menarik di diskusi ini adalah bagaimana mensinkronkan/ mengharmoniskan konsep poligami ketika Kitab Suci memberi jawaban berbeda? Poin menarik lainnya, bagaimana kita bersikap ketika kita membaca Kitab Suci.

Berikut adalah copian dari diskusi tersebut, yang urutan opini sudah disesuaikan agar mudah bagi pembaca untuk mengikuti alur diskusinya. diskusinya cukup panjang. Anda  perlu membacanya.

Diskusi ini kiranya mencerahkan para pembaca.



Suami Poligami

Judika:

Apa isu soal istri kedua dst msh bs dilanjut? Sy mau komen aja sm postingan Ade sebelumnya. Kalau dilihat sejarah, beberapa nabi pernah punya istri lbh dr satu. Abraham punya 3, tp istri ketiga ada setelah istri pertama sdh meninggal. Yakub, cucu Abraham, punya istri 4 walaupun ia hanya cinta sm istri kedua. Daud punya istri lbh dr 5 kalau nggak salah. Anaknya, Sulaiman punya istri 700; gundik 300 orang.

Kelihatannya punya istri lbh dr satu sepertinya punya dasar.  Yg jd pertanyaan adalah apakah punya istri lbh dr satu adalah grand design (blue print)-nya? Atau memang laki2 didisain hanya u punya istri satu kecuali karena perzinahan atau meninggal?

Pertanyaan lain adalah begini? Kalau suami bs punya istri lbh dr satu, apakah istri bs punya suami lbh dr satu? Ini menyoal kesataraan gender? Kalau nggak bs, apakah hal itu berlaku juga bagi laki2? Kalau mengacu ke para nabi, umumnya para Nabi hanya punya 1 istri. Adam hanya punya satu. Ishak anak Ibrahim, satu. Musa juga, satu. Kalau ditelusuri ke abad ke 4, Santo Agustinus pernah punya istri satu. Kemudian, ia putuskan u pisah d tdk punya istri lagi. Ini jd, panutan bagi pastor di kalangan umat
Katolik di kemudian hari u tdk punya istri sm sekali.

Jd, keputusan u punya istri lbh dr satu atau tdk sama sekali seperti pastor msh perlu penelitian lbh lanjut- apa dasarnya? Apakah Tuhan mendisain demikian? Nanti di surga pasti akan jelas. Kalau di dunia ini, msh bs diperdebatkan. Kita lihat aja nanti kalau kita semua ke sana. :)

Eko:
WaAlahualam..

Suami Poligami

Judika:

Isu keluarga soalnya vital Eko. Ada yg bilang keluarga adalah fondasi masyarakat. Bagus juga kalau topik itu dibahas secara akademis.

Eko:

Betoel... Hasilnya sdh bs ditebak, akhirnya agree to disagree...hehehe

Udi:

Ilmu kita nggak nyampek ... Kecuali Ade ....

Judika:

Bukan soal nyampe nggak nyampe Udi. Kita hanya perlu sedikit bertanya aja tambah logika.

Sebuah premise bs diuji, salah satu dgn, bertanya; pakai negative reasoning. Kalau premisenya lemah, pasti akan kewalahan menjawab pertanyaan dr penanya. Hasil akhir memang bs seperti kata Eko, 'agree to disagree'. Tdk apa- yg penting sdh diusahakan u menganalisa sebuah premise.

Eko:

Lanjuuuttt Jud...

Udi:

Laki laki seperti saya harus jujur mengakui termasuk penakut dan tidak mampu dalam hal ini.

Eko:

Tapi lebih berani F2F ala BI yaaa...? Ayooo coba golf dg military taste dg jamuan nasi urap, telur dadar, ikan pindang dan ayam goreng.... Manstabs!!!

Judika:

Sy juga pernah mengalami hal itu Udi. Jd, sy putuskan u belajar Kitab suci lbh dlm agar tdk 'dikerjain sm pemimpin agama.'

Eko:

27 hole tdk berasa... Ntar bisa nambah jd 36 hole..


Suami Poligami- Apakah 'Grand Design'

Ade:

Diskusi menarik ini, tapi yg paling enak sih face to face. But anyway, ngga apa2.

Judika, anda benar bahwa hampir semua nabi mempunyai istri lebih dari satu. Jadi poligami (beristri lebih dari satu) adalah kebiasaan atau gaya hidup para nabi.

Apakah poligami adalah grand design? Wallahu a'lam, tp al-qur'an mengatakan " nikahilah olehmu dua atau tiga atau empat wanita. Jika km tdk mampu berlaku adil diantara para Istrimu maka nikahilah satu saja dan itu lebih dekat kpd takwa". Jadi angka yg pertama kali disebut bukan "satu". Namun demikian nabi Muhammad menikah lg setelah 27 thn monogami dng istrinya Khadijah. Dari statement al-quran dan fakta itu, terserah masing2 menginterpretasikannya.

Yg jelas, islam tidak memaksa laki2 untuk berpoligami, dan wanita tdk dipaksa untuk menerimanya. Jika tdk mau poligami, it's fine. Jika mau berpoligami, itu juga fine.

Mengenai tidak kawin, itu sangat tdk dianjurkan oleh Islam, apalagi jika laki2nya mampu dlm segala hal (tdk ada alasan). Sebab menikah dan berkembang biak adalah fitrah (kodrat) manusia. Manusia tdk dianjurkan untuk melawan kodratnya. Didalam melayani Tuhan tidak harus dng melawan kodrat. Pada dasarnya Tuhan tidak membutuhkan pelayanan kita, kita mau melaysni (beribadah) atau tdk mau melsyani tdk akan mengurangi keagungan dan kemuliaan Tuhan. Jadi tdk perlu kita hrs mengorbankan hidup kita dng melawan kodrat kemanusiaan Kita.

Nabi Muhammad melarang orang beribadah terus menerus dng meninggalkan kodratnya, meninggalkan keluarganya, mengorbankan fitrahnya. Beliau bilang, "Saya sembahyang tapi saya jg tidur, saya puasa tapi saya juga makan, saya melayani umat tapi saya juga menikah".

PR Bagi Suami Poligami


Judika:
Komen sy u postingan-pertama Ade.

Harus diakui bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yg jenius. Mungkin tdk bakal ada lg pemimpin agama sehebat dia di masa2 mendatang. Teori2nya tentang masyarakat- sy sangat kagum. Sy pelajari ini ketika sy mempelajari mata kuliah Islamologi.

Jd, tantangan bagi para suami masa kini- apakah para suami bs mengikuti keteladanan Nabi soal keadilan? Trus, apa yg dimaksud dengan keadilan- apakah yg dimaksud Nabi sm dengan pengertian di zaman sekarang?

Bagaimana kalau kecemburuan timbul di salah seorang isteri karena suami lbh sayang sm isteri kedua atau ketiga? Ini yg terjadi dgn Yakub d isteri2nya, khususnya Lea d Rahel, yang menuai dimasukkannya anak Rahel, bernama Yusuf, ke sumur oleh anak2 dr isteri yg lain, yg akhirnya Yusuf dijual ke Mesir.

Ini jd PR bagi para suami yg sdh beristeri lbh dr satu d bagi siapapun yg berencana mau punya istri lbh satu (suami poligami).

Iman:

Great points, Jud. Kalo saya, karena saya menjunjung tinggi Nabi Muhammad SAW, maka saya sebisa mungkin meniru sedekat mungkin apa yang beliau lakukan dalam hal poligami, dengan batasan yang digariskan oleh Al-Qur'an.

Adapun yang ingin saya tiru adalah: mencintai dengan sepenuh hati hanya satu istri saja selama istri tersebut masih hidup, dan apabila istri tersebut meninggal dunia, saya baru akan menikah lagi setelah beberapa tahun kemudian, dan itupun menikah dengan janda yang lebih tua dari saya, janda yang membutuhkan perlindungan saya, dan janda yang tidak cantik secara fisik, dan hanya dibatasi empat janda saja.

Terdengar terlalu ideal? Itulah yang saya cita2kan untuk bisa meniru sedekat mungkin terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hal berpoligami. Mohon doanya.

Eko:
Sy mendoakan agar niat dan itikad baik Iman direstui dan dikabulkan Tuhan YME. Amin.

Iman:
Terimakasih Eko.

Suami Poligami: Sebuah Analogi

Ade:
Saya juga ingin seperti Iman yaitu menyebut Judika great. Memang kita hrs selalu bertanya dan menggunaksn akal fikiran kita untuk menguji semua premise yg ada. Untuk itulah kita dibekali oleh Tuhan dng akal agar kita berfikir mengidentifikasi dan mengenal Tuhan.

Anyway, untuk poligami saya ingin memberi analogi agar lbh mudah memahaminya. Begini: kita bersama Istri dn anak hidup di suatu desa. Suatu ketika desa kita dilanda banjir dan banyak rumah para janda dan perempuan single yg terendam. Mereka perlu ditolong.

Banyak para suami punya perahu yg bs digunakan untuk mengangkat para janda dn wanita single itu. Tapi tdk semua suami mau turun mengangkat wanita2 malang yg terendam itu. Bagi suami yg berani dia segera menggerakkan sampannya untuk mengambil wanita(2) yg terendam itu. Yah atas keberaniannya ckp wajar jika wanita (single/janda) jd miliknya. Tapi banyak jg para suami yg tdk mau menggerakkan sampannya dng bbrp alasan misalnya ah biarin sajalah, saya sdh ckp dng istri saya yg ada, atau dia takut dng istrinya yg tdk setuju jk dia menggerakkan sampannya untuk mengambili para wanita itu. (suami poligami)

Kedua - duanya (para suami yg menolong dan para suami yg tdk menolong) fine2 saja. Tdk ada yg salah. Rewardnya bg suami yg berani menolong ya tentu wanita2 yg dia tolong menjadi miliknya. Suami2 yg tdk mau menolong ya tentu jangan iri krn dia tdk mau menolong tp sdh merasa cukup dan bahagia dng Istri yg Ada. Kedua-duanya fine, tinggal terserah anda.

Suami Poligami

Eko:

Klo sy tetap menjunjung tinggi janji pernikahan saya utk selalu setia, saling menyayangi dalam suka dan duka, sehat dan sakit, dst.

Ade:
Itu bagus Eko, komitmen yg bagus dan baik dari anda untuk istri. Ayah sayapun demikian, sangat sayang dan setia dng ibu saya. Hidup bersama selama 69 tahun sejak menikah juni 1945. Wafatnya dlm waktu yg berdekatan, almarhumah ibu saya wafat 4 April 2014 dlm usia 88 thn. Dua bulan kemudian bpk saya wafat (6 Juni) dlm usia 91 thn. Setelah ibu saya wafat, bapak saya tdk bersemangat lg untuk hidup.

Judika:
Komen sy u postingan Iman. Isteri sangat beruntung kalau suami mencintainya sepenuh hati. Mudah2an, istri juga melakukan hal yg sama.

Bagaimana Menyikapi Suami Poligami dari
Sisi Kitab Suci
?

Judika:

Sy lanjut lg ya.

Dalam belajar kitab suci, ada satu poin yg menarik. Kalau Kitab Suci adalah dr Tuhan, maka ketika manusia sdg belajar Kitab Suci,  manusia adalah objek d Kitab Suci adalah subjek. Tp, disisi lain, manusia juga diminta u memahami Kitab Suci d sepertinya manusia bisa jd subjek sedangkan Kitab Suci jd objek.

Di sini posisi manusia jd rada paradoks. Di satu sisi ia harus menerima apa sj yg dicatat oleh Kitab Suci; di sisi lain ia harus memhaminya menurut akalnya.

Msh belum kita perhitungkan 'culture gap' ketika Kitab Suci ditulis ribuan tahun lalu. Ini membuat interpretasi thdp teks bs berlainan kecuali bagi mereka yg paham bahasa asli

Judika:

Postingan terakhir.

Kesulitan kita u memahami tesis seperti apakah suami bs punya istri lbh dr satu adalah karena ada dua kitab suci yg memberi informasi berbeda, khususnya Alkitab d Al Quran. Kalau kitab suci lain mungkin membahasnya juga, tetapi tdk sekonsisten Alkitab d Al Quran.

Pernah orang Farisi bertanya pada Nabi Isa (Yesus) soal kenapa Musa memperbolehkan orang Israel menceraikan istri. Jesus menjawab dgn pedas, "Ia memberi surat cerai karena kedegilan hatimu. Dari mulanya, tdk demikian."

Munculnya dua informasi ini dpt  membawa kita kepada topik yg besar dlm mata kuliah Filsafat, yaitu Epistemologi. Dgn kata lain, bagaimana sy tahu (How do I know?). Ini topik yg besar d sepertinya harus kita break dulu. Mudah2an ini bs merangsang kita u lbh mendalami pemahaman kita ttg keyakinan kita sekalipun jln ke sana sulit.

Judika:

Komen sy u postingan Ade sebelumnya.

Kalau demikian, kita menggeser standar etika ke Antroposentris (manusia). Solusinya bs jd relatif. Ini jd dilemma ketika kitab suci msh jd pegangan u menentukan benar tidaknya sebuah keputusan. Sy sudahi dulu sampai di sini. Plg tdk, waktu yg sdh digunakan selama 2 jam via wa bs merangsang kita ke pertanyaan2 lain.

Good Night teman2

Retno:

Eh abis bgtu aja?gak serrruuuu...ga da dar der dor nyaaaaa

Eko:

Sdh wise agree to disagree....(dalam hati)....

Dari Suami Poligami ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

 

Konsep Poligami dalam Kitab-Kitab Kuno

Setelah Mengejar Harta Puluhan Tahun dan Sukses, Akhirnya Semua Sirna

Mengelola Uang dengan Bijak: Nasehat Buat Pekerja Pemula