Sasaran Pribadi dan Visi Indonesia Raya
Apa sich relasi sasaran pribadi Anda dengan visi Indonesia Raya? Ada baiknya kita sejenak melihat visi negeri kita. Visi Indonesia Raya tertera dengan jelas dalam satu prasa: negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Singkat, tapi padat. Para pendiri republik ini sudah merumuskan kondisi negari kita di kemudian hari. Mereka berpikir progressif. Mereka melihat jauh ke depan. Mereka memiliki 'idealisme'; ada tujuan yang harus diraih secara kolektif.
Tentu meraih visi ini tidaklah mudah. Para pendiri bangsa ini menyadarinya. Akan ada kesulitan dan pergulatan. Kita lihat saja fakta di depan mata. Negeri ini sudah merdeka, berdaulat dan bersatu, tetapi keadilan dan kemakmuran masih jauh. Pendidikan semakin semrawut. Hukum sulit ditegakkan. Orang-orang kecil ditindas. Di sana-sini korupsi merajalela. Masyarakat diperas baik itu secara halus maupun secara kasar. Kebebasan kelihatan semu. Kebencian, iri hati dan nafsu-nafsu serakah dipertontonkan di hadapan publik bahkan untuk mendirikan tempat ibadah pun sulit di negeri ini.
Barangkali bangsa kita tidak lagi memikirkan apa itu keadilan dan kemakmuran. Sasaran pribadi kita mayoritas hanya untuk memikirkan kehidupan sekarang, bagaimana mengatasi kesulitan hidup agar anak-anaknya bisa makan, mencicipi pendidikan dan mendapat pekerjaan yang lebih baik. Hanya sedikit bahkan mungkin tidak ada waktu untuk memikirkan bagaimana menghadirkan keadilan dan kemakmuran di republik ini. Namun, Anda dan saya tidak bisa berputus asa. Sebagai pribadi, kita masing-masing harus ikut memberi sumbangsih agar visi negeri ini tercapai. Anda dan saya harus ikut ambil bagian. Melalui pekerjaan dan keterlibatan aktif di masyarakat, Anda dan saya ikut bersama-sama merealisasikan visi yang sungguh mulia di negeri ini. Tentu kita berusaha merealisaskan visi tadi bukan semata-mata karena kita hidup di republik ini. Ini bukan hanya karena kita adalah bangsa Indonesia. Tetapi, sebagai insan yang hidup di negeri ini, kita diberi tanggungjawab untuk memikirkan kebaikan negeri di mana kita tinggal. Bila Anda tinggal di republik ini, Anda diberi tugas untuk memelihara negeri ini dari kerusakan dan berusaha terus untuk memajukannya. Ini menjadi bagian dari sasaran pribadi Anda dan saya. Negeri yang adil dan makmur tidak mungkin dicapai oleh sekelompok atau beberapa kelompok masyarakat. Itu hanya bisa dicapai secara bersama-sama oleh putra-putri negeri ini. Anda dan saya ditantang untuk memiliki kesadaran bahwa kita hidup bukan untuk diri, suku atau kelompok tertentu. Kita di sini hidup besama dan sedapat mungkin menjadi berguna kepada masyarakat lain sekalipun latar belakang suku, ras atau agama berbeda. Tidak kebetulan Anda dan saya tinggal di republik ini. Ada maksudnya mengapa kita negeri ini dan itu yang kita harus cari. Oleh sebab itu, Anda dan saya harus mulai membuat tujuan hidup. Kita memikirkan, merumuskan, dan menuliskan apa yang harus kita capai dalam hidup. Kita mengenal diri kita, menemukan apa yang harus kita kerjakan dan memiliki tujuan-tujuan yang jelas. Marilah kita pikirkan dan kejar apa-apa saja yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar, dan patut dipuji. Kita buatlah ini sebagai kerangka dari sasaran pribadi kita. Kemudian, secara berkala kita meninjau kembali sasaran-sasaran itu- apakah telah tercapai atau tidak atau menambah atau merubah sasaran sesuai dengan 'pimpinan Langit.'
Artikel Terkait Apa Tujuan Hidup Kita? Contoh Sasaran Pribadi untuk Putra-Putri Indonesia
Inilah Resep Sederhana Meningkatkan Motivasi Hidup Anda
Training: Motivating People at Work Kritik terhadap Teori Motivasi Maslow
Visi Indonesia Raya
Isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia
Rahasia Menjadi Negara yang Adil dan Makmur
Dari Sasaran Pribadi dan Visi Indonesia Raya ke Halaman depan
Copyright 2009-2012 putra-putri-indonesia.com
|