Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Permohonan dari 'Liang Kubur'

Liang Kubur Tidak Dapat Dihindari

Manusia mempunyai keterbatasan; manusia tidak dapat menghindari kematian. Itulah yang terjadi pada seorang yang kaya dan Lasarus yang miskin. Selama hidupnya, orang kaya itu hidup dalam kelimpahan. Setiap hari ia hidup dalam kemewahan dengan memakai pakaian yang mahal dan hanya dapat dibeli oleh segelintir orang. Sedangkan Lasarus yang miskin, yang tubuhnya penuh dengan borok, harus hidup terlunta-lunta dan mengerikan bahkan untuk sesuap nasipun ia harus meminta-minta di rumah orang kaya yang tak mengenal belas kasihan. Lasarus pun mungkin harus tidur di luar diterpa angin malam dan berharap ada sisa-sisa makanan dibuang dari rumah sang orang kaya.

Suatu waktu Lasarus mati; orang yang kaya itu juga mati. Namun, dalam "dunia lain," baik orang kaya dan Lasarus mengalami kehidupan yang berbeda. Orang kaya menderita sangat hebat di 'liang kubur'; jiwanya mengalami sengatan api yang tiada taranya. Sedangkan Lasarus menikmati kebahagiaan di surga setelah begitu lama menderita di bumi. Dua kehidupan yang kontras setelah masing-masing menjalani kehidupan yang berbeda di dunia.

Dalam penderitaan yang sangat hebat, jiwa orang kaya memohon dengan sangat kepada Abraham. Dua kali orang kaya itu memohon. Pertama kali, ia memohon agar Abraham menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahnya karena ia merasakan sengatan nyala api di alam maut.

Permohonan kedua adalah agar Abraham menyuruh Lazarus ke rumah ayahnya untuk memperingatkan kelima adiknya yang masih hidup agar mereka tidak mengalami penderitaan yang sama. Dua-duanya ditolak Abraham dengan dua alasan. Pertama, ada jurang maut yang memisah Abraham dan orang kaya. Alasan kedua, adik-adik orangkaya bisa membaca kesaksian Musa dan para Nabi agar tidak mengalami penderitaan yang sama.

Percakapan antara orang kaya dan Abraham bukanlah percakapan real, tapi perumpamaan. Diragukan apakah jiwa orang mati di 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di surga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya. Tidak mungkin penghuni neraka dapat berkomunikasi dengan penghuni surga. Jiwa orang yang tinggal di neraka juga tidak bisa pindah ke klaster 'surga'. Hanya di dunia ini manusia punya kesempatan untuk mencari 'rumah' di klaster surgawi.

Inilah realita yang harus dihadapi setiap insan manusia. Suatu saat roh atau jiwanya terpisah dari tubuhnya. Apakah itu karena sudah ujur, penyakit, kecelakaan, gempa bumi atau dibunuh orang lain, manusia bisa mati. Dan bila kematian sudah datang, manusia tidak dapat berkelit. Hanya ada dua kemungkinan; bertemu dengan Abraham atau seperti orang kaya yang mengerang sangat hebat di 'liang kubur.'

Renungan:

  1. Hadirilah acara penguburan orang meninggal. Renungkanlah kira-kira ke mana jiwa orang yang telah meninggal itu pergi?
  2. Apakah cara hidup Anda memberikan gambaran tentang kehidupan yang Anda jalani setelah kematian?

Artikel Terkait:

Urgensi Mengenal Diri dan Potensinya
Mengapa hal ini penting? Apa bahayanya bila pengenalan diri di luar jalur?

Berapa Besar Nilai Diri Anda
Bagaimana menilai diri yang sesungguhnya?

Menyingkap Tabir Roh (Jiwa) dan Tubuh
Apakah jiwa dan roh adalah sesuatu yang berbeda?

Mengenal Pola Pikir Diri Sendiri
Sejak dalam kandungan, proses pembentukan pola pikir ini mulai berlangsung.

Tips Merubah Pola Pikir
Anda mungkin masih mencari bentuk pola pikir yang Anda inginkan. Berikut adalah tips untuk merubah pola pikir, yang membuat Anda menjadi sosok yang matang.

Asal Usul Orang Indonesia
Asal Usul orang Indonesia bukan dari negeri ini, tetapi dari lokasi tertentu di luar Nusantara.

Akhir Tahun 2009 Ditutup dengan 'Kepergian' Gus Dur
Mengapa Tuhan memanggil Gus Dur di akhir tahun?

Sinkronisasi Being, Knowing dan Doing
Apa rahasia agar relasi antara being, knowing dan doing-nya sinkron?

Daftar Artikel di Putra-Putri-Indonesia.com

Dari Judul ke Halaman Depan (Home)

Dari Liang Kubur ke Halaman Depan



Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit