Perkawinan Beda Agama, Apakah akan Bahagia dan Langgeng? 



Konseling Keluarga: Perkawinan Beda Agama

Dear Konselor,

Nama saya Widya. Saya dan pacar saya sudah berpacaran lebih dari dua tahun dan banyak hal yang prinsipil bisa kami terima bersama. Kami mau melangkah ke tahap relasi yang lebih serius, yaitu perkawinan.

Namun, ada hal yang mengganjal, yaitu  keyakinan. Kami memiliki keyakinan yang berbeda. Apakah perkawinan kami akan bahagia dan langgeng di masa mendatang?

Konsekuensi Perkawinan Beda Agama

Dear Widya,

Perkawinan adalah panggung suka dan duka. Namun, hanya lewat perkawinan keutuhan eksistensi seseorang bisa ditemukan.

Pria akan lengkap bila ia memiliki isteri; perempuan akan lengkap bila ia mempunyai suami. Di luar perkawinan jenis ini, tidak akan ditemukan keutuhan pribadi.  

Perasaan cinta antara dua sejoli yang berbeda keyakinan kadang tidak tercegah. Sekalipun dari awal sudah tahu ada perbedaan agama, sering perasaan cinta lebih kuat dari keyakinan.

Cinta tidak mengenal agama. Cinta penuh misteri apalagi bila cinta disertai dengan daya tarik phisik pasangan.

Perkawinan laki-laki dan perempuan yang berbeda agama sering berdampak negatif. Sekalipun ada perkawinan yang langgeng, tetapi sering perkawinan beda keyakinan berpengaruh negatif bagi keluarga.  

Saya mengenal pasangan suami-isteri yang berbeda agama; sudah beda agama beda suku lagi. Suami beragama A, isteri beragama B. Suami tidak ikut keyakinan isteri; isteri juga tidak ikut keyakinan suami. Suami-istri berkeluarga dengan keyakinan masing-masing.

Keluarga itu mempunyai satu putra dan empat putri. Sang suami membawa putra-putrinya beribadah sesuai dengan keyakinan sang suami; isteri beribadah sesuai ajaran agamanya. Suami ke tempat ibadah A; isteri ke tempat ibadah B.

Setelah suami meninggal, mulai ada perubahan. Beberapa tahun pertama, putra-putrinya masih ikut keyakinan sang ayah. Dengan berjalannya waktu, hanya dua anak yang bertahan memegang keyakinan sang ayah; yang lainnya mengikuti keyakinan sang istri.

Setiap keyakinan mempunyai prinsip-prinsip dan ritual agama. Ada tujuan-akhir hidup. Sekalipun tujuan akhir ini sama secara teori, tetapi ada perbedaan dalam metode. Ada perbedaan dalam dalil-dalil keyakinan sesuai dengan Kitab Sucinya masing-masing.

Mengapa seseorang memilih keyakinan tertentu- ini tidak selalu dapat dijelaskan secara rasional. Ini tidak bisa sepenuhnya dijelaskan dengan akal. Sekalipun ada penjelasan rasional, penjelasan itu tidak selalu dapat diterima orang yang berbeda keyakinan.

Bila Anda mau kawin dengan pacar yang berbeda keyakinan, pertimbangkanlah baik-baik konsekuensinya. Apakah Anda akan mengorbankan keyakinan demi perasaan cinta? Apakah Anda mau berspekulasi dalam perkawinan beda agama?

Bagaimanapun, keyakinan memberi pengaruh terbesar dalam wawasan seseorang. Wawasan ini diam dalam hati dan pikiran.

Apakah wawasan itu disadari atau tidak, wawasan ini sangat berperan dalam pengambilan keputusan dalam hidup termasuk keluarga- mulai dari pendidikan, pekerjaan, harta, perkawinan, dan yang paling utama adalah tujuan hidup yang paling hakiki- apakah jiwa akan pergi ke surga atau tidak. 

Tidak dapat diketahui seperti apa akhir perjalanan hidup spiritual seseorang. Bisa saja saat ini Anda memiliki keyakinan A, tetapi setelah mengetahui ajaran agama B, keyakinan Anda berubah.

Bisa juga saat ini Anda berkeyakinan B, dan setelah mempelajari ajaran agama A, keyakinan Anda berubah. 

Keyakinan sejati ditentukan dari atas, bukan oleh karena kemauan dan kekuatan sendiri. Keyakinan sejati semata-mata adalah anugerah Tuhan. Bukan Anda yang datang kepada Tuhan, tetapi Tuhanlah mendorong Anda datang kepada-Nya.

Bukan karena kekuatan Anda, tetapi karena ada dorongan Sang Ilahi yang tidak dapat Anda tolak.

Apakah Anda memiliki keyakinan sejati- hanya Anda yang mungkin mengetahuinya. Secara lahiriah, tanda-tanda itu bisa Anda ketahui lewat bijaksana dan kesalehan hidup Anda, tetapi secara rohaniah, ini tetap misteri.

Bila Anda memiliki keyakinan sejati, tunggulah sampai Anda menemukan pasangan yang punya keyakinan yang sama dengan Anda. Tentu, itu tidak jadi jaminan bagi keluarga yang bahagia dan langgeng.

Namun, keyakinan yang sama, paling tidak, memberi peluang bagi Anda dan pasangan Anda membuat keputusan dalam keluarga dengan 'framework'  yang sama daripada perkawinan beda agama.

Masalah Utama dalam Keluarga

Suami Poligami, Apakah Disain-Ideal untuk Keluarga?


Copyright 2009-2019 putra-putri-indonesia.com






Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.