Seperti Apa Bumi yang Baru di Dunia Akhirat

Bagi orang yang percaya akan keberadaan dunia akhirat, akan ada langit dan bumi yang baru. Langit dan bumi yang ada saat ini akan berubah. Planet-planet lain akan berjatuhan. Matahari, bulan dan bintang pun tidak akan ada. Laut juga tidak ada.

Bisa muncul beragam pertanyaan. Kapan ini terjadi? Dengan apa bumi ini akan diperbaharui? Seperti apa bumi yang baru? Bagaimana keberadaan mahluk hidup yang lain? Apakah masih ada sapi, kambing, ayam, ikan lele, ikan tuna, ikan salmon, dan mahluk hidup yang lain?

Apakah masih ada padi, jagung, pohon anggur, pohon apel, pohon durian, dan pohon-pohon yang buahnya dapat dinikmati? Bagaimana dengan karya-karya manusia? Apakah pabrik, kebun, sawah, rumah tempat tinggal, mobil, harta yang disimpan, jaringan internet, satelit, mobil listrik, pesawat dan beragam produk teknologi tinggi masih ada? Bagaimana keadaan akhir jalan tol di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua?

Kapan hari terakhir tidak ada yang tahu. Ini tidak diungkap. Jam berapa itu terjadi, hari apa, bulan apa dan tahun berapa- tak seorang pun yang tahu. Malaikat juga tidak tahu sekalipun mereka dekat ke tahta surga. Bahkan Yesus sendiri, sekalipun Ia adalah Anak Allah, tidak juga tahu. Kapan hari terakhir- ini misteri.

Sebelum hari terakhir itu tiba, ada hal-hal yang unik akan terjadi. Moral manusia makin rusak. Manusia akan mencintai dirinya, menjadi hamba uang, membual dan menyombongkan diri.

Mereka akan memfitnah, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang lain, tidak berpikir panjang, belagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu daripada menuruti perintah Tuhan. Akan terjadi penganiayaan kepada orang-orang jujur dan saleh di dunia ini.

Namun, aktifitas manusia tetap seperti biasa. 'Business as usual.' Orang masih kerja. Petani menanam padi. Nelayan menangkap ikan. Orang kantoran masih kerja. Orang tetap kerja di pabrik. Masih ada pesta kawin.

Masih banyak orang yang akan menabung uang, dan berinvestasi di usaha-usaha yang kelihatan menjanjikan. Masih ada juga yang menikmati hari-hari weekend-nya dengan memancing atau liburan ke Bali, Labuhan Bajo, Raja Ampat dan tempat-tempat menarik lainnya.

Bumi yang Lama akan Ditransformasi Menjadi Bumi yang Baru

Bumi akan dimurnikan dengan api di akhir zaman. Bumi yang dirusak oleh manusia akan ditransformasi. Tidak akan terjadi lagi pengrusakan alam, tidak akan ada sampah berserakan di mana-mana, tidak ada lagi pemandangan plastik dibuang begitu saja atau limbah dibuang ke sungai atau ke laut, tidak ada lagi hutan dibabat tanpa memperhatikan akibatnya, karena laut tidak akan ada maka permukaan laut tidak naik akibat melelehnya gunung es di kutub utara.

Apakah mahluk hidup selain manusia tetap eksis? Kalau berpikir logis, apa saja bisa dilahap api- binatang atau tumbuh-tumbuhan- bisa menjadi abu. Apakah mahluk hidup lain selain manusia akan menjadi tidak ada? Sekalipun hewan dan tumbuhan mengeluh dan menanti orang-orang yang jujur dan saleh dinyatakan- tidak ada kepastian bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan akan terus eksis bersama-sama dengan manusia selamanya.

Namun, penghuni-penghuni surga akan hidup selama-lamanya, tetapi mereka tidak akan lapar. Mereka tidak membutuhkan makanan untuk bertahan hidup sebab manusia di surga tidak lagi memerlukannya. Mereka tidak perlu mengkonsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin atau apa saja yang masuk kategori menu makanan empat sehat lima sempurna.

Mereka tidak akan haus. Mereka tidak perlu minum aqua untuk mengganti cairan dalam tubuh. Otomatis, sistem pencernaan tidak dibutuhkan dan sebagian organ-organ tubuh seperti sistem percernaan tidak berfungsi lagi. Organ-organ ini akan menjadi hiasan saja bagi tubuh yang baru.

Dengan dimurnikannya bumi dengan api, akan muncul bumi yang baru. Bumi yang ada saat ini tidak akan menjadi tidak ada, tetapi diperbaharui.

Illustrasi yang paling mudah dipahami untuk menangkap secuil makna pembaharuan ini adalah rumah yang dicat. Rumah kelihatan baru setelah rumah dicat kembali. Bumi yang baru kira-kira demikian. Semua kerusakan bumi yang diakibatkan oleh dosa akan disingkirkan oleh Tuhan sehingga bumi menjadi bumi yang baru.

Apakah piramid akan ada? Mungkin ada sebab umurnya sudah 3500 tahun lebih. Tidak tahu dengan Candi Borobudur- apakah akan tetap eksis atau tidak. Menarik untuk mengetahui apa saja yang tersisa dari karya-karya manusia di kehidupan berikutnya.

Illustrasi lain untuk menggambarkan perubahan bumi adalah seperti perubahan orang-orang berdosa dengan hadirnya Tuhan di dalam setiap hati setiap orang yang percaya kepada-Nya. Makin lama mereka menjadi makin suci.

Karakter dan kebiasaan-kebiasaan buruk pelan-pelan tersingkir. Mereka makin rajin melakukan perbuatan baik. Mereka menekuni pekerjaannya. Mereka tidak lagi membuang-buang waktu sebab satu jam membuang waktu dengan aktifitas yang tidak berguna sama saja dengan tidak memuliakan Tuhan satu jam.

Seperti apa bumi yang baru itu. Ini masih misteri. Kita harus menahan diri dari berspekulasi terlalu jauh mengenai keadaan bumi yang baru karena ini tidak diungkap kepada manusia.

Yang jelas, bumi ini akan diperbaharui dan menjadi 'tempat' yang baru, yang disiapkan bagi siapa saja yang sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan. Penghuni-penghuni bumi yang baru akan bahagia, yang bahagianya tidak dapat diungkapkan dalam bahasa manusia.

Semoga Anda semakin termotivasi menjadi pribadi yang suci di dunia ini sebab hanya orang-orang suci menurut Santo Agustinus yang akan diam di sana. (JM)


Link Terkait



Copyright 2009-2022 putra-putri-indonesia.com