Tips Pilkada DKI Jakarta

Tips Pilkada DKI Jakarta

Pilkada DKI kali ini bukan pilkada seperti sebelumnya. Ini merupakan pilkada penentuan perjalanan Ibu kota Jakarta dan NKRI ke depan. Oleh karena itu, saya menyarankan Anda untuk menyebarkan postingan ini kepada teman-teman Anda dan kepada siapa saja seperti orang di grup wa, faceboook, tweeter, dan meminta mereka  menyebarkan postingan ini kepada orang lain, khususnya kepada warga DKI yang akan memilih.

Tips Pilkada DKI Jakarta

Berikut adalah tips pilkada DKI:

  1. Pastikan hari ini (Senin, 17 April 2017) Anda sebagai warga DKI telah terdaftar sebagai pemilih. Anda dapat melihat nama Anda apakah sudah terdaftar atau belum di Daftar Pemilih  Tetap (DPT). Ini bisa Anda lihat di kantor kelurahan atau di tempat yang diinformasikan ketua RT atau RW. Pastikan Anda sudah mendapat Formulir C6 yang Anda dapat lewat kantor kelurahan. Ini merupakan persyaratan penting untuk memilih. Perhatikan informasi tentang tempat pemungutan suara (TPS) Anda memilih. Bila perlu, cek sehari sebelumnya di mana Anda akan memilih. Cocokkan informasi di DPT dan informasi dari kelurahan atau surat pemberitahuan memilih. Bila Anda belum mendapat Formulir C6, tetaplah Anda datang ke TPS dengan membawa KTP asli dan Kartu Keluarga.
  2. Datanglah lebih awal ke TPS di mana Anda akan memilih dengan membawa Formulir C6, KTP asli dan Kartu Keluarga  (bila belum mendapat Formulir C6). Bersikaplah netral selama pilkada.  Hindari melakukan kampanye halus kepada orang lain selama Pilkada. Hindari memakai atribut atau simbol paslon pilihan Anda siapa tahu ada yang berniat jahat dari pendukung paslon lain dan mencoba melakukan apapun untuk menggagalkan atau merusak suasana pilkada.
  3. Pilihlah calon gubernur/calon wakil gubernur sesuai dengan hati nurani Anda. Coboslah gambar paslon Anda. Hindari untuk menyoblos beberapa kali. Cukup sekali saja supaya jangan ada celah untuk menggagalkan pilihan Anda pada saat perhitungan suara.
  4. Perhatikanlah suasana pilkada. Perhatikan para petugas penyelenggara pilkada, pengawas dan saksi-saksi. Siapa tahu mereka ikut serta melakukan hal-hal yang merugikan salah satu paslon.
  5. Perhatikanlah para saksi dan simpatisan. Ada kemungkinan para saksi membuat gangguan selama pilkada di TPS Anda. Beri perhatian bila ada orang yang memakai atribut dari paslon tertentu. Ambil foto, rekam, atau bicara dengan mereka kalau punya nyali. Laporkan ke polisi. Sebab apapun bisa terjadi selama pilkada. Oleh karena itu, Anda harus ikut serta menjaga agar pilkada berjalan dengan tertib dan damai dan tidak ada intimidasi dari siapapun dan dari pihak mana pun.
  6. Saksikanlah penghitungan suara sampai selesai. Anda bisa kembali ke rumah sejenak untuk istirahat dan kemudian kembali ke tps di mana Anda memilih. Saksikanlah perhitungan suara. Simpanlah siapa pemenang, jumlah suara, ambil foto, no tps, RT/RT, kelurahan dan kecamatan. Simpan baik-baik data-data ini sebagai data pembanding di kemudian hari bila dibutuhkan.
  7. Hindari melakukan keributan kalau paslon Anda kalah atau menujukkan kegembiraan berlebihan bila paslon Anda menang. Jagalah perasaan warga lain yang paslon-nya kalah. Bila paslon tertentu menang di TPS Anda, itu harus diterima. Tidak ada peristiwa terjadi secara kebetulan. Jadi, Anda harus siap menerima apapun yang terjadi di TPS Anda.
  8. Bagi Anda yang bukan warga DKI dan tinggal di luar DKI, tidak usah datang ke Jakarta. Anda cukup menonton pesta demokrasi di Jakarta lewat tv. Apalagi kalau Anda diminta dan digerakkan untuk melakukan intimidasi- tolak mentah-mentah ajakan seperti ini. Sebagai warga NKRI, Anda harus menjaga keutuhan bangsa dan negeri ini.    

Semoga tips ini membantu Anda yang akan memilih di DKI Jakarta pada tanggal 19 April ini. Kami yang bukan warga DKI Jakarta berharap DKI Jakarta menjadi satu percontohan bagi daerah lain. Kemajuan daerah Anda bisa menginspirasi daerah-daerah lain dan NKRI.  Jangan lupa Anda mendoakan paslon Anda agar menang. Selamat memilih.


Copyright 2009-2017 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Pembukaan UUD 1945

Asal Usul Bangsa Indonesia

Akar Permasalahan Bangsa