Membaca Orang lain dalam Pertemuan Bisnis (Mediasi)

Membaca Orang lain

Prihatin juga mendengar kisah-kisah orang yang sulit menemukan  pelaku mediasi yang jujur. Banyak pemohon dana yang uang, energi dan semangatnya terkuras. Bagaimana tidak!

Bertemu belasan kali dengan orang yang mengaku  mediator, tetapi tak banyak yang bisa membantu agar proposal pendanaan disetujui. Uang habis- beli bensin dan bayar pesan minuman. Waktu juga terkuras tanpa ada hasil.

Para pemohon juga kurang waspada terhadap para pelaku mediasi. Sekalipun tidak semua para pelaku mediasi bermain curang, ada saja yang memanfaatkan mediasi sebagai sumber penghasilan yang tidak halal.

Dengan berlagak punya link ke pendana, para mediator berusaha meyakinkan para pemohon dan mereka mau saja mengikuti kata-kata mediator.

Pemohon larut dalam buaian para mediator tanpa membuat  pertimbangan-pertimbangan yang logis.

Saya juga terkena imbas dari dampak tindakan curang dari para pelaku mediasi yang tidak jujur ini. Saya dianggap kelompok penipu.

Mendengar kata-kata mediasi atau mediator, para pemohon langsung alergi; mereka teringat akan kisah-kisah raibnya uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Apalagi kalau sudah mendengar kalimat 'ada biaya di depan', para pemohon cenderung trauma.

Tips Membaca Orang Lain

Bagaimana agar Anda tidak kehilangan uang dalam mediasi? Apakah ada teknik untuk membaca orang lain? Apakah ada kiat mengenal orang lain?

Tentu ada kalau Anda mau melatihnya. Anda dapat memiliki kemampuan yang langka ini.  Namun, skill ini bukanlah skill yang diperoleh dalam waktu satu atau dua hari.

Bahkan skill ini tidak dapat diperoleh dalam satu atau dua bulan; mungkin butuh sampai satu tahun untuk memilikinya dan itupun tergantung dari apakah Anda memiliki persyaratannya.

Baiklah saya beritahu persyaratannya. Pertama, kejujuran. Bila Anda bersikap jujur dalam hidup Anda, Anda punya potensi memiliki skill mengenal orang lain.

Orang jujur lebih mudah mengembangkan skill ini daripada yang suka menipu. Sekalipun orang yang suka menipu dapat juga memiliki kemampuan ini, tetapi orang jujur jauh lebih cepat memilikinya.

Jadi, Anda tanyalah diri Anda apakah Anda jujur dalam hidup Anda. Apakah Anda jujur dalam hal-hal yang sederhana kepada orang lain termasuk kepada anggota keluarga Anda sendiri.

Kelihatannya persyaratannya mudah. Namun, ini sulit dimiliki. Di zaman now, sulit menemukan orang jujur di bawah kolong langit ini. Bila Anda dapat menemukan satu atau dua orang, Anda termasuk orang beruntung.

Sekalipun tidak banyak orang yang bisa jujur 'at all times,' Anda termasuk beruntung kalau bisa menemukan satu atau dua orang yang jujur dalam hidup dan bisnis.

Tentu, tidak cukup dengan modal jujur saja untuk membaca orang lain.

"Dari mata seseorang, jiwa seseorang dapat dikenal."
 Mencius

Saya akan memberikan kunci lain, yaitu kondisi mata seseorang. Ini pelajaran dari Tiongkok.

Saya sering menggunakannya dalam setiap pertemuan bisnis. Mencius mengatakan, "Dari mata seseorang, jiwa seseorang dapat dikenal."

Hati ada dalam jiwa dan hati adalah pusat dari seluruh hidup seseorang. Intelek, emosi, dan kemauan berada di hati. Dari hati memancar segala  kehidupan.

Apakah orang berbuat jahat atau baik- asal muasalnya adalah dari hati, yang berada dalam jiwa. Karena keberadaan jiwa berdampak pada tubuh, mata juga akan kena.

Sinar mata seseorang memancarkan kondisi hati atau jiwa seseorang. Kalau jiwa baik, maka mata akan bercahaya. Mata orang jujur enak dipandang.

Sebaliknya, kondisi hati orang jahat bisa terpancar dari matanya; biasanya buram.

Tentu, mata baru hanya satu dari beberapa faktor yang dapat menjadi sinyal untuk mengenal orang lain.

Bila Anda mau mengetahui faktor-faktor lain, Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan rahasianya.


Copyright 2009-2019 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kontak
0813-1141-8800

Mau Berbisnis Tanpa Modal, Apa Bisa?

Mengapa Proposal Bisnis Sering Ditolak?