Kekuasaan Pemerintahan Negara

PASAL 4-16, UUD RI (AMANDEMEN)

Kekuasaan Pemerintahan Negara

BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA

                                                      Pasal  4

(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. 

(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden. 

                                            Pasal  5

(1) Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.*)

(2) Presiden   menetapkan   peraturan   pemerintah   untuk   menjalankan   undang-undang sebagaimana mestinya. 

                                             Pasal  6

(1) Calon  Presiden  dan  calon  Wakil  Presiden  harus  seorang  warga  negara  Indonesia  sejak kelahirannya  dan   tidak   pernah   menerima   kewarganegaraan   lain karena   kehendaknya sendiri,   tidak   pernah   mengkhianati  negara,  serta  mampu  secara  rohani  dan  jasmani  untuk 
melaksanakan  tugas  dan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden.***)

'(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang-undang.***

Kekuasaan Pemerintahan Negara


                                            Pasal  6A

(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat. ***)

(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.***) 

(3) Pasangan  calon  Presiden  dan  wakil  Presiden  yang mendapatkan  suara  lebih  dari  lima  puluh  persen  dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara disetiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi  di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil  Presiden.***)

(4) Dalam  hal  tidak  ada  pasangan  calon  Presiden  dan  Wakil  Presiden  terpilih,  dua  pasangan  calon yang memperoleh  suara  terbanyak  pertama  dan  kedua  dalam  pemilihan  umum  dipilih  oleh  rakyat  secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden.****)

(5) Tata  cara  pelaksanaan  pemilihan  Presiden  dan  Wakil  Presiden  lebih  lanjut  diatur  dalam undang-undang.***)

Kekuasaan Pemerintahan Negara

                                               Pasal 7

Presiden  dan  Wakil  Presiden    memegang  jabatan  selama  lima  tahun,  dan  sesudahnya  dapat  dipilih kembali  dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.*)

                                              Pasal 7A

Presiden   dan/atau   Wakil   Presiden   dapat   diberhentikan   dalam   masa jabatannya oleh Majelis Permusyawaratan  Rakyat  atas  usul  Dewan Perwakilan  Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran  hukum berupa  pengkhianatan terhadap  negara, korupsi,  penyuapan,  tindak pidana  berat lainnya,  atau  perbuatan tercela  maupun  apabila  terbukti  tidak  lagi  memenuhi  syarat  sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)

                                                          Pasal 7B

(1) Usul  pemberhentian  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  dapat  diajukan  oleh  Dewan  Perwakilan Rakyat kepada  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  hanya  dengan  terlebih  dahulu  mengajukan permintaan kepada  Mahkamah  Konstitusi  untuk  memeriksa,  mengadili,  dan  memutus  Dewan  Perwakilan  Rakyat bahwa Presiden dan/atau  Wakil Presiden telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap  negara,  korupsi,  penyuapan,  tindak  pidana  berat  lainnya,  atau  perbuatan  tercela;  dan/atau pendapat  bahwa  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  tidak  lagi  memenuhi  syarat  sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***)

(2) Pendapat  Dewan  Perwakilan  Rakyat  bahwa  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  telah  melakukan  pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.***)

(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat dilakukan dengan  dukungan  sekurang-kurangnya  2/3  dari  jumlah  anggota  Dewan  Perwakilan  Rakyat yang hadir dalam  sidang  paripurna  yang  dihadiri  oleh  sekurang-kurangnya  2/3  dari  jumlah  anggota  Dewan  Perwakilan Rakyat.***) 

(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya terhadap Dewan Perwakilan  Rakyat  tersebut  paling  lama  sembilan  puluh  hari  setelah  permintaan  Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***) 

Kekuaaan Pemerintahan Negara

(5) Apabila   Mahkamah   Konstitusi memutuskan   bahwa Presiden   dan/atau   Wakil   Presiden   terbukti  melakukan  pelanggaran    hukum    berupa  pengkhianatan  terhadap  negara,  korupsi,  penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden tidak  lagi  memenuhi  syarat  sebagai  Presiden  dan/atau  wakil  Presiden,  Dewan  Perwakilan Rakyat menyelenggarakan  sidang  paripurna  untuk  meneruskan  usul  pemberhentian  Presiden  dan/atau  Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.*** )

(6) Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  wajib  menyelenggarakan  sidang  untuk  memutuskan  usul Dewan Perwakilan  Rakyat  tersebut  paling  lambat  tiga  puluh  hari  sejak  Majelis  Permusyawaratan Rakyat 
menerima usul tersebut. ***)

(7) Keputusan   Majelis   Permusyawaratan   Rakyat   atas   usul   pemberhentian   Presiden   dan/atau Wakil Presiden  harus  diambil  dalam  rapat  paripurna  Majelis  Permusyawaratan  yang  dihadiri  oleh  sekurang-
kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota yang hadir,  setelah  Presiden  dan/atau  Wakil  Presiden  diberi  kesempatan  menyampaikan  penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***)

                                             Pasal 7C
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.*** )         

Kekuasaan Pemerintahan Negara

                                                         Pasal  8
(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.*** )

(2) Dalam  hal  terjadi  kekosongan  Wakil  Presiden,  selambat-lambatnya  dalam  waktu  enam  puluh hari, Majelis  Permusyawaratan  Rakyat   menyelenggarakan  sidang  untuk  memilih  Wakil  Presiden  dari  dua calon yang diusulkan oleh Presiden.*** )

(3) Jika  Presiden  dan  Wakil  Presiden  mangkat,  berhenti,  diberhentikan,  atau  tidak  dapat  melakukan  kewajibannya  dalam  masa  jabatannya  secara  bersamaan,  pelaksanaan  tugas  Kepresidenan adalah 
Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama. Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan   Rakyat   menyelenggarakan   sidang untuk    memilih  Presiden  dan  Wakil  Presiden    dari  dua  pasangan  calon  Presiden  dan  wakil Presiden yang  diusulkan  oleh  partai  politik  atau    gabungan  partai  politik  yang  pasangan  calon  Presiden  dan  Wakil  Presidennya  meraih  suara  terbanyak  pertama  dan  kedua  dalam  pemilihan  umum 
sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya.****)

Kekuasaan Pemerintahan Negara

                                             Pasal  9
(1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :                           

                          Sumpah Presiden (Wakil Presiden) : 

"Demi  Allah  saya  bersumpah  akan  memenuhi   kewajiban  Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden    Republik    Indonesia)  dengan  sebaik-baiknya  dan  seadil-adilnya,  memegang  teguh  Undang-Undang  Dasar  dan  menjalankan  segala    undang-undang    dan    peraturannya  dengan  selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa."

                          Janji Presiden (Wakil Presiden) : 

"Saya  berjanji  dengan  sungguh-sungguh  akan  memenuhi  kewajiban Presiden  Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia)  dengan   sebaik - baiknya   dan    seadil - adilnya,      memegang    teguh  Undang-Undang    Dasar  dan  menjalankan  segala  undang-undang  dan  peraturannya  dengan selurus-lurusnya serta berbakti, kepada Nusa dan Bangsa".*)
(2) Jika  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  atau  Dewan  Perwakilan  Rakyat  tidak  dapat mengadakan sidang,  Presiden  dan  Wakil  Presiden  bersumpah  menurut  agama,  atau  berjanji  dengan  sungguh-sungguh  di  hadapan  pimpinan  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat  dengan  disaksikan  oleh  Pimpinan Mahkamah Agung.*)     

Kekuasaan Pemerintahan Negara

                                                       Pasal 10
Presiden  memegang  kekuasaan  yang  tertinggi  atas  Angkatan  Darat,  Angkatan  Laut  dan  Angkatan Udara.

(2) Presiden dalam membuat  perjanjian  internasional  lainnya  yang  menimbulkan  akibat  yang  luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau mengharuskan perubahan atau   pembentukan   undang-undang   harus   dengan   persetujuan Dewan  Perwakilan Rakyat.***)

(3) Ketentuan lebih lanjut tentang  perjanjian internasional diatur dengan undang-undang.***)

                                             Pasal 12
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya ditetapkan dengan undang-undang.

                                             Pasal 13
(1) Presiden mengangkat duta dan konsul.
(2) Dalam  hal  mengangkat  duta,  Presiden memperhatikan  pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.*
(3) Presiden  menerima  penempatan  duta  negara  la in  dengan  memperhatikan  pertimbangan  Dewan  Perwakilan Rakyat.*)4

                                              Pasal 14
(1) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah agung.*)

(2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.*)

                                              Pasal 15
Presiden  memberi  gelar,  tanda  jasa,  dan  lain-lain  tanda  kehormatan  yang  diatur  dengan undang-undang.*)

                                               Pasal l6
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang.****)

                                               BAB IV
                            DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG 
                                          Dihapus****)



*) Perubahan Pertama
**) Perubahan Kedua
***) Perubahan Ketiga
****) Perubahan Keempat

LINK TERKAIT



Copyright 2009-2018 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.