Berpikir Filsafat: Membantu
Berpikir Jernih

Oleh: Judika Malau - Trainer & Motivator

Berpikir filsafat- kesannya seperti asing. Wajar saja sebab hampir 90 % mahasiswa bahkan lebih ini tidak pernah mengecap mata kuliah filsafat secara formal di republik ini. Istilah Filsafat mungkin pernah didengar, tetapi bagaimana berpikir filosofis (filsafat) seperti yang disajikan di kelas-kelas Filsafat- hanya sedikit yang mengecapnya.

Namun demikian, esensi berpikir filsafat hampir dialami setiap orang. Ketika kita misalnya mengambil keputusan-keputusan penting dan krusial dalam hidup kita- ketika mau menggugurkan kandungan yang merupakan hasil hubungan gelap dengan orang lain, atau mau membuat keputusan yang merugikan publik, atau mau melakukan korupsi pertama kalinya- ini hanyalah beberapa peristiwa yang bisa melibatkan pemikiran filosofis.

Contoh yang ekstrim misalnya adalah ketika seorang pemuda digoda oleh seorang Ibu muda untuk melakukan hubungan seks. Pemuda itu tahu bahwa  ibu muda itu sudah punya suami. Ia berpikir sebelum mengambil keputusan- apakah ia menerima tawaran ibu muda itu atau tidak. Ia menggunakan semua pengetahuan yang pernah ia terima untuk membuat keputusan. Pada saat ia berpikir dan mempertimbangkan nilai-nilai yang mendasari tindakan yang akan ia ambil- ia berpikir filosofis.

Cakupan berpikir Filsafat sangat luas. Begitu luasnya, hampir semua bidang kehidupan tidak lepas dari pengaruhnya. Ambil misalnya isu Undang-Undang Pilkada yang disahkan oleh DPR baru-baru ini. Beberapa pengamat politik bahkan KPU sendiri merasa ada hal yang janggal dalam undang-undang tersebut. Menurut pejabat di KPU, kemandirian KPU dikebiri. Ini merupakan isu filosofis. Apa yang dimaksud dengan kemandirian?

Karena apa yang dibahas oleh Filsafat adalah hal-hal yang mendasar. Apa tujuan hidup manusia? Dari mana dunia ini datang? Apa peran manusia di dunia dan bagaimana pikiran manusia seharusnya berfungsi?

Topik seperti ini termasuk kebebasan mengeluarkan pendapat, kebebasan beragama, etika, tujuan hidup, bagaimana seharusnya negara dijalankan, aborsi, dan beragam topik besar lainnya tidak luput dari pembahasan filosofis. Begitu luasnya cakupan Filsafat, boleh dikatakan hanya Filsafat yang bisa dibicarakan oleh siapapun dari beragam latar belakang- anak-anak, remaja, dewasa, orang tua dan orang sudah lanjut umur, ekonom, ahli hukum, insiniur, akuntan, dan profesi lainnya. Kenapa? Karena apa yang dibahas oleh Filsafat adalah hal-hal yang mendasar. Apa tujuan hidup manusia? Dari mana dunia ini datang? Apa peran manusia di dunia dan bagaimana pikiran manusia seharusnya berfungsi? Ini hanya beberapa isu-isu yang dibahas dalam Filsafat. Masih ada etika, ilmu pengetahuan, politik, sejarah, logika, epistemologi, dan seni.

Contoh Percakapan Filosofis

Mungkin lebih mudah menangkap esensi berpikir Filsafat kalau saya sajikan dalam sebuah percakapan imajiner antara Rita dan Rano berikut:

Rano: "Rita, apakah kamu suka makan kolak dingin?"

Rita: "Ya saya suka."

Rano: "Apakah kamu sudah punya pacar?"

Rita: "Belum."

Rano: "Misalnya Rita punya pacar, apakah pacarmu suka makan kolak dingin?"

Pada saat ditanya Rano demikian, Rita akan berhenti sejenak. Rita mulai berpikir dan ketika ia berpikir untuk menjawab pertanyaan Rano, Rita sedang berpikir filosofis. Dia sedang menjawab pertanyaan spekulatif.

Ini hanya gambaran sederhana saja seperti apakah berfilsafat itu. Kelihatannya tidak nyata, tetapi dalam kehidupan, sering kita menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial. Seperti telah disebut di atas, ketika Anda mau menentukan pasangan hidup, Anda akan berpikir filosofis. Anda berpikir apakah Anda akan bahagia bila Anda menikah dengan calon pasangan hidup Anda. Anda berpikir apakah calon pasangan hidup Anda  sanggup memenuhi kebutuhan phisik dan rohani Anda. Bagaimana kalau setelah menikah pasangan hidup Anda meninggal? Apa yang akan terjadi dengan hidup Anda? Ini hanya beberapa pertanyaan yang mungkin muncul dalam benak Anda ketika Anda sedang berpikir filosofis untuk mengambil keputusan apakah menerima lamarannya atau tidak.

Kelihatannya berpikir filsafat seperti tidak berguna dalam kehidupan? Mungkin banyak yang beranggapan demikian. Namun, ketika Anda menjawab isu-isu besar dalam kehidupan Anda, Filsafat sangat membantu. Dengan berpikir filsafat, Anda mencoba menemukan jawaban-jawaban terhadap isu-isu paling penting bagi Anda dan manusia umumnya. Untuk apa saya hidup? Apa yang seharusnya saya kerjakan? Bagaimana saya tahu bahwa apa yang saya yakini benar? Apa pengharapan saya?

Filsafat sangat membantu untuk memahami isu-isu yang membingungkan, dan memahami  asumsi-asumsi yang digunakan untuk menopang sebuah tindakan atau pernyataan.

Beragam pertanyaan bisa ditulis di halaman ini. Yang jelas, Filsafat dapat membantu Anda untuk mempertajam pemahaman Anda terhadap isu-isu penting dalam hidup Anda. Ya Filsafat memang tidak selalu memberikan jawaban yang memuaskan. Namun, Filsafat sangat membantu untuk memahami isu-isu yang membingungkan, dan memahami  asumsi-asumsi yang digunakan untuk menopang sebuah tindakan atau pernyataan. Di balik semua pernyataan, argumentasi, teori, kebijakan publik, dan tindakan, ada asumsi-asumsi yang digunakan. Dengan Filsafat, Anda dapat menelusuri asumsi-asumsi tersebut. Menarik kan? (JM)


  SEMINAR: PHILOSOPHY AND DECISION MAKING
       08.00 - 17.00, Jadwal Jakarta, Jadwal Bekasi - Cikarang
    Dreamtel Hotel Menteng Jakarta; Zuri Express Hotel Lippo Cikarang
       0813-1141-8800; 0813-1122-1148
       info@business-excellence-luminance.co.id


Dari Berpikir Filsafat ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kontak
0813-1141-8800
0813-1122-1148

TRAINING/SEMINAR

Philosophy and Decision Making

Worldview

Corporate Culture

Start your Own Business

Choosing Your Life Partner


Perlukah Mata Kuliah Filsafat bagi Mahasiswa?

Apa Itu Worldview?