Memiliki Pikiran yang Terbuka (Open Mind) Tidak Mudah, Mengapa?

Pikiran yang Terbuka

Seorang teman WAG mengatakan bahwa saya belajar Filsafat cuman untuk membuat Filsafat jadi bahan pembenaran. Saya diajak membuka diri untuk kemajuan bangsa.

Ajakan ini ia tulis setelah saya mengirimkan postingan beraroma kampanye terhadap bakal capres tertentu.

Mudah mengajak orang lain untuk menjadi pribadi yang terbuka, tetapi menjadi orang yang terbuka tidak semudah mengatakannya bahkan sering kali itu tidak mungkin.

Saya tidak mudah terbuka terhadap arus pemikiran tertentu. Saya tidak mudah dipengaruhi oleh ide seseorang. Saya tidak cepat-cepat mau menerima anjuran orang lain untuk membeli buku tertentu sekalipun menurutnya buku itu bagus.

Namun demikian, kadang bahkan sering, apalagi dalam keadaan terjepit, saya terbuka pada ide-ide yang sifatnya tidak melawan hukum dan prinsip moral.

Memiliki pikiran yang terbuka berkaitan dengan ide dan menerima ide juga tidak mudah. Apakah ide itu positif atau negatif- ini tidak selalu mudah diterima.

Sekalipun natur diri cenderung terhadap hal-hal yang 'negatif', selalu ada kekuatan yang menahan untuk tidak melakukannya.

Hati nurani memberi sinyal ketika dihadapkan kepada ide-ide yang buruk. Ada dialog antara diri dengan diri.  

Mind-set merupakan produk dari kebiasaan pikiran dan kebiasaan pikiran dibangun oleh informasi yang diterima tahunan, belasan tahun bahkan puluhan tahun.

Bila mind-set sudah terbentuk begitu kokoh, itu tidak mudah berubah. Kebiasaan yang sudah terbentuk begitu solid tidak mudah berubah hanya dengan mendengar nasihat atau ide satu menit atau satu jam.

Mind-set juga tidak mudah berubah sekalipun yang memberikan ide adalah sosok-sosok yang hebat seperti Bill Gates atau Jack Ma.

Pikiran bisa terinspirasi, tetapi ide inspiratif tidak selalu dapat merubah pikiran dan berbuntut tindakan untuk berubah.

Ini tidak berarti bahwa tidak ada peluang untuk menjadi pribadi yang terbuka. Seringkali menjadi sosok yang terbuka harus melewati peristiwa atau beberapa peristiwa yang dramatis.

Kesulitan, lepas dari bahaya atau peristiwa yang sangat menyentuh hati merupakan beberapa contoh medianya.

Menjadi pribadi yang terbuka kadang harus melewati proses evolusi seperti yang dialami Nur Kholis Madjid, yang dianggap 'bertobat' dalam pemikiran setelah ia kuliah di Amerika Serikat.

Apakah kita bisa terbuka kepada pemikiran yang lebih maju? Ini tidak mudah. Nasihat satu kalimat tidak langsung merubah Anda untuk menjadi sosok yang terbuka.

Apalagi bila Anda sedang menduduki jabatan yang mempengaruhi kepentingan ribuan atau  jutaan orang, Anda tidak mudah terbuka terhadap ide termasuk terhadap ide yang revolusioner sekalipun.

Dalam banyak situasi, 'it is impossible.' Seperti dalam Hukum Kedua Newton, benda bergerak bila ada gaya yang menggerakkannya. Begitu juga menjadi pribadi dengan pikiran yang terbuka; harus ada yang menggerakkan.  

Renungan:

  1. Bila ada teman, kenalan atau orang yang paling dekat dengan Anda dan menurut Anda ia tidak mau 'terbuka,' Anda sekarang bisa memahami mengapa.
  2. Cobalah selidiki mengapa Anda sulit menerima nasihat orang lain?

LINK TERKAIT

Bagaimana Pola Pikir Terbentuk?

Masih Ragu Pilih Pekerjaan? Ini Bisa Membantu

Dari Pikiran yang Terbuka ke Halaman Depan


Copyright 2009-2018 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.


Pentingnya Mata Kuliah Filsafat