Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Devisa dari Tenaga Kerja Indonesia dan Harga Diri Bangsa

Tenaga Kerja Indonesia Menghasilkan Devisa

Dalam perjalanan ke kantor di pagi hari, saya mendengar komentar di salah satu stasion radio tentang bagaimana seharusnya pemerintah bersikap terhadap negara Malaysia, yang dianggap telah mengganggu kedaulatan negara. Salah satu usul yang diterima stasion radio itu adalah agar pemerintah mengambil jalan perang. Namun, usulan ini ditanggapi negatif oleh komentator dari salah satu harian surat kabar ibu kota. Ia menyarankan agar tindakan perang dihindari. Alasannya, jutaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia menghasilkan devisa yang besar bagi negara. Kemudian, ia mengatakan efek domino dari devisa yang dihasilkan dari TKI, yang dapat menggerakkan perekonomian. Tukang pecal misalnya, menjadi hidup karena keluarga yang mendapat kiriman uang dari TKI membeli pecal.

Sekilas alasan komentator itu kelihatan benar. Anda pun barangkali akan setuju agar opsi perang dihindari demi devisa yang masuk ke negara. Uang miliran rupiah dari TKI bisa membantu banyak orang di negeri ini. Selain itu, sulit mencari pekerjaan yang bisa memberikan penghasilan yang cukup di negeri ini. Namun demikian, komentator itu mengabaikan prinsip yang penting; bahwa harga diri jauh lebih penting dari pada uang. Bagi dia, uang lebih penting daripada harga diri. Devisa dari tenaga kerja Indonesia lebih penting daripada harga diri atau kedaulatan negara.

Pada tulisan berjudul Harga Diri dan Pidato Ir. Soekarno 'Ganyang Malysia' saya tuliskan bahwa dalam diri manusia ada unsur kekekalan; berapa besar pun penambah, pengurang, pengali dan pembagi bilangan tak terhingga, nilainya tetap sama, yaitu tak terhingga. Demikian juga dengan harga diri. Harga diri tidak bisa ditukar dengan uang. Uang tidak membuat harga diri bertambah atau berkurang. Uang memang bisa membantu untuk membelikan makanan yang diperlukan oleh tubuh, tetapi uang tidak dapat mengangkat harga diri. Pada kitab-kitab kuno pernah disebutkan, "Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, daripada penghasilan banyak tanpa keadilan." "Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya daripada orang yang berliku-liku jalannya, sekalipun ia kaya."

Mengutamakan uang- inilah penyakit umum bangsa kita. Daya tarik uang memang luar biasa. Mulai dari pejabat tinggi sampai pejabat rendah bahkan rakyat kecil termasuk tenaga kerja Indonesia yang di luar negeri pun- telah dijangkiti penyakit cinta-uang. Yang memahami bahwa harga diri lebih penting dari pada uang semakin sedikit. Urusan perut menjadi lebih penting dari pada urusan jiwa; pakaian lebih penting dari pada tubuh. Kita tidak mampu lagi membedakan yang prinsipil dari yang bukan; yang primer dari yang sekunder. Uang menjadi yang paling penting dalam hidup. Karena uang, yang salah jadi benar dan yang benar jadi salah. Sangat menyedihkan.

Ada yang salah dalam diri bangsa kita. Hati dan pikiran bangsa kita sudah rusak. Pikiran dan jiwa semakin kerdil. Di jalan kita melihat semakin banyak mobil yang baru dan sepertinya uang tidak habis-habis untuk membeli barang-barang mahal. Tidak henti-hentinya gedung bertingkat, ruko, dan kompleks perumahan dibangun. Namun, jiwa dan pikiran bangsa tidak kita bangun. Jiwa bangsa kita makin lama makin kosong. Pikiran tenaga kerja Indonesia yang dikirim ke luar negeri juga tidak diisi dengan prinsip-prinsip yang kokoh. Hanya mujizat yang diharapkan agar hati bangsa ini berbalik ke hal-hal yang benar. Namun sebelum itu terjadi, siapa yang mau mencerahkan hati dan pikiran bangsa ini? Hanya mereka yang masih mempunyai hati nurani yang relatif bersih. Mungkin Anda termasuk sosok yang demikian.

Artike Terkait:

Seberapa Pentingkah Mengenal Diri
Sepenting apakah mengenal diri? Siapa diri kita? Untuk apa kita eksis? Untuk apa kita hidup? Dan apa tujuan dari keberadaan kita?

Berapa Besar Nilai Diri Anda
Bagaimana menilai diri yang sesungguhnya?

Menyingkap Tabir Roh (Jiwa) dan Tubuh
Apakah jiwa dan roh adalah sesuatu yang berbeda?

Harga Diri dan Pidato Ir. Soekarno 'Ganyang Malaysia'
Tidak ada cara lain menegakkan harga diri kecuali melalui perang. Apakah itu dalam bentuk phisik maupun dalam non-phisik, martabat harus direbut melalui peperangan.

Langkah-Langkah Mengangkat Harga Diri
Untuk 'mengangkat' harga diri, berikut adalah beberapa langkah sederhana. Pertama, pahamilah bahwa Anda adalah ciptaan Tuhan. Anda sangat berharga.

Mengenal Pola Pikir Diri Sendiri
Sejak dalam kandungan, proses pembentukan pola pikir telah dimulai.

Tips Merubah Pola Pikir
Anda mungkin masih mencari bentuk pola pikir yang Anda inginkan. Berikut adalah tips untuk merubah pola pikir.

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan
Apakah Anda sedang mengalami stress yang tidak normal? Berikut adalah tips mencegah stress berlebihan.

Permohonan dari Liang Kubur
Apakah jiwa orang mati dari 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di surga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya?

Asal Usul Orang Indonesia
Asal Usul orang Indonesia bukan dari negeri ini, tetapi dari lokasi tertentu di luar Nusantara.

Akhir Tahun 2009 Ditutup dengan 'Kepergian' Gus Dur
Mengapa Tuhan memanggil Gus Dur di akhir tahun?

Sinkronisasi Being, Knowing dan Doing
Apa rahasia agar relasi antara being, knowing dan doing-nya sinkron?

Dari Devisa Tenaga Kerja Indonesia ke Halaman Depan



Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit