Liang Kubur

Oleh: Judika Malau - Trainer, Motivator & Konsultan Bisnis

Tak seorang pun yang dapat menghindari liang kubur. Cepat atau lambat, Anda dan saya akan menuju ke sana.

Perjalanan hidup akan diakhiri di sepetak tanah berukuran 1 x 2 meter dan di sana akan ada tulisan yang menyebutkan kapan lahir dan kapan meninggal. Dan setelah itu, tak satupun dari orang-orang yang hidup tahu ke mana Anda pergi. Hanya Anda dan Tuhan yang tahu.


Manusia mempunyai keterbatasan. Manusia tidak dapat menghindari kematian. Kematian akan menelan setiap insan yang hidup di bumi. Apakah ia miskin atau kaya, terhormat atau hina, pejabat tinggi atau pejabat rendah- kematian tidak pandang bulu. Kematian akan menelan orang-orang yang masih hidup.

Itu terjadi pada seorang yang kaya dan Lazarus yang miskin. Selama hidupnya, orang kaya itu hidup dalam kelimpahan. Setiap hari ia hidup dalam kemewahan dengan memakai pakaian yang mahal dan hanya dapat dibeli oleh segelintir orang.

Sedangkan Lazarus yang miskin, yang tubuhnya penuh dengan borok, harus hidup terlunta-lunta dan mengerikan bahkan untuk sesuap nasipun ia harus meminta-minta di rumah orang kaya yang tak mengenal belas kasihan.

Lazarus pun harus tidur di luar rumah diterpa angin malam. ia berharap ada sisa-sisa makanan dibuang dari rumah sang orang kaya.

Suatu ketika Lazarus mati. Orang yang kaya itu juga mati. Namun, dalam "dunia lain," baik orang kaya dan Lazarus mengalami kehidupan yang berbeda. Orang kaya menderita sangat hebat di 'liang kubur'; jiwanya mengalami sengatan api yang tiada taranya.

Sedangkan Lazarus menikmati kebahagiaan di alam keabadian setelah begitu lama menderita di bumi. Dua kehidupan yang kontras setelah masing-masing menjalani kehidupan yang berbeda di dunia.

Dalam penderitaan yang sangat hebat, jiwa orang kaya memohon dengan sangat kepada Abraham. Dua kali orang kaya itu memohon. Pertama kali, ia memohon agar Abraham menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya karena ia merasakan sengatan nyala api yang sangat hebat di alam maut.

Permohonan kedua adalah agar Abraham menyuruh Lazarus ke rumah ayahnya untuk memperingatkan kelima adiknya yang masih hidup agar mereka tidak mengalami penderitaan yang sama.

Dua-duanya ditolak Abraham dengan dua alasan. Pertama, ada jurang maut yang memisah Abraham dan orang kaya. Alasan kedua, adik-adik orang kaya bisa membaca kesaksian Musa dan para Nabi agar tidak mengalami penderitaan yang sama.

Percakapan antara orang kaya dan Abraham bukanlah percakapan real, tapi perumpamaan. Tidak mungkin jiwa orang mati di 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di alam kebahagiaan bisa berbicara dengan yang lainnya. 

Tidak mungkin penghuni neraka dapat berkomunikasi dengan penghuni surga. Jiwa orang yang tinggal di neraka juga tidak bisa pindah ke surga. Hanya di dunia ini manusia punya kesempatan untuk mencari 'rumah' di surga.

Inilah realita yang harus dihadapi setiap insan manusia. Suatu saat roh atau jiwa terpisah dari tubuh. Apakah itu karena sudah ujur, penyakit, kecelakaan, gempa bumi atau dibunuh orang lain, manusia bisa mati. Dan bila kematian sudah datang, manusia tidak dapat berkelit. Hanya ada dua kemungkinan; bertemu dengan Abraham atau seperti orang kaya yang mengerang sangat hebat di 'liang kubur.'

Renungan:

  • Hadirilah acara penguburan orang meninggal. Renungkanlah kira-kira ke mana jiwa orang yang telah meninggal itu pergi?
  • Apakah cara hidup Anda memberikan gambaran tentang kehidupan yang akan Anda jalani setelah kematian?



Pandangan tentang kematian menentukan sikap menghadapi kehidupan. Dapatkan manfaat dari paradigma di seminar berikut:

SEMINAR: PARADIGM
08.00 - 17.00; Jadwal & Tempat
Kontak: 0813-1141-8800
E-mail: info@business-excellence-luminance.co.id

Link Terkait

Mengenal Diri

Tubuh dan Jiwa

Nilai Diri

Harga Diri

Tips Mengangkat Harga Diri


Memperbaiki Citra Diri

Asal-Usul Orang Indonesia

Pribadi yang Berintegritas

Liang Kubur



Copyright 2009-2017 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Mengapa Takut Mati?

Setelah Mengejar Harta

Mengelola Uang dengan Bijak




SEMINAR

Habits of the Mind

Six Hats

Corporate Culture

KONTAK SEMINAR

0813-1141-8800