Suami Poligami, Bukan Disain Awal  Keluarga

Konseling Keluarga: Suami Poligami

Dear Konselor,
Nama saya, Puspita dari Malang. Sudah dua tahun lebih suami saya mengikut kegiatan agama. Suami kelihatan saleh. Kami rajin membacab Kitab Suci di rumah dan sering diskusi tentang isi Kitab Suci. Sebagai istri, saya bangga punya suami saat itu.

Saya mulai terpukul ketika saya tahu suami berniat mau ambil istri kedua. Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan punya 'saingan.' Dalam impian saya, saya hanya mempunyai satu suami dan suami hanya mempunyai satu istri, saya sendiri.

Saya tidak dapat berbuat banyak karena suami menggunakan Kitab Suci sebagai dasar untuk berpoligami. Bagaimana menyikapi suami yang niatnya kuat mau ambil isteri kedua?

Suami Poligami, Bukan Rancangan Awal

Dear Ibu Puspita,

Suami poligami menjadi isu di masyarakat. Ada pro dan kontra. Sekalipun ada dasar dari Kitab Suci, masyarakat tetap berbeda pandangan soal ini. Ada yang setuju ada yang tidak.

Sebagian besar menganggap bahwa dalam keluarga hanya ada satu suami, satu istri dan anak-anak. Di pihak lain, ada yang memberi ruang untuk berpoligami dengan mengacu kepada Kitab Suci.

Di Kitab Suci, memang ada beberapa kasus poligami yang dicatat. Sebut saja seperti Abraham, Yakub, Salomo, Raja Daud. Mereka berpoligami sekalipun konteksnya tidak sama.

Dalam kisah Abraham, istrinya, Sara, yang menyuruh suaminya untuk bersetubuh dengan Hagar agar mereka punya anak. Dalam kisah Yakub, mertuanya yang menipu dia sehingga ia berpoligami. Kemudian, isterinya- Lea dan Rahel- juga memberi budaknya kepada Yakub untuk disetubuhin supaya dapat anak. Nabi Muhammad juga memiliki istri lebih dari satu.        

Bila diangggap bahwa Kitab Suci adalah dasar bagaimana hidup, idealnya tidak ada keragu-raguan bagi setiap suami untuk berpoligami. Namun, tidak banyak yang berani berpoligami.

Bisa saja ada alasan bahwa mengurus seorang istri saja sudah sulit apalagi kalau mengurus lebih. Hati nurani masih bersuara. Mayoritas suami tetap memilih punya satu istri sekalipun banyak suami yang diam-diam 'jajan' di luar sana.

Pengaruh masyarakat masih begitu kuat bahwa yang disebut keluarga adalah satu suami, satu istri, dan anak-anak. 

Namun demikian, kita bisa melihat sejarah. Seperti kita tahu, manusia pertama adalah Adam. Kemudian, Hawa dicipta Tuhan dengan mengambil tulang rusuk Adam.

Kemudian, Tuhan mencipta perempuan dari tulang rusuk itu. Dari sini, disain awal keluarga adalah hanya ada satu suami dan satu istri. Istri merupakan bagian dari suami.

Dengan kata lain, suami tidak lengkap kalau ia tidak punya istri; istri tidak lengkap kalau ia tidak punya suami.

Mengapa ada keinginan dari suami untuk berpoligami? Orang bisa membuat asumi-asumsi dasar seperti contoh dari Kitab Suci. Ada contoh dari orang-orang yang dianggap penting dalam sejarah termasuk Abraham, Yakub, Daud, dan Salomo.

Namun, itu terjadi setelah manusia tidak lagi memiliki natur yang seperti awal saat mereka dicipta. Natur kemanusiaan mereka sudah berubah setelah Adam dan Hawa memakan buah pohon terlarang yang di tengah Taman Firdaus itu.

Secara historis, suami poligami bukanlah kehendak Tuhan. Jadi, Ibu harus mengambil sikap. Ini tantangan buat Ibu. Apakah Ibu mau tetap bersuamikan laki-laki yang mau berpoligami atau tidak?

Apakah Ibu siap mempunyai saingan dalam keluarga? Apakah Ibu siap melihat suami berhubungan seks dengan wanita lain? Ini akan mengundang pergulatan dalam diri Ibu sendiri.

Keputusan yang paling buruk adalah Ibu berpisah dengan suami bila ia tetap bersikukuh berpoligami. Apakah Ibu siap? Ibu perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain.

Bila Ibu memilih hidup sendiri dan berpisah dari suami karena Ibu tidak setuju dengan poligami- itu jauh lebih baik daripada Ibu hidup dengan suami yang berpoligami sementara hati Ibu tersayat.

Penderitaan beberapa puluh tahun tidak sebanding  dengan kebahagiaan yang tiada putus-putusnya di akhirat bila Ibu sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. (Judika Malau)
   

Konseling Keluarga On-Line: 0813-1141-8800

Dari Suami Poligami ke Halaman Depan


Copyright 2009-2019 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

 

Konsep Poligami dalam Kitab-Kitab Kuno

Setelah Mengejar Harta Puluhan Tahun dan Sukses, Akhirnya ...

Mengelola Uang dengan Bijak: Nasehat Buat Pekerja Pemula