Reformasi Birokrasi: Dari Mana Memulainya?

Kebutuhan reformasi birokrasi sudah semakin mendesak di republik ini. Salah satu hal yang membuat penulis geleng-geleng kepala misalnya adalah mengurus SIUJK (Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi). Menurut informasi yang kami terima, dibutuhkan waktu paling tidak 4 1/2 bulan untuk mendapatkan SIUJK secara normal. Bahkan ini pun sudah dianggap cepat. Ada yang mengatakan pengurusannya butuh waktu sampai 6 1/2 bulan.

Dalam debat-debat pilpres maupun dalam seminar-seminar bagaimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi- reformasi jenis ini sangat penting. Hasilnya sudah muali terlihat. Pemerintah DKI Jakarta misalnya sudah memulai debutnya dengan melakukan lelang jabatan lurah maupun camat dan open recruitment. Proses perizinan mulai menggunakan teknologi informasi. Pengurusan perizinan bisa dilakukan secara on-line. Wajah birokrasi di DKI Jakarta mulai berubah. Penulis sendiri mulai merasakannya ketika berhadapan dengan para petugas di kelurahan maupun di kecamatan.

Namun demikian, salah satu hal yang kurang diperhatikan berkaitan dengan birokrasi ini adalah soal wawasan atau pola pikir atau cara pandang. Tidak begitu banyak dibahas di publik bagaimana mereformasi cara pandang.

Apa yang sering dilakukan berkaitan dengan reformasi birokrasi ini adalah dalam bentuk program. Ada loncatan ke dalam bentuk tindakan-tindakan yang menyederhanakan prosedur yang berbelit-belit. Struktur organisasi diperpendek; SOP (Standar Operating Procedure) dirubah dan dibuat lebih efisien. Namun, perhatian terhadap pikiran atau wawasan atau cara pandang para pekerja tidak mendapat porsi yang seimbang.

Sulitnya melakukan perubahan birokrasi, boleh dikatakan, berakar pada permasalahan pikiran. Pikiran pekerja sudah kusut. Pola pikir yang destruktif sudah begitu terbentuk dengan begitu kokohnya. Keberanian untuk keluar dari 'comfort zone' semakin kecil. Hati nurani semakin redup oleh karena dikelilingi oleh sosok-sosok yang wawasannya hanya mementingkan diri. Ini disebabkan sudah begitu lama pikiran tidak mendapat penyegaran yang reformatif.

Untunglah Presiden Terpilih Indonesia mengusung ide yang ia sebut dengan Revolusi Mental. Sekalipun makna istilahnya masih diragukan, paling tidak ada kesadaran kebutuhan terhadap pentingnya transformasi mental.  

Apa Solusinya?

Tentulah solusi untuk reformasi (perubahan) birokrasi bukanlah hal yang mudah. Rumitnya memahami pikiran berdampak juga pada rumitnya memecahkan persoalan dalam birokrasi. Sekalipun sosok seperti Jokowi duduk di tampuk kekuasaan negeri ini atau sosok seperti Ahok menduduki kursi Gubernur DKI Jakarta- tidaklah langsung mudah merubah mental para pegawai apalagi masyarakat.

Dibutuhkan pendidikan atau pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pikiran atau wawasan atau cara pandang. Bukan melulu hanya membahas persoalan-persoalan birokrasi itu sendiri atau SOP, tetapi membenahi mental para pekerja atau masyarakat secara umum dengan memberikan informasi-informasi berkaitan dengan pikiran.

Oleh sebab itu, prioritas pembinaaan mental bukan hanya bertumpu pada pemberian doktrin-doktrin tentang pentingnya perubahan birokrasi, tetapi memberikan pencerahan kepada pekerja atau masyarakat bagaimana pikiran bekerja, bagaimana pola pikir terbentuk, dan bagaimana pola pikir berubah. Ini menjadi salah satu tugas yang maha penting berkaitan dengan reformasi ini.

Salah Satu Solusi untuk Reformasi Birokrasi: Six Thinking Hats

Salah satu program yang relatif bagus menurut penulis berkaitan dengan pikiran adalah pelatihan Six Thinking Hats. Dalam pelatihan seperti ini, para peserta akan diberikan pengertian bagaimana pikiran bekerja, bagaimana pola pikir dibentuk, bagaimana keluar dari mental blok yang sudah terbentuk dan yang paling menarik dari pelatihan seperti ini adalah bagaimana menggunakan secara efektif proses berpikir yang sudah ada dalam pikiran manusia.

Banyak hal-hal yang masih harus dilakukan terhadap birokrasi. Namun,  salah satu hal terpenting yang harus diprioritaskan adalah 'membenahi' pikiran.

Butuh Pelatihan Reformasi Birokrasi? 
Hubungi kami di
021-8430-3041 atau 0813-1141-8800

Dari Reformasi Birokrasi ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

KONTAK

021-8430-3041

0813-1141-8800

Seminar Transformed Mind

Apakah Pelatihan  Pembentukan Watak Masih Relevan?

Jadwal Training