Berpikir Rasional dalam Bisnis

Berpikir Rasional

Salah satu hal yang sering saya temukan dalam bisnis, khususnya dalam dunia investasi atau pendanaan adalah minimnya pikiran rasional.

Logika dan rasionalitas tersisih. Akal sehat dipinggirkan. Padahal, bisnis memerlukan perhitungan yang logis, rasional dan untung. Namun, pelaku-pelaku bisnis yang saya temui termasuk mediator tidak berpikir rasional.

Agar lebih spesifik dengan apa yang saya maksud, orang mengira tidak ada biaya untuk mendapatkan investasi atau pinjaman.

Mengapa para business owner atau mediator tidak berpikir rasional dalam bisnis? Mengapa tidak memahami bahwa waktu adalah uang sekalipun prinsip ini tidak mutlak benar?

Tidak ada orang yang mau bekerja tanpa kompensasi. Apalagi dalam dunia investasi atau financing, selalu ada biaya. Dengan kata lain, ada kompensasi untuk setiap aktifitas.

Tidak logis 'project owner' meminta dana investasi untuk sebuah proyek Rp100 Miliar misalnya, tetapi ia tidak menyisihkan sejumlah uang  untuk jasa mencarikan investor.

Tentu, ia dapat menghemat kalau ia langsung mengenal investor. Kalau tidak, ia harus merogoh kantong. Kalaupun ia mengenal investor atau funder, tetap ada biaya.

Misalnya menyewa sewa kolateral agar investor atau funder mau mencairkan dana. Mengapa Anda tidak berpikir rasional?

Illustrasi sederhana tentang berpikir rasional.

Saya terpaksa memberikan illustrasi yang agak 'miring,' yaitu cowok yang sedang mencari pacar atau calon isteri. Kalau Anda pernah pacaran atau sudah menikah, Anda dapat belajar dari pengalaman Anda sendiri.

Seorang cowok yang tertarik kepada seorang cewek harus merogoh kantongnya agar dapat mendekati cewek itu. Apakah cewek itu cantik atau manis atau apalah alasannya, bila cowok tertarik sama cewek, ia harus mengeluarkan uang agar dapat mendekatinya.

Cowok itu akan mengajak cewek itu ketemuan di restoran, McD, KFC atau kalau mau lebih keren di tempat makan yang relatif mahal seperti Hanamasa misalnya. Ada uang yang keluar.

Pertemuan ngga cukup sekali; bisa beberapa kali; bisa beberapa bulan sampai tiba waktunya untuk menyatakan tanda keseriusan.

Mungkin cowok itu akan mengajak cewek itu nonton di bisokop 21 atau pergi ke pantai atau tempat hiburan lain, yang memberi suasana yang lebih kondusif untuk membicarakan hal-hal yang serius. Uang pasti keluar untuk mendapat kesempatan bertemu dan berbicara dengan cewek itu.

Namun demikian, usaha-usaha yang dilakukan tidak akan selalu berhasil seperti teman saya di kampus yang mengajak belasan orang makan di Pizza Hut agar dapat Lisa (bukan nama sebenarnya) jadi pacarnya.

Ketika Anda mengatakan hasrat hati atau cinta Anda kepada cewek itu, cinta Anda mungkin ditolak. Syukur kalau cinta Anda diterima. Kalau tidak, biaya-biaya yang keluar selama ini sudah pasti hilang lenyap di dalam sejarah dan itu tidak akan kembali.

Berpikir rasional

Begitu juga dengan mencari calon isteri; akan lebih banyak lagi biayanya. Intinya, tidak mungkin Anda mendapat cewek sebagai pacar Anda atau mendapat isteri tanpa mengeluarkan biaya.

Kalau Anda memahami hal ini, Anda dapat memahami dunia pendanaan atau investasi. Anda harus mengeluarkan uang.

Kalau Anda tidak mau mengeluarkan uang, lebih baik Anda tidak datang kepada orang-orang yang menjajakan jasa mencarikan investor. 'No money no girl; no money no business.' Sesederhana itu illustrasi bagaimana mencari investor gaes.


Apa Syarat agar Dapat Berpikir Rasionil?

Filsafat Itu Menyenangkan

Contoh Percakapan Filosofis


Copyright 2009-2020 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK
0813-1141-8800

Seminar

Six Hats

Reading People