Rahasia Hidup Bahagia Menurut
Ajaran Buddha

Rahasia Hidup Bahagia

Pandangan umum tentang bahagia adalah kalau seseorang memiliki uang dan harta yang banyak, bisnis yang sukses, atau jabatan penting.

Masih ada juga yang menyebut bahagia kalau seseorang mendapat jodoh, memiliki isteri yang cantik dan penurut atau suami yang ganteng, penyayang dan pemurah, mendapat anak setelah cukup lama menunggu, melihat anak menikah, mempunyai cucu dan beragam khayalan yang indah.

Tidak demikian menurut ajaran Buddhisme. Bahagia adalah saat seseorang lepas dari ikatan hawa nafsu atau keinginan. Kalau seseorang tidak tergoda oleh hal-hal duniawi atau materi, ia bahagia; ia tidak tergiur oleh benda dan peristiwa yang terjadi di luar dirinya termasuk oleh dorongan-dorangan dari dalam diri.

Siapa yang tidak memiliki keinginan untuk menjadi kaya, menjadi sosok terkenal, memiliki masa depan yang cerah di hari tua dan beragam keinginan lainnya- ia bahagia. Begitu ajaran Siddharta Gautama, yang hidup 2600 tahun yang lalu.

attractive-woman

Keinginan adalah sumber penderitaan, menurut Buddha.

Keinginan adalah sumber penderitaan. Keinginan muncul saat diri terpisah dari waktu dan tempat.

Diri seharusnya menyatu dengan waktu dan ruang sebab diri, waktu dan ruang adalah bagian dari kebenaran universal. Bila diri terpisah dari kebenaran universal- inilah yang membuat diri menderita.

Pandangan Buddha ini tidak lepas dari konsep bahwa semua benda dan peristiwa adalah fana. Materi tidak abadi. Peristiwa juga tidak abadi. Tidak ada yang kekal.

Segala benda atau peristiwa merupakan akibat dari kejadian sebelumnya. Apa yang terjadi dalam dunia ini merupakan perubahan yang alami dan tidak ada henti-hentinya.

Ada kelahiran, ada kematian dan ini semua tidak akan berhenti. Karena tidak ada yang kekal di dunia ini, diri tidak seharusnya terikat pada hal-hal yang tidak abadi. Begitu menurut Buddha.

Untuk menjadi bahagia seseorang harus memutus akar penderitaan. Ia harus tahu asal-usul penderitaan sehingga tidak terpukau oleh sensasi yang diakibatkan oleh benda atau peristiwa.

Mata, telinga, hidung, lidah, pikiran dan perasaan harus diawasi dengan ketat.

Seseorang harus berpikir dengan sudut pandang yang benar, berpikir yang benar, berbicara kepada orang lain dengan benar, memiliki gaya hidup yang benar, berusaha dengan benar, memperhatikan dengan benar, dan bermeditasi dengan benar.

Analisa Rahasia Hidup Bahagia

Sekilas, rahasia hidup bahagia yang diajarkan Buddha sangat menarik. Rumusannya kelihatan sederhana. Kebahagiaan memang tidak terletak pada banyaknya uang dan harta, popularitas, gelar atau jabatan yang mentereng.

Memiliki harta yang melimpah bisa menjadi jerat. Tidur bisa tidak nyenyak. Jiwa bisa terancam. Banyak yang menumpuk harta malah mengalami kesusahan dalam hidup.

Mempunyai pasangan hidup, anak bahkan cucu juga tidak selalu membuat orang bahagia. Ada yang pisah setelah kawin beberapa bulan. Apa yang kelihatan- materi atau manusia- tidak membuat seseorang bahagia.

Sebagian pandangan Buddha ada benarnya. Kebahagiaan bisa muncul bila seseorang dapat menahan keinginan untuk memuaskan diri- makan terlalu banyak, mengambil keuntungan  terlalu besar, hidup glamour, gonta ganti pasangan hidup, dan beragam fantasi-buruk. Rahasia Hidup Bahagia

parent

Kebahagiaan Bisa Juga Muncul saat Menderita

Salah satu tujuan hidup manusia yang sejati adalah mampu mematikan segala bentuk keinginan daging: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya.

Namun demikian, bahagia bisa juga muncul bagi orang yang haus akan kebenaran dan rindu mendengar pidato yang berisi kebenaran.

Seseorang yang menderita karena melakukan yang benar,  suka berbagi  atau membawa damai juga bisa bahagia.

Orang yang sengsara karena ditindas orang lain juga bisa bahagia sepanjang ia tidak membalasnya dengan kata-kata makian atau ujaran kebencian. Rahasia Hidup Bahagia

Penderitaan Melekat dalam Hidup
Setiap Orang

Penderitaan tidak selalu dapat dimengerti. Asal usulnya tidak selalu dapat ditelusuri. Kalau mau jawaban singkat, asal usulnya berawal sejak manusia pertama makan buah pohon yang dilarang Sang Ilahi di Taman Eden.

Tidak selalu dapat dipahami mengapa penderitaan terjadi pada seseorang. Manusia bisa mengira-ngira, tetapi perkiraan itu belum tentu benar. Tidak perlu juga ditanya mengapa seseorang mengalami penderitaan tertentu.

Apakah memiliki keinginan salah? Setiap keinginan membutuhkan perjuangan. Ada yang dikorbankan kalau mau meraih sesuatu.

Bila seseorang mau makan ia harus bekerja. Bila orang mau mendapat uang lebih banyak ia harus bekerja lebih keras dan lihai menangkap kesempatan.

Bila orang mau lihai, ia harus mengasah keahliannya dan terus menggunakannya. Dan ini memerlukan energi, waktu bahkan uang dan kesulitan siap menghadang.

Penderitaan tidak mungkin bisa dicegah apalagi dimatikan. Penderitaan adalah sesuatu yang alami. Tidak ada yang bisa menghilangkannya dari kehidupan.

Yang berusaha mengabaikannya justru akan gagal bahkan orang yang berpikir benar dan melakukan yang benar sekalipun tetap harus menderita.

church-france

Keinginan Selalu Melekat dalam Diri

Apakah keinginan bisa dihilangkan? Eksistensi diri terdiri dari jiwa dan tubuh. Selain hati, akal dan emosi, keinginan atau kehendak adalah bahagian dari diri. Kehendak atau keinginan selalu melekat dalam diri. Keinginan tidak mungkin tidak ada.

Yang jadi renungan adalah ke mana arah keinginan- apakah untuk diri saja atau juga untuk orang lain?

Keinginan yang hanya memuaskan diri sendiri memang tidak banyak manfaatnya bahkan sesuatu yang sia-sia.

Namun demikian, memiliki rumah, yang bisa membuat anak isteri dapat berteduh dengan tenang bukan sesuatu yang salah.

Memiliki harta banyak, isteri yang cantik, mobil bagus, tanah yang luas tidak juga salah selama itu tidak membuat hati terpikat padanya.

Semua yang benar, yang mulia, yang adil, yang sedap didengar, yang disebut kebajikan dan patur dipuji dapat dipikirkan. Ini bisa menjadi ide dan dari ide bisa muncul keinginan atau kehendak, yang dapat berubah menjadi tindakan.

Siapapun yang melakukan yang benar ia adalah orang yang bijaksana dan orang-orang demikianlah yang bisa bahagia. (JM)

LINK TERKAIT

Kekuatan Dibalik Uang

Apa Tujuan Hidup Anda?

Berpikir Filsafat

Bagaimana Paras Wajah Anda di Dunia Akhirat?


Copyright 2009-2022 putra-putri-indonesia.com