Home
Artikel Terkini
Public Training (1)
Public Training (2)
In-House Training
In-House-Training (2)
Business Excellence
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Kecakapan Dasar
Pekerjaan
Ketenagakerjaan
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Apa Tujuan Hidup Kita?

Pentingnya Tujuan Hidup

Filosof Cina bernama Mencius pernah mengatakan, "yang paling penting di dunia ini adalah pengembangan manusia." Saya mengaminkan pendapatnya. Setiap pasangan suami isteri yang memiliki bayi akan setuju dengan Mencius. Ketika putri kami masih bayi, kami sangat memperhatikan makanannya. Kami berusaha sebaik mungkin agar putri kami mengkonsumsi makanan yang bergizi. Bukan hanya kami, tiap pasangan suami isteri ingin anak-anaknya sehat dan kuat dan proses pertumbuhannya normal.

Bukan hanya phisiknya saja yang perlu bertumbuh, kami juga menginginkan jiwa putri kami berkembang. Kami mengajar putri kami mengucapkan sepatah dua kata. Mulai dari kata-kata yang sederhana seperti papi, mami, makan, minum dan kata-kata yang sederhana yang lain. Kami memperkenalkan alam kepadanya: bunga di taman, burung yang hinggap di dahan. Apa saja yang ada bisa ia lihat- kami perkenalkan kepadanya. Kami ajak putri kami berdoa bersama. Apakah dia mengerti atau tidak, kami terus melakukannya. Kami ingin agar jiwa putri kami bertumbuh dengan baik juga.

Kita tidak dapat mengabaikannya. "You Stop Learning, You Stop Growing," begitu tulisan yang pernah saya baca di dinding ruang pelatihan Dale Carnegie. Namun demikian, kita perlu bertanya, 'Mengapa kita harus mengembangkan diri?' Untuk apa kita mematangkan cara berpikir, memperbaiki tindakan, mengontrol perasaan dan emosi, mengontol kemauan, dan memperbaiki pengambilan keputusan kita? Untuk apa kita menambah dan mengasah keahlian kita?

Jawaban sederhana adalah karena kita mempunyai tujuan hidup. Kita ingin mencapai sasaran hidup kita. Seperti kata syair lagu Tapanuli berjudul "Alusi Au", 'ada orang yang menginginkan kekayaan, kehormatan, keturunan banyak dan popularitas. Ada yang menginginkan cinta kasih.' Hampir tiap orang mempunyai tujuan hidupnya masing-masing dan tanpa itu, tidak jelas arah hidup mau ke mana.

Pentingnya sasaran hidup ini pernah saya lihat pada sebuah presentasi bisnis multi level marketing. Saya diajak menghadiri presentasi pertemuan itu. Presenter saat itu adalah orang yang sudah sukses di bisnis itu dan masih memegang posisi tinggi pada salah satu bank terkenal di Jakarta. Pada awal presentasinya, ia bertanya kepada ratusan peserta yang datang. "Apa sasaran hidup Anda?" Dia kemudian menunjukkan beberapa illustrasi dengan bantuan slide proyektor. Ia mengajukan beberapa pertanyaan, "Apakah Anda ingin punya rumah besar? Apakah Anda ingin punya mobil? Apakah Anda ingin berlibur ke Eropa? Apakah Anda ingin anak Anda kuliah di luar negeri?" Apakah Anda ingin punya waktu yang luang? Apakah Anda ingin punya uang yang cukup ketika Anda pensiun? Apakah Anda ingin punya uang cukup untuk biaya pengobatan Anda?" Hampir semua peserta yang hadir mengangguk. Presenter kemudian mengajukan satu lagi pertanyaan, "Apakah ada yang tidak ingin hal-hal yang baru saya sampaikan?" Tidak ada yang tunjuk tangan.

Adanya tujuan hidup membuat kita semangat bekerja. Kita mempunyai motivasi dan energi untuk menjalankan hidup kita sehari-hari. Semakin tinggi sasaran hidup kita semakin besar motivasi kita. Sebaliknya, semakin rendah sasaran hidup kita semakin kecil motivasi kita. Tanpa sasaran hidup kita akan kehilangan motivasi; kita kehilangan gairah. Ibarat kapal di laut tanpa nakhoda, arah hidup kita tidak jelas mau ke mana.

Sangat penting menjawab pertanyaan mendasar ini, "Apa tujuan hidup kita? Apa sasaran hidup kita?" Semoga Anda memilikinya. Bila belum, cobalah membuat sasaran hidup Anda. Bila tidak punya ide, silahkan membaca sasaran hidup saya pribadi, kemudian Anda buat untuk Anda.

Artikel Terkait:

Sasaran Pribadi dan Visi Indonesia Raya
Sangatlah penting memikirkan, merumuskan dan menuliskan sasaran hidup pribadi.

Contoh Sasaran Pribadi untuk Putra-Putri Indonesia
Contoh sasaran pribadi yang disajikan pada halaman ini hanyalah untuk membantu Anda merumuskan sasaran pribadi Anda.

Visi Indonesia Raya
Dengan nilai-nilai Pancasila, kerja keras, kreatif, bijak, tekun dan sabar, putra-putri Indonesia dapat mewujudkan Indonesia Raya: negeri yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Isi Pembukaan UUD 1945 Republik Indonesia
Pembukaan UUD 1945: "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan."

Rahasia Menjadi Negara yang Adil dan Makmur
Negeri Indonesia sudah merdeka, bersatu dan berdaulat, tetapi masih jauh dari keadilan dan kemakmuran. Apa rahasia menjadi negeri yang adil dan makmur?

Dari Tujuan Hidup ke Halaman depan



Keep Learning Keep Growing

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar!

Labor Law
(UU Tenaga Kerja, No.13/2003)
6 Mar. 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Fee: Rp1.000.000

Business Process Improvement
and Management

(Bagaimana Membuat Bisnis Process
20-21 Mar. 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Fee: Rp2.500.000
(Early Bird, Rp2.000.000
bila konfirmasi dilakukan
sebelum 6 Maret 2012)

Speaker: Judika Malau


Organized by:

PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Public Training in 2012 (Bag. 1)
for People and Business to Grow

Public Training in 2012 (Bag. 2)

Smart In-House Training (1)

Smart In-House Training (2)



Client:
    PT. Hotmal Jaya Perkasa, Cibitung