Pertanyaan Why

Pertanyaan Why

Hari Kamis lalu saya menjadi penerjemah bagi Jason Black, Wealth Coach, dari Austin, Texas, Amerika Serikat. Dia adalah salah seorang motivator yang sangat populer di negara Paman Sam.

Bukan hanya dikenal di Amerika Serikat, ia juga dikenal di luar negeri. Ia telah memberikan seminar motivasi di 21 negara.

Topik presentasi yang ia bawakan di sebuah perusahaan asuransi yang masuk top-5 besar di Indonesia itu adalah WHY. WHY merupakan singkatan dari WHY, HOW dan YES; sebuah konsep yang sederhana dan mudah diingat.

WHY mencakup motif dan alasan-alasan melakukan sesuatu dan sasaran-sasaran ideal;  WHY juga mencakup visi. HOW mencakup pekerjaan termasuk teknik-teknik untuk mencapai tujuan; YES mencakup hasil dari pekerjaan atau tindakan termasuk perasaan yang dihasilkan dari melakukan sesuatu atau tindakan.

Bagi Jason Black, bila seseorang memiliki WHY yang kuat, orang tersebut akan relatif mudah menemukan HOW dan YES.

Motivator ulung itu telah bertemu dengan banyak orang  yang berpenghasilan jutaan dollar, tetapi tidak memiliki WHY yang kuat. Hidup mereka jadi hampa. Jiwa mereka kosong.

Kegairahan hidup mereka semu dan sudah jelas- itu tidak membuat orang mengalami sukacita yang sejati. Yang dipentingkan adalah HOW dan YES, tetapi tidak memikirkan WHY begitu serius.

Jarang ada waktu untuk menjawab pertanyaan seperti 'untuk siapa saya hidup? Untuk apa saya eksis? Apa tujuan hidupku yang sesungguhnya? Sedikit waktu untuk merenungkan mengapa saya melakukan pekerjaan sekarang.

Rutinitas pekerjaan telah menyerap banyak waktu dan pikiran dan hampir tidak ada waktu untuk menjawab pertanyaan WHY. Yang ditekankan adalah HOW dan YES-nya.

Seperti kawan saya dari Palestina, ia larut dalam impian ingin-menjadi-orang-sukses. Yang lain larut dalam perjuangan meniti karir yang lebih tinggi, berbisnis, menumpuk harta, menambah prestasi yang mendapat tepukan riuh dari banyak orang. Yang lain lagi sibuk mengejar gelar dan beragam hal sebagai turunan dari HOW.

Pertanyaan Why adalah pertanyaan yang sangat fundamental.

Dalam sesi tanya-jawab seminar Kamis lalu, seorang ibu bertanya, "Bila kita sudah mengetahui WHY dan telah melakukan tanggungjawab untuk anak dan keluarga, tetapi tetap belum merasa puas, apakah WHY-nya yang salah?"

Dengan tulus Jason Black mengatakan bahwa jawaban pertanyaan WHY yang sejati adalah kalau seseorang menerima kebenaran dan kebenaran yang tertinggi adalah Firman Tuhan.

"Saya hidup bukan untuk diriku sendiri. Saya hidup bukan untuk ketenaran pribadiku. Saya hidup bukan untuk mendapat kehormatan atau mendapat pujian. Saya hidup untuk melayani Anda. Saya hidup untuk melayani orang lain. Saya hidup untuk Tuhan. " Begitu jawaban Jason Black kepada para peserta seminar dengan prediket high performer itu.

Jason mengungkap rahasia WHY, tetapi menemukan jawaban WHY yang kuat adalah sebuah misteri. Tak ada satu resep-manjur yang dibuat manusia untuk menemukan WHY. Kalaupun seseorang menemukannya, itu tetap bukanlah karena usahanya semata-mata.

Ada yang menemukan WHY ketika seseorang berumur 8 tahun; ada yang menemukannya ketika ia berumur 15 tahun; ada yang menemukannya ketika ia berumur 21 tahun; ada yang menemukannya ketika ia berumur 40; masih ada yang menemukan WHY ketika ia mau masuk ke liang kubur.

Dan yang menyedihkan, masih banyak yang tidak menemukan jawaban WHY sampai ia meninggalkan dunia ini.

Seperti kata Jason Black, "WHY yang kuat hanya berasal dari Tuhan, bukan dari prestasi, gelar, reputasi, jabatan, miliaran uang di bank dan apa pun yang disebut pencapaian manusia."


Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menjawab pertanyaan WHY?


Copyright 2009-2018 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kecenderungan Isteri Menguasai Suami, Mengapa?