Membaca Kitab Suci

Membaca Kitab Suci

Pada tulisan lain, saya menulis bahwa Allah hanya dapat dikenal lewat Kitab Suci.

Baca: Mengenal Tuhan Lewat Kitab Suci

Manusia hanya dapat mengenal Tuhan lewat penyataan Allah. Hanya lewat Kitab Suci manusia dapat mengenal eksistensi Allah dengan jelas.

Ada lima agama penting eksis di dunia, mulai dari yang tertua- Yahudi, Hindu, Buddha, Kristen dan Islam. Masing-masing agama mempunyai Kitab Suci.

Kitab Suci agama Yahudi adalah Perjanjian Lama; Kitab Suci agama Hindu, Weda; Kitab Suci Agama Buddha, Tipitaka; Kitab Suci agama Kristen, Alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru); Kitab Suci agama Islam, Al Quran.

Sejauh ini hanya tiga pengikut agama yang berani mengklaim Kitab Sucinya diturunkan Allah kepada manusia, yaitu agama Yahudi, Kristen dan Islam. Pengikut agama Hindu dan agama Buddha tidak berani mengklaim demikian.

Dengan demikian, hanya Kitab Suci agama Yahudi, Kristen dan Islam yang dapat diklaim sebagai Kitab Suci dari Allah.

Karena agama Yahudi dan agama Kristen sama-sama memiliki Kitab Perjanjian Lama, maka dapat dianggap hanya dua Kitab Suci dari Allah: Alkitab dan Al Quran.

Pertanyaan yang cukup menyita pikiran adalah, Kitab Suci yang mana dari Allah? Ada beberapa jawaban yang mungkin. Pertama adalah bahwa baik Alkitab dan Al Quran adalah dari Allah.

Kedua adalah salah satu dari Alkitab dan Al Quran adalah dari Allah. Ketiga, baik Alkitab dan Al Quran bukan dari Allah.

Jawaban ketiga tentu dapat disingkirkan. Apa pengharapan manusia kalau manusia tidak punya akses kepada Kitab Suci. Jawaban yang tersisa adalah bahwa Al Quran dan Alkitab adalah dari Allah; satu lagi, Alkitab atau Al Quran adalah dari Allah.

Pertanyaan-pertanyaan filosofis bisa muncul. Misalnya, apakah Allah memberikan dua Kitab Suci kepada manusia? Jawaban pertanyaan ini dapat memerlukan diskusi panjang dan belum tentu ada jawaban yang memuaskan pengikut agama Kristen dan Islam.

Juga bukan hal yang mudah untuk meyakinkan orang lain bahwa Al Kitab atau Al Quran adalah dari Allah. Solusi tidak akan ada kalau sifatnya hanya untuk meyakinkan orang lain.

Siapapun bisa mengklaim bahwa Kitab Suci yang satu dari Allah dan yang lain bukan, tetapi klaim itu saja tidak selalu berarti bahwa klaimnya tersebut benar.

Kitab Suci yang mana dari Allah? Jawabannya merupakan wilayah keyakinan. Hanya keyakinan yang dapat menolong seseorang untuk mengetahui yang mana Kitab Suci dari Allah.

Namun demikian, keyakinan pun datang dari Allah. Keyakinan bukan sesuatu yang dapat dikejar dengan usaha manusia. Keyakinan merupakan pemberian Sang Ilahi.

Siapapun tidak memiliki kontrol untuk memiliki keyakinan sehingga dengan keyakinannya ia mengetahui yang mana Kitab Suci dari Allah.

Yang dapat dilakukan adalah membaca kedua Kitab Suci. Tuhan memberikan akal bagi manusia.

Membaca Kitab Suci salah satu kunci untuk mengenal Allah.

Dengan membaca Kitab Suci, ada peluang untuk menemukan perbedaan maupun persamaan antara Alkitab dan Al Quran; ada peluang untuk menemukan pesan sentral dari setiap Kitab Suci; ada peluang bertemu dengan Allah sebab hanya dengan membaca Kitab Suci atau mendengar berita dari Kitab Suci manusia dapat mengenal Allah yang sejati.

Tentu pertanyaan yang lebih penting adalah apakah ada kemauan dan komitmen untuk membaca Kitab Suci. (JM)

LINK TERKAIT:

Mungkikah Manusia Mengenal Allah?

Berpikir Filosofis

Tubuh dan Jiwa

Nilai Diri

Apa Tujuan Hidup Anda?

Copyright 2009-2018 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.