Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Menghormati Orang Tua: Salah Satu Pilar-Etika Terpenting untuk Sesama

Apakah tradisi menghormati orang tua semakin memudar di republik ini? Bisa jadi benar. Menurut Confusius, sosok yang membidani Etika Konfusianisme ini, keadilan dan kemakmuran bertitik tolak dari penghormatan kepada orang tua. Huh....Anda harus memutar otak untuk mencari relasi antara penghormatan kepada orang tua dengan keadilan dan kemakmuran. Yang jelas, negeri kita masih jauh baik dari keadilan apalagi kemakmuran. Confusius mendapatkan inspirasi dari Shun tentang pentingnya menghormati ayah dan ibu. Dalam buku Da Xue (Jalan Tengah), Confusius berkata, "Betapa berbaktinya Shun kepada orang tuanya! Kebajikannya seperti orang suci. Martabatnya seperti raja. Ia memiliki semua kekayaan yang ada di dalam empat lautan. Persembahan di kuil dikirim untuknya dan kisahnya selalu dikenang keturunannya." Dalam buku Lun Yu, Confucius berkata, "Seorang pemuda harus berbakti pada orang tua ketika berada di rumah, menghormati saudaranya yang lebih tua ketika berada di luar rumah; menjaga tingkah laku jujur dalam perkataan; mencintai semua orang dan menjalin persahabatan dengan orang-orang yang baik."

Konfusianisme bahkan memberikan perhatian khusus pada upacara menghormati orang tua yang telah meninggal. Pada buku Lun Yu misalnya, Zeng Zi berkata, "Jika kita mengikuti upacara penguburan orang tua kita dengan khidmat, dan tidak melupakan upacara untuk menghormati leluhur kita yang telah lama pergi, maka moral baik rakyat akan kembali dengan cepat dan alami."

Teori pemerintahan Confusius juga bertitik tolak dari pengaturan keluarga. Dalam buku The Great Learning ditulis, "Jika keluarga sudah diatur dengan benar, maka kerajaan kecil dapat diperintah dengan baik. Jika kerajaan kecil diperintah dengan baik, maka seluruh kerajaan akan menikmati kedamaian dan keseimbangan." "Keluarga adalah dasar kerajaan," begitu kata Mencius, penerus tradisi Konfusianisme.

Pemikiran Confusius tidak jauh dari pemikiran yang lebih kuno. Di dalam karya yang lebih tua, kurang lebih 900 tahun sebelum Confusius lahir, menghormati orang tua merupakan salah satu dari 6 pilar-etika yang terpenting dalam hubungan sesama manusia. "Hormatilah orang tuamu supaya lanjut umurmu," begitu pilar-etika pertama.

Urutannya juga menarik untuk disimak karena prinsip menghormati-ayah-dan-ibu lebih dahulu dari pada larangan untuk tidak membunuh, berzinah, mencuri, mengucapkan saksi dusta dan menginginkan milik orang lain. Jadi, masuk akal kalau Confusius menekankan pentingnya menghormati ayah dan ibu dan mengelola keluarga sebagai kunci untuk mengatur negara.

Bila melihat kondisi negara kita saat ini, mungkin rakyat tidak lagi menghormati orang tua. Di sana sini etika semakin buruk, korupsi merajalela, warga sulit mendapat pekerjaan yang layak, harga bahan makanan pokok semakin lama semakin mahal dan berbagai hal, yang membuat pikiran rakyat jadi lelah. Mungkin rakyat tidak tahu lagi berterima kasih pada orang tuanya, kepada ibu yang melahirkannya, orang tua yang mendidik, menyekolahkan bahkan sampai membiayai pernikahannya.

Apakah penghormatan kepada orang tua semakin menipis? Atau kita masih memperhatikan orang tua, tapi tidak menghormatinya? Di Kitab Lun Yu dicatat tentang Zi You, yang bertanya kepada Confusius tentang bakti anak. Confucius menjawab, "Sekarang kewajiban seorang anak hanya memastikan bahwa orang tuanya mendapatkan cukup makanan. Namun, anjing dan kuda pun mendapat perhatian seperti itu. Jadi, jika seseorang hanya memberi perhatian tanpa diikuti rasa hormat, apalah bedanya antara memperhatikan orang tua dan memperhatikan anjing dan kuda?"

Bagaimana dengan Anda? Semoga Anda masih menghormati orang tua Anda.

Artikel Terkait:

Etika Pancasila untuk Putra-Putri Indonesia
Etika merupakan satu kesatuan. Bila satu prinsip tidak dilakukan dan prinsip lain diabaikan- itu berarti mengabaikan keseluruhan.

Etika Konfusianisme: Perkenalan
Etika Konfusianisme menekankan pentingnya individu; pengembangan individu merupakan fondasi dari pembangunan keluarga, masyarakat dan negara.

Dominasi Pragmatisme dalam Dunia Kerja
Pragmatisme adalah falsafah yang dominan dalam dunia kerja. Falsafah ini tidak melihat kebenaran sebagai yang mutlak. Kalaupun ada kebenaran, yang menjadi ukuran adalah keuntungan.

Etika Menonton di Aula Simfonia Jakarta
Berikut adalah etika menonton di Aula Simfonia Jakarta. Pertama, usahakanlah berpakaian serapih mungkin.

Pagelaran Musik Klasik di Aula Simfonia Jakarta
Di sini disajikan jadwal pertunjukan musik klasik di Aula Simfonia Jakarta.

Etika Meminjam Uang kepada Orang Lain
Tips agar integritas dan reputasi Anda tidak rusak hanya karena melupakan prinsip-prinsip penting dalam hal meminjam uang.

Dari Menghormati Orang Tua ke Halaman Depan
Situs Putra-Putri Indonesia memfasilitasi terbentuknya manusia Indonesia yang seutuhnya.

Berlangganan Putra-Putri-Indonesia.com

Sebelum Anda meninggalkan Putra-Putri-Indonesia.com, silahkan meninggalkan alamat e-mail dan nama Anda. Ini hanya digunakan untuk mengirimkan e-magazine secara berkala kepada Anda.


Enter your E-mail Address
Enter your First Name (optional)
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.




Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit