Kapan Masa Berlaku
Gelar Akademis?

Kapan masa berlaku gelar akademis? Pertanyaan itu terlintas ketika saya menyaksikan acara wisuda mahasiswa hari Minggu lalu. Kurang lebih 20 mahasiswa diwisuda. Ada yang bergelar S1; ada yang bergelar S2.

Tidak seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), yang  berlaku selama lima tahun, kemudian harus diperbaharui, prediket gelar sarjana (bagi lulusan perguruan tinggi) melekat pada seseorang selama ia hidup. Sepertinya, tidak ada batas masa berlaku sebuah gelar dan tidak ada juga institusi yang bisa menolak keabsahan gelar seseorang kecuali untuk gelar-gelar 'seludupan.' Jadi, memiliki gelar dan menaruhnya di depan atau di belakang nama sah-sah saja.

Bagaimana kalau penyandang gelar tidak lagi menekuni bidang ia pelajari di kampus? Apakah seorang lulusan Teknik Elektro masih berhak menyandang gelar Sarjana Elektro pada hal ia tidak lagi menekuni bidang tersebut? Bila ia sekarang menekuni usaha bidang makanan, apakah masih pantas ia membubuhkan gelar kesarjanaan pada namanya? Apakah seseorang yang pernah meraih gelar kesarjanaan di kampus (Ir., Drs., S.H., DR, PhD, dll) masih layak menyandang gelar tersebut pada hal ia tidak lagi menekuni bidang kesarjanaannya?

Meraih gelar jelas membutuhkan pengorbanan: waktu, uang, energi dan berbagai duka selama di bangku kuliah. Waktu yang dibutuhkan untuk meraig gelar S1 misalnya, minimum 4 tahun; S2, kurang lebih 2 tahun; S3, bisa sampai 4 tahun. Mahasiswa harus menghadiri kelas, membaca buku referensi yang diajurkan dosen, dan mengambil ujian mid semester dan ujian akhir. Masih ada tugas-tugas tambahan termasuk menulis 'paper' yang harus dikerjakan. Bagi mahasiswa yang menulis tesis sebagai salah satu persyaratan mendapat gelar, tesisnya masih harus diuji oleh dosen tim penguji. Bila semua mata kuliah, tugas-tugas, dan tesis sudah diselesaikan dan memenuhi kriteria kelulusan, ia akan dinyatakan lulus. Ia diwisuda dan ijazah diberikan sebagai pertanda bahwa ia layak menyandang gelar akademis.

"Ada yang mengatakan bahwa gelar akademis hanya berlaku saat wisuda."

Setelah mendapatkan gelar, apakah penyandang gelar masih belajar? Bagi mereka yang melanjut kuliah untuk meraih gelar yang lebih tinggi, proses belajar tentu tidak berhenti. Namun, bagi mereka yang memilih bekerja setelah kuliah, ada beberapa kemungkinan. Pertama, ada yang terus belajar sekalipun tidak lagi kuliah. Ia mungkin mempelajari topik lebih spesifik yang relevan dengan bidang kesarjanaannya atau mempelajari sesuatu yang baru, tetapi masih dalam bidang kesarjanaannya atau mempelajari sesuatu yang sama sekali berbeda dengan pekerjaan yang sedang digeluti.

Kedua, penyandang gelar sama sekali tidak lagi belajar. Maksudnya, Ia tidak lagi menyentuh buku apapun termasuk buku yang ia pelajari di kampus. Rutinitas pekerjaan 'memenjara' kehidupannya sehari-hari. Minat belajar hilang dengan berakhirnya era kampus. Waktu di luar kerja hanya digunakan untuk keluarga atau aktifitas lain kecuali untuk belajar. Ini contoh ekstrim dan barangkali sangat kecil probabilitasnya. Masihkah ia layak menyandang gelar yang ia raih?

Kapan masa berlaku sebuah gelar akademis? Ada yang mengatakan bahwa gelar hanya sah pada saat wisuda. Lewat hari wisuda gelar tidak lagi valid. Hanya pada kondisi-kondisi tertentu gelar itu valid. Misalnya, bila ia masih menekuni bidang yang ia pelajari di kampus. Bila tidak, gelarnya tidak lagi valid. Charles Swindol, penulis buku Come before Winter,  mengatakan bahwa gelar doktor yang diraih hanya berlaku selama 4 tahun sejak diwisuda kalau ia tidak lagi melakukan studi atau menulis makalah atau artikel pada topik yang sama.

Bagaimana kalau Anda tidak bergelar? Anda tidak perlu kuatir. Confucius pernah mengatakan, "Bergelar tetapi tak berbobot memalukan; berbobot, tetapi tidak bergelar kurang sedikit." Bila Anda tidak bergelar, tetapi berbobot, Anda hanya kurang sedikit. Namun, akan lebih baik kalau bobot Anda 'dibumbui' dengan gelar akademis. (JM)

Link Terkait

Menilai Tinggi Kecerdasan Melalui Pendidikan

Beberapa Tujuan Pendidikan yang Pernah Muncul dalam Sejarah

Manusia Sebagai Fokus Pendidikan

Tanggung Jawab dan Peran Orang Tua dalam Pendidikan

Tujuan Pendidikan Nasional

Kecakapan Dasar yang Anda Perlukan

Melatih Pikiran dengan Membaca

Mata Kuliah Filsafat untuk Mahasiswa

Akibat Salah Memilih Jurusan

Kapan Masa Berlaku Sebuah Gelar Akademis?

Jangan Pernah Berhenti Belajar


Copyright 2009-2017 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Kecakapan Dasar yang Diperlukan

Tujuan Pendidikan

Berpikir Filsafat

Akibat Salah Memilih Jurusan