Seperti Apa Keadaan di Neraka

Keadaan di Neraka

Pada perjalanan bisnis ke kota Solo Minggu lalu, saya beribadah Minggu di salah satu gereja. Pendeta itu mengambil nats khotbah dari kisah Ananias dan Safira, pasangan suami-isteri yang tidak jujur memberi tahu kepada Para Rasul berapa hasil penjualan tanahnya, yang berakibat pasangan suami-isteri itu mati dalam hitungan jam.

Entah bagaimana ceritanya, sang pendeta membahas neraka dari kisah Ananias dan Safira itu. Ia memberikan satu illustrasi tentang kondisi di neraka dengan menceritakan pengalaman seorang ibu yang sudah lama mengidap penyakit gula (diabetes melitus) sampai sebagian kakinya membusuk dan tidak mau kakinya diamputasi.

Si ibu itu berkisah kepada sang pendeta tentang kapan perasaan yang paling sakit, yaitu saat ulat atau mahluk apalah yang membuat kakinya membusuk.

Keadaan di Neraka:
Mengerikan- Lautan Api dan Belerang

Seperti apa keadaan di neraka- kisah orang kaya dan Lazarus sedikit menguaknya. Setelah orang kaya itu mati, ia masuk neraka. Ia kepanasan karena sengatan api dan kehausan dan meminta Abraham agar menyuruh Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidah orang kaya itu.

Dalam kisah orang kaya dan Lazarus itu, tidak ditulis bahwa di neraka ada juga belerang dan ular-ulat yang menggerogoti orang di neraka. Bisa dibayangkan kalau tubuh dan jiwa bersatu dan masuk ke neraka- betapa hebatnya penderitaan di neraka dan itu tidak ada henti-hentinya.

Tentu, orang yang masih hidup tidak tahu bagaimana keadaan neraka yang sesungguhnya. Kalau ada yang mau tahu seperti apa di sana, ini dapat dibandingkan dengan pengalaman mendapat percikan minyak goreng saat menggoreng sesuatu, terkena air panas yang mendidih, kena puntung rokok yang masih ada bara apinya atau berjalan di atas arang yang juga ada bara apinya.

Pengalaman lain yang bisa dibandingkan dengan penderitaan di neraka adalah saat dikejar-kejar deb kolektor atau penagih hutang terutama ketika jaminan rumah mau disita bank seperti yang dialami oleh seorang ibu muda dari Jawa Tengah. Hatinya gelisah karena akan kehilangan rumah dan tidak tahu mau tinggal di mana kalau rumah sudah disita.

Sebagian suasana neraka dapat dirasakan oleh siapa saja yang belum percaya kepada Yesus Kristus. Bila seseorang terpisah dari Tuhan ia  mencicipi sebagian rasa itu.

Hati gelap, pikiran buntu, tidak tahu tujuan hidup mau ke mana, kebiasaan-kebiasaan buruk semakin kelihatan dan hidupnya selalu dalam dosa karena naturnya yang sudah berdosa yang diwarisi akibat ulah Adam di Taman Eden, yang memakan buah pohon yang dilarang Tuhan.

Penderitaan di dunia memang belum puncak sebab masih ada anugerah dari Tuhan selama hidup. Orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan masih bisa menikmati makanan dan minuman, bisa bernyanyi di café atau di 'lapo', bisa tertawa karena mendengar humor-humor yang lucu, bahagia karena mendapat isteri cantik, senang karena punya suami ganteng dan bisa memberi nafkah, bisa liburan ke Labuhan Bajo, Raja Ampat, Pegunungan Alpen di Swiss, Menara Eiffel di Paris atau tempat-tempat wisata yang sangat manarik lainnya dan hal-hal lain yang masih bisa dinikmati oleh manusia di bawah kolong langit ini.

Cara agar Tidak ke Neraka

Bagaimana menghindari neraka? Tidak ada cara lain; Anda percaya kepada Yesus yang telah mati di kayu salib 2000 tahun yang lalu. Ia mati untuk menjadi tebusan bagi orang-orang yang berdosa termasuk Anda. Ia bangkit dari kematian, naik ke surga dan saat ini duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

Anda berdoa dan meminta pengampunan dosa kepada-Nya. Anda akui Dia sebagai Tuhan. Lakukanlah ini sebelum ajal menjemput Anda. (JM)


Copyright 2009-2022 putra-putri-indonesia.com


Your second block of text...

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Bagaimana Merubah Pola Pikir?

Apa itu Wawasan Dunia?