Bagaimana Membuat Proposal Proyek agar Disetujui Investor?

Membuat Proposal Proyek

Saya tidak heran mengapa proposal proyek sering ditolak oleh pendana. Sudah puluhan kali saya melihat proposal, dan setelah melihat isinya sekilas, saya sudah punya persepsi bahwa proposal tersebut akan ditolak.

Minggu lalu misalnya, sebuah proposal yang membutuhkan dana ratusan miliar rupiah tidak memiliki perhitungan Net Cash Flow yang memenuhi standar rumus keuangan.

Tidak ada perhitungan pajak pada  Net Cash Flow. Tidak digunakan rumus menghitung Net Cash Flow. Ketika saya sebut istilah Net Cash Flow, pihak project owner tidak mengerti apa yang saya maksud.

Proposal demikian sudah jelas tidak akan disetujui pendana. Mau ketemu puluhan kalipun dengan mediator atau pendana, proposal demikian tidak akan mendapat kucuran dana.

Jadi, mengapa menghabiskan waktu  mencari pendana kalau toh proposal akan ditolak?

Mungkin saja Anda bertemu dengan para mediator dan mereka meminta biaya survey atau biaya operasional misalnya, dan Anda mau membiayainya.

Para mediator senang saja melakukan survey ke kantor dan lokasi proyek Anda dengan harapan mendapatkan sedikit uang. Apalagi kalau mereka adalah mediator yang tidak professional; mereka senang saja melakukan pekerjaan demikian asal ada imbalan.

Tidak demikian bila Anda menemukan mediator professional; mereka akan memberi nasihat kepada Anda untuk memperbaiki proposal Anda.

Memang membuat proposal proyek yang professional sudah pasti membutuhkan biaya. Biasanya, Anda harus mengeluarkan belasan, puluhan juta bahkan sampai ratusan juta rupiah untuk membuat proposal yang memenuhi standar pendanaan, khususnya untuk proyek yang  membutuhkan dana lima puluh miliar lebih.

Bila proyek Anda memerlukan Feasibility Study (FS), ini  membutuhkan dana lebih besar lagi. Ini menjadi pertimbangan; apakah Anda mau mengeluarkan biaya sebesar itu di depan.

Bila Anda tidak mau mengucurkan dana itu, ke manapun Anda pergi, Anda hanya akan menghabiskan waktu dan uang Anda tanpa ada hasil. Anda akan mengeluh karena proposal proyek Anda tidak pernah disetujui.

Akhirnya, Anda menyalahkan mediator atau pendana. Pada hal, proposal proyek Andalah yang tidak memenuhi syarat untuk proses pendanaan.

Bagaimana Membuat Proposal Proyek agar Disetujui?

Jadi, bagaimana agar proposal bisnis Anda disetujui? Tidak ada pilihan; Anda harus meminta bantuan orang yang paham membuat proposal yang professional.

Paling tidak, orang tersebut mengerti bagaimana membuat perhitungan Net Cash Flow dengan standard yang berlaku dalam bidang keuangan. Istilah Net Cash Flow (NCF), Break Even Point (BEP), Return of Investment (ROI) harus ia pahami.

Ada rumus untuk menghitung istilah-istilah tersebut. Masih ada lagi perhitungan Net Cash Flow sebelum dan sesudah pajak.

'Approval' pendanaan sebenarnya tidak sulit bila ada logika dalam proposal Anda- mulai dari angka-angka yang dimasukan ke dalam proposal sampai bagaimana pengembalian investasi dalam proyek tersebut.

Bila ada logikanya, dan informasi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek itu disajikan secara akurat dan professional, sangat besar peluang proposal proyek Anda disetujui. 

Jadi, hindarilah membuat proposal proyek yang tak berdasar. Hindari anggapan bahwa pendana akan langsung tertarik hanya dengan memberi keuntungan-besar yang akan didapat.

Pendana mempunyai tim yang menganalisa proposal proyek Anda. Dan sebelum proposal itu ada di tangan pendana, para mediator professional akan lebih dulu melihat apakah proposal Anda layak ditindak lanjuti atau tidak. Bila layak, mediator akan meneruskannya kepada pendana.

Dan para analist dari pendana akan membuat analisa yang rinci. Bila para analist melihat sekilas proyek Anda, dan tidak melihat NPV, BEP, ROI, Net Cash Flow before and after tax, proposal Anda sudah pasti ditolak.

Bila Anda membutuhkan bantuan bagaimana membuat proposal proyek , silahkan menghubungi kami.


KONTAK
       0813-1141-8800 (WA)
business.excellence.luminance@gmail.com


LINK TERKAIT

  1. Mencari Investor Usaha (Proyek) Sampai Rp50 Miliar
  2. Bagaimana Membuat Proposal Proyek agar Investor Tertarik?
  3. Contoh Project Executive Summary
  4. Bagaimana Tahapan Proses Kerjasama Investasi?
  5. Rahasia Menjadi Kaya: Berinvestasi!
  6. Menjadi Orang Kaya dengan Berinvestasi
  7. Anda Mau Menjadi Investor?
  8. Bagaimana Menambah Penghasilan dengan Modal Kecil?
  9. Seminar: Start Your Own Business
  10. Seminar: Financing Your Business (Project)

Copyright 2009-2019 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kontak
0813-1141-8800
(wa)

Opsi Pendanan

Menghindari Penipun dalam Proses Pendanan

 Apakah Anda Mau Jadi Investor?