Orang Fasik Meminjam dan Tidak Membayar Kembali

Tidak Mau Jadi Orang Fasik

Pengalaman meminjam buku dari pendeta Sourthern Baptist Church di Golden, Colorado, USA merubah pandangan saya tentang pinjam meminjam terutama uang.

Pengalaman yang unik ini memberikan satu prinsip, "Jangan mau jadi orang  yang fasik." Itulah poin yang saya pelajari dari pengalaman yang unik itu.

Satu kali seorang pendeta meminjamkan buku kepada saya. Buku itu tentang prinsip-prinsip menjadi anggota Southern Baptist Church di Golden, yang tidak jauh dari apartemen saya.

Saya mau menjadi anggota gereja tersebut dan sang pendeta meminjamkan buku petunjuk menjadi anggota, petunjuk tentang apa yang diyakini para anggota Southern Baptist Church.

Ketika buku itu saya terima, saya membaca kode bertuliskan Ps. 37:21 di halaman sampul buku itu. Saya penasaran arti kode itu. Saya pulang cepat ke apartemen saya dan membuka kitab saya.

Saya membaca artinya,

"Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah."

Setelah membaca arti kode Ps. 37: 21 itu, saya membaca buku itu sekilas. Saya tidak tertarik memahami isinya. Saya merasa terganggu dengan isi kode itu.

Saya tidak mau disebut orang yang fasik karena lupa mengembalikan yang dipinjam. Saya mengembalikan buku itu ke pendeta esok harinya. 

Sejak kisah meminjam buku itu, pesan di Ps. 37: 21 selalu saya ingat. Setiap kali meminjam apapun dari orang lain- apakah itu uang, barang, kunci Inggris tetangga- saya berusaha mengembalikan.

Bahkan uang seribu atau lima ribu rupiah yang saya pinjam, saya kembalikan. Tidak mau disebut jadi orang yang fasik. Uang yang belum dikembalikan dicatat.

Tentu, tidak selalu saya dapat menerapkan prinsip ini. Ada kalanya uang yang dipinjam belum bisa dikembalikan. Ada saja situasi-situasi yang sulit.

Pernah uang yang dipinjam baru bisa dikembalikan setelah waktu yang relatif lama.

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, kadang saya bertanya,"Kok uang segitu kok tidak bisa dikembalikan? Berapalah uang puluhan atau ratusan juta sama Tuhan?

Air saja bisa diubah jadi anggur. Orang yang mati bisa dibuat hidup. Angin ribut bisa berhenti hanya dengan hardikan. Kok uang yang dipinjam belum bisa dikembalikan?"

Entah apa maksud Sang Ilahi dengan situasi demikian. Usaha-usaha sudah dicoba, tetapi usaha  tidak mulus. Cek yang diberi klien sebagai imbalan jasa membantu proyek klien tidak bisa dicairkan. Tidak ada uang di rekening bank klien.

Tagihan tidak dibayar pada hal tagihan dimasukkan sesuai dengan perjanjian kontrak.

Anda dapat belajar sebuah prinsip dari pengalaman saya. Jangan mau jadi orang fasik. Kalau Anda meminjam barang atau uang, kembalikanlah.

Kalau Anda belum bisa mengembalikan, Anda harus siap menerima sebutan 'orang fasik' untuk sementara waktu. Toh Sang Ilahi tahu apakah Anda orang yang fasik sejati atau tidak.

Reputasi Anda sebagai orang benar, yaitu orang yang pengasih dan pemurah, bisa pulih bila Anda telah mengembalikan yang Anda pinjam. (JM)


Copyright 2009-2018 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Etika Meminjam Uang

Butuh Dana untuk Proyek Anda?