Seminar Belajar Berpikir
'Thinking with Six Hats'

Seminar Belajar Berpikir

Apakah ada metode berpikir dengan 'gaya yang berbeda?' Secara alami, kita cenderung menggunakan gaya berpikir yang monoton. Kita cenderung menggunakan gaya-berpikir-negatif dalam banyak hal. Ketika kita misalnya, membaca berita di media cetak atau media elektronik, gaya yang sering disuguhkan adalah gaya berpikir negatif. Gaya ini juga sering hadir ketika kita berdiskusi dengan orang lain. Kita cenderung memberi tanggapan negatif ketika orang lain memberikan informasi. Sebaliknya, ketika kita memberikan informasi, orang lain juga sering memberi tanggapan negatif bahkan sinis.

"Kita hidup dalam masyarakat yang
berpikir negatif."

Secara umum, gaya berpikir negatif atau sering disebut dengan 'critical thinking' sudah mendarah daging dalam hidup kita. Kita cenderung mengkritik dan lebih mudah memberikan respon yang negatif dari pada berpikir sejenak untuk memberi tanggapan yang lebih bersahabat. Ini 'penyakit' yang turun-temurun, yang kita warisi dari orang tua dan nenek moyang kita. 
 
Metode berpikir negatif ini, sekalipun tetap dibutuhkan, sangat dominan dalam kehidupan. Ini sering diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan termasuk dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Apakah itu di kantor, rumah, masyarakat atau pemerintahan, metode ini menjadi pilihan utama. Jarang metode ini 'duduk di bangku cadangan'. Dan kalaupun berpikir negatif ini dapat dicadangkan sejenak, ia tetap saja ngotot mau bermain; ia tidak tahan berlama-lama 'duduk menonton'. 

"Berpikir negatif selalu menjadi 'pemain utama;' ia jarang duduk di bangku cadangan."

Metode berpikir negatif ini sebenarnya dapat diganti dengan proses berpikir lain. Misalnya, ketika seseorang mengirimkan sebuah berita atau postingan, kita dapat bertanya. Kita dapat meragukan isinya kalau isinya terkesan memojokkan pihak lain atau pemikiran atau falsafah yang disajikan mencurigakan atau berbahaya. Kita dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan terhadap isi berita atau postingan tersebut. Kita seperti bertukar pikiran dengan isinya dan tidak menerima begitu saja.

Di situasi lain, kita dapat menanyakan kebenaran dari ucapan atau pendapat dari orang yang bicara termasuk teman bicara terlebih-lebih kalau ia adalah tokoh publik. Dengan mengggunakan kata-kata tanya, kita dapat menemukan lebih banyak informasi tentang isi berita, postingan atau pendapat yang disajikan kepada kita. Jadi, kita tidak menerima begitu saja informasi yang disodorkan orang lain, terutama bila isinya tidak berdasarkan fakta atau melenceng dari kebenaran umum.

"Gaya berpikir negatif yang destruktif kita warisi dari nenek moyang kita. Ini tidak dapat dilenyapkan sepenuhnya dari diri kita"

Mengapa kita cenderung menggunakan metode yang sama dari waktu ke waktu atau dari satu situasi ke situasi yang lain? Ada kisahnya. Panjang sejarahnya. Bila mau ditelusuri sampai kepada sumbernya, ini menyisakan misteri. Tidak ada yang dapat menemukan sampai tuntas apa yang menyebabkan kita cenderung memilih metode berpikir yang kritis ini. Ada misteri yang tidak dapat diketahui dan tidak terungkap mengapa kita demikian. Kita hanya dapat merasakan, menyaksikan dan mengamati sendiri bahwa metode berpikir negatif ini menjadi bagian dari diri kita. Kita tidak dapat melenyapkannya. Yang dapat dilakukan adalah bagaimana menggunakannya dengan lebih baik dan mengurangi kecenderungan itu.

Bagaimana pun, metode berpikir negatif ini tetap dibutuhkan terutama dalam kondisi-kondisi tertentu. Ketika sebuah pemikiran, ide baru atau kebijakan publik baru disodorkan, berpikir kritis sangatlah berguna. Ini harus digunakan dengan lebih tajam dan lebih baik sebab hanya metode ini yang dapat menghalangi usaha-usaha ke arah yang lebih buruk. Metode berpikir ini dapat mencekal intrik-intrik berhbahaya atau jahat dalam sebuah ide atau kebijakan yang mau diterapkan. Hanya metode ini yang dapat menangkal kemunduran dari kondisi yang sudah baik. 

"Solusi untuk keluar dari masyarakat yang berpikir negatif adalah belajar berpikir,
terutama dengan metode Six Hats."


"Manfaat Six Hats: Keputusan yang lebih efektif dan lebih baik dapat dibuat. Perdebatan yang tidak perlu bisa disingkirkan."

Seminar Belajar Berpikir- Thinking with Six Hats- menyajikan bagaimana menggunakan beberapa proses berpikir, yang secara alami ada dalam diri kita.

Salah satu manfaat dari Thinking with Six Hats adalah dalam hal pengambilan keputusan. Yang menggunakan metode Six Hats dalam pengambilan keputusan akan menghasilkan keputusan yang lebih efektif dan lebih baik dari keputusan dengan metode lain. Alasannya sederhana; ide-ide untuk pemecahan masalah telah melewati evaluasi dari berbagai  sudut sebelum keputusan final diambil.

Selain itu, banyak perdebatan yang tidak perlu dalam membahas solusi-solusi permasalahan dapat dihindari. Six Hats tidak mengizinkan banyak argumentasi yang tidak penting. Dengan demikian, energi tidak terkuras habis dan waktu yang digunakan lebih efektfif.

Bila Anda membutuhkan Seminar Belajar Berpikir Thinking with Six Hats, silahkan
menghubungi kami.

Kontak
0813-1141-8800; 0813-1122-1148

E-Mail: info@business-excellence-luminance.co.id

Anda dapat juga menghadiri seminar ini di publik. Lihat Jadwal Training.

Bila Anda mau meninggalkan pesan, silahkan mengisi form di bawah ini.

Training Information Form

Please note that all fields followed by an asterisk must be filled in.

Please enter the word that you see below.

  

Dari Seminar Belajar Berpikir ke Jadwal Training


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Kontak
0813-1141-8800
0813-1122-1148


JADWAL SEMINAR

Inquiring Mind

Luminance of the Mind

Business Ethics and Decision Making